Ahli Sebut Bottom Price Referensi Internal bukan Harga Mutlak

Hmm, kalau lihat kasus ini, aku pikir seperti itu kayak saat Pertamina masih menggunakan sistem harga minyak yang lebih longsor, kan? Saat itu, harga minyak naik dan jadi semua perusahaan harus menyesuaikan dengan harga pasar. Aku ngerasa keputusan Pertamina ini agak mirip dengan saat itu, tapi aku yakin mereka tidak ada niat jahat, ya? Mereka hanya berusaha untuk tetap beroperasi dan membantu Indonesia mendapatkan minyak yang cukup. Nah, kalau lihat proses adaptasi di dunia bisnis, tentu aja kita paham bahwa perusahaan harus siap menghadapi perubahan-perubahan itu dengan strategi yang tepat. 😊
 
Jadi apa keputusan itu benar-benar tidak ada niat jahat? Semua orang bilang ada niat jahat, tapi sekarang ada saksi yang bilang bukan. Tapi aku pikir ada sesuatu yang salah di balik cerita ini. Aku rasa Pertamina harus jujur dulu, siapa tahu ada sesuatu yang tidak beres di dalam perusahaan. Kalau benar-benar tidak ada niat jahat, maka apa pun keputusan itu? 💡
 
Hmm, kalau lihat dari segi positif, ternyata Pertamina tidak bilang-bilang niat jahat sih, tapi malah adaptasi dengan kondisi pasar yang semakin kompetitif ya 😊. Rhenald Kasali juga jelas cerita, harga minyak itu bukan hanya dipengaruhi oleh global pas, tapi ada biaya operasional dan strategi perusahaan pula 🤝. Jadi, jangan sabar-sabaran sih, tapi coba lihat dari sudut pandang bisnis ya ☕️. Muhadi juga cerita yang bagus, pengadaan produk kilang itu mempertimbangkan biaya, kompetisi, dan strategi perusahaan 📈. Dan yang bikin saya bangga, proses optimasi hilir bulanan (ophil) itu sudah dijalankan oleh Pertamina! Itu berarti mereka bisa menjaga pemenuhan kebutuhan nasional dengan baik 🙌. Jadi, jangan terlalu negatif sih, coba lihat dari segi yang positif aja 😉.
 
Lihatnya lagi, kalau nggak salah mereka bilang pasaran minyak global turun dan Pertamina harus menjual dengan harga yang lebih rendah, tapi nggak ada yang bilang siapa yang bilang Pertamina punya niat jahat 🤔. Mungkin karena pertamina harus mengadaptasi dengan kondisi pasar di dunia bisnis yang kompetitif, mereka memutuskan untuk menjual dengan harga yang lebih rendah. Tapi nggak ada yang bilang apa bedanya antara kerugian dan resiko, kalau nih saksi Muhadi bilang ada proses optimasi hilir bulanan yang membuat Pertamina bisa menjaga pemenuhan kebutuhan nasional 💸.
 
kembali
Top