Ahli Sebut Bottom Price Referensi Internal bukan Harga Mutlak

Dalam sidang terkait kasus tata kelola minyak, terdapat tiga saksi yang memberikan klarifikasi mengenai keputusan bisnis Pertamina. Mereka menyatakan bahwa tidak ada niat jahat di balik kebijakan tersebut dan keputusan tersebut lebih disebabkan oleh proses adaptasi dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif.

Menurut ahli ekonomi bisnis, Rhenald Kasali, penentuan harga minyak tidak hanya ditentukan oleh harga pasar global, tetapi juga dipengaruhi oleh biaya operasional dan strategi perusahaan. Ia menjelaskan bahwa keputusan menjual di bawah harga minimum (bottom price) dapat dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar pada jangka panjang.

Rhenald juga menyatakan bahwa risiko merupakan keniscayaan dalam dunia usaha dan penjualan di bawah harga minimum tidak sama dengan kerugian. Ia menambahkan bahwa ekonomi global seringkali memiliki perubahan dramatis, sehingga keputusan bisnis harus segera diambil untuk beradaptasi dengan kondisi pasar.

Selain itu, saksi Muhadi menyatakan bahwa pengadaan produk kilang bersifat khusus dan tidak tunduk pada aturan pengadaan umum. Ia menjelaskan bahwa proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan biaya, kompetisi, dan strategi perusahaan.

Terdapat juga saksi yang menyatakan adanya proses optimasi hilir bulanan (ophil) yang menyinergikan fungsi produksi, niaga, dan pengangkutan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan nasional. Proses ini membahas volume, kebutuhan, keuntungan, serta penyeimbangan impor guna menjaga pemenuhan kebutuhan dan stok nasional.

Dalam kesempatan yang sama, terdapat beberapa pernyataan yang menyebutkan bahwa tindakan para terdakwa berada dalam koridor hukum yang sah dan tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum maupun mens rea. Mereka juga menekankan pentingnya pemerhatian kebijakan ekonomi yang berlaku untuk memahami proses bisnis tersebut.

Dalam kesimpulan, para saksi menyatakan bahwa keputusan bisnis Pertamina tidak disengaja dan memiliki alasan yang masuk akal. Mereka juga menekankan pentingnya memahami proses ekonomi yang berlaku dan strategi perusahaan dalam mengambil keputusan di bidang bisnis.
 
Kalau ini sih tapi kan minyak naik drastis kaya banget 🀯 Pertamina kayaknya harus lebih teliti dalam mengatur harga minyak nih, tapi ya kita paham bahwa prosesnya gampang nggak bisa dihindari. Yang penting sih keputusan mereka tidak bermaksud untuk memperburuk kesehatan nasional atau sesuatu yang tidak baik πŸ˜”. Kita jangan lupa kita juga harus memahami bagaimana perusahaan Pertamina beroperasi, karena itu sih bagian dari sistem bisnis di Indonesia nih 🀝
 
gak bisa jadi sih pertamina ini mau terus menjual minyak di bawah harga minimum ya? tapi rasanya lagi-lagi ada proses adaptasi di dunia bisnis yang semakin kompetitif, jadi Pertamina harus segera beradaptasi dengan kondisi pasar πŸ€”. Rhenald kasali kayaknya benar-benar memberikan klarifikasi tentang hal ini, penentuan harga minyak tidak hanya ditentukan oleh harga pasar global, tapi juga dipengaruhi oleh biaya operasional dan strategi perusahaan πŸ“ˆ.
 
πŸ€” kalau ngerasa Pertamina cakap banget dengan strategi mereka, tapi juga jangan lupa ada biaya operasional ya? πŸ€‘ seperti apa caranya mereka bisa terus bersukses sementara ada banyak perusahaan lain yang already gag? πŸ€·β€β™‚οΈ mungkin perlu analisa lebih lanjut tentang hal ini... πŸ“Š
 
Saya pikir ini benar-benar menarik nih, tentang Pertamina dan harga minyak. Mereka bilang tidak ada niat jahat, tapi saya masih ragu-ragu. Biara ya, biaya operasional juga mempengaruhi, tapi apa itu strategi perusahaan? Saya rasa kita harus lebih teliti lagi. πŸ€”πŸ’‘
 
Bisnis jadi seperti main-main, gini aja tata kelola minyak Pertamina kan? Nah, mungkin ada alasan yang masuk akal sih, tapi harus dilihat dari perspektif ekonomi dan bisnis aja, bukan hanya dari sudut pandang keputusan yang tidak jelas. Kalau penentuan harga minyak dipengaruhi oleh biaya operasional, itu sudah normal lah, tapi kalau ada niat jahat, itu gini sih?

Dan apa sih dengan proses optimasi hilir bulanan? Itu juga bisa diartikan dalam konteks bisnis yang harus beradaptasi dengan kondisi pasar, bukan hanya tentang menjaga stok nasional aja. Tapi kalau ada pernyataan yang menyebutkan bahwa tindakan para terdakwa berada dalam koridor hukum yang sah, itu kayaknya sudah jelas sih.
 
Makin lama lihat kasus ini, semakin terasa bahwa kebijakan Pertamina bukanlah hal yang asing dengar πŸ€”. Tapi apa yang membuatku khawatir adalah banyak orang yang langsung memilih untuk mendukung atau menentang kebijakan ini tanpa benar-benar memahami konteksnya πŸ™„. Mereka bilang biaya operasional, strategi perusahaan, tapi kapan aja kita bisa tahu secara pasti itu apa? πŸ€·β€β™‚οΈ

Dan aku rasa perlu diingat bahwa harga minyak bukanlah hal yang sederhana, terus-menerus berubah, dan ini tidak bisa hanya ditunda-tundakan πŸ’Έ. Jadi, jangan salah paham kalau Pertamina membuat keputusan ini untuk menghindari kerugian jangka panjang, tapi itu juga berarti kita harus siap menghadapi konsekuensi dari harga minyak yang stabil πŸ“ˆ.

Apa sebenarnya yang diinginkan ketika harga minyak turun? Apakah itu hanya mengejar keuntungan sementara waktu? Atau kita benar-benar ingin memastikan kebutuhan nasional terpenuhi? πŸ€”
 
Kalau benar-benar ada saksi yang bercerita tentang apa-apa itu, siapa tahu pasti tidak salah. Tapi gimana bisa jadi mereka tidak bicara soal biaya operasional Pertamina? Apakah mereka hanya mencoba menghindari kerugian jangka panjang? Saya curious banget! Siapa pun yang menuturkan tentang pengadaan produk kilang bersifat khusus, gimana dia bisa tahu itu benar atau tidak?
 
Gue pikir kayak apa, ternyata ada 3 saksi yang bilang pas kalau Pertamina jangan bingung dengan harga minyak itu, tapi lebih kepada bagaimana caranya mereka beradaptasi dengan kondisi pasar. Rhenald kasali bilang bahwa penentuan harga minyak tidak hanya dipengaruhi oleh harga pasar global, tapi juga oleh biaya operasional dan strategi perusahaan. Kalau gue memikirkan, kan itu juga benar, karena Pertamina harus bertahan di pasar yang kompetitif 😊.

Tapi, gue masih ragu-ragu, karena kalau Pertamina jangan bingung dengan harga minyak itu, maka bagaimana mereka bisa menjual di bawah harga minimum? Rhenald kasali bilang bahwa risiko adalah keniscayaan dalam dunia usaha, tapi gue masih ingin tahu lebih lanjut tentang itu. Gue pikir kalau ini semua hanya tentang strategi bisnis, bukan tentang kesalahan dari sisi korupsi atau apa-apa yang salah dengan sistem kebijakan tersebut πŸ€”.

Gue juga setuju dengan saksi lain bahwa proses optimasi hilir bulanan (ophil) itu penting untuk menjaga pemenuhan kebutuhan nasional. Gue pikir ini adalah contoh bagaimana bisnis dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu memenuhi kebutuhan rakyat. πŸ™Œ
 
hahaha, nggak bisa dibayangkan kalau Pertamina menjual minyak di bawah harga minimum nih 🀯. menurutku kalau biaya operasional dan strategi perusahaan itu mempengaruhi penentuan harga minyak, kalau ada proses adaptasi dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, mesti ada logika belakangnya ya 😊. rhenald kasali bilang kalau risiko itu keniscayaan dalam dunia usaha, tapi aku bilang kalau pertamina bisa beli minyak dengan harga murah aja, kalau tidak perlu jual di bawah harga minimum πŸ€‘.

lalu, apa yang dibahas tentang pengadaan produk kilang bersifat khusus itu? mungkin aku salah faham, tapi nggak bisa dipungut keuntungan jika biaya operasional dan strategi perusahaan itu mempengaruhi penentuan harga minyak ya 😊.

dan apa itu hilir bulanan (ophil) itu? nggak familiar aja dengan istilah itu πŸ€”. tapi kalau ada proses optimasi seperti itu, mesti ada data yang bisa dijadikan referensi untuk pertamina agar tidak terlambat dalam menentukan harga minyak lagi ya πŸ’‘.

saya rasa apa yang penting adalah memahami strategi perusahaan dan biaya operasional yang mempengaruhi penentuan harga minyak. kalau kita nggak paham itu, maka kita akan selalu terjebak dalam proses adaptasi dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif πŸŒͺ️.

data: harga minyak global 2025: Rp 850.000 per barel (sumber: OPEC), biaya operasional Pertamina: Rp 200.000 per barel (sumber: laporan pertamina), strategi perusahaan Pertamina: optimasi hilir bulanan (ophil) πŸ“ˆ
 
Gue pikir ini kayak gila, pertamina mau jual minyak di bawah harga minimum? Kalau begitu gue rasa kerugian gue sendiri kayaknya. Tapi sepertinya saksi-saksi itu bilang kalau biaya operasional dan strategi perusahaan juga dipertimbangkan. Gue ngerti, tapi gue masih ragu. Apa sih yang salah dengan Pertamina?
 
Maksudnya, biaya operasional siapa tahu bisa jadi penyebab utama Pertamina menjual minyak dengan harga yang lebih rendah πŸ€‘. Tapi gini kayaknya tidak ada niat jahat ya? Mungkin hanya sekedar adaptasi pada pasar yang semakin kompetitif dan perubahan ekonomi global yang terus berkelana πŸ’Έ.
 
Gak sabar banget dengerin kasus ini πŸ€”πŸ˜¬. Rhenald Kasali bilang kalau harga minyak dipengaruhi oleh biaya operasional dan strategi perusahaan, eh itu berarti ada alasan yang masuk akal buat kebijakan Pertamina πŸ’‘.

Aku pikir perlu diingat bahwa risiko adalah keniscayaan dalam bisnis, tapi buat apa kalau kita tidak bisa mengontrolnya? πŸ€·β€β™‚οΈ. Kalau biar bisa beradaptasi dengan kondisi pasar, mungkin harus ada strategi baru yang dibuat πŸ“ˆ.

Saksi Muhadi bilang kalau pengadaan produk kilang bersifat khusus dan tidak tunduk pada aturan umum, eh itu artinya ada kebebasan buat perusahaan menentukan strategi mereka πŸš€.

Aku harap para terdakwa bisa belajar dari kesalahan ini dan nanti bisa membuat kebijakan yang lebih baik di masa depan πŸ’ͺ.
 
okee πŸ€”, saya pikir ini penting banget! perusahaan minyak seperti pertamina harus bisa beradaptasi dengan pasar global yang semakin kompetitif. mereka harus bisa memahami biaya operasional dan strategi perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat. kayaknya kalau kita lihat dari perspektif bisnis, penjualan di bawah harga minimum jadi tidak ada salahnya, karena itu lebih baik daripada kerugian yang lebih besar πŸ€‘. tapi sayangnya ada saksi yang bilang pentingnya memahami risiko dan strategi perusahaan, tapi saya pikir itu sudah cukup dipahami 😊.
 
Luar aja, apa artinya mereka bilang bukan ada niat jahat di balik kebijakan itu? Tapi sih, apa yang tidak jelas, kalau keputusan di bawah harga minimum itu bisa menghasilkan kerugian yang lebih besar pada jangka panjang. Mungkin ada sesuatu yang nggak terlihat dari luar, ya...
 
Maksudnya, apa yang bikin kita Indonesia jadi semakin kaget banget dengan kebijakan Pertamina nih? Mereka bilang tidak ada niat jahat, tapi apa itu maksudnya? Kita sudah lama dengerin kejadian ini, tapi masih banyak orang yang belum faham bagaimana prosesnya. Maksudnya, biar minyak tetap tersedia di pasar, tapi Pertamina harus menjual di bawah harga minimum, nggak ada pilihan deh! πŸ€”

Jadi, apa itu maksud dari Rhenald Kasali tentang biaya operasional dan strategi perusahaan? Maksudnya, biar minyak tidak terlalu mahal, Pertamina harus menentukan harga yang tepat. Tapi, bagaimana caranya nih? Kita juga harus mempertimbangkan risiko, tapi apa itu risiko itu? πŸ€·β€β™‚οΈ

Dan, apa itu maksud dari proses optimasi hilir bulanan (ophil)? Maksudnya, Pertamina harus bisa mengatur produksi dan pengangkutan dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan nasional. Tapi, bagaimana caranya nih? Kita juga harus mempertimbangkan volume dan keuntungan.

Maksudnya, kita Indonesia harus lebih faham tentang proses bisnis yang dilakukan oleh Pertamina. Jangan cuma dengerin berita aja, tapi pahamilah bagaimana itu maksudnya! πŸ€“
 
Wow 🀯, ini kalau kenapa harga minyak naik kaya gitu? Interesting πŸ’Έ, sih Rhenald Kasali bilang bahwa penentuan harga minyak dipengaruhi oleh biaya operasional dan strategi perusahaan juga. Maksudnya sih apa ada niat jahat di balik keputusan bisnis itu kan? πŸ€”
 
Haha ga bisa tolong sih, kalo nggak ada opini, apa artinya? Nah kalau masalah itu, aku pikir Pertamina harus lebih bijak dulu, jangan sabar-sabaran ngeremai harga minyak. Kalau nggak, bagaimana caranya mereka bisa bersaing dengan perusahaan lain yang lebih cerdas dan memiliki strategi yang lebih baik? Aku rasa sih biaya operasional dan strategi perusahaan itu penting banget, tapi Pertamina harus juga mempertimbangkan kebutuhan nasional, apalagi kalau ada proses optimasi hilir bulanan yang bagus. Tapi, aku pikir ada satu hal lagi, yaitu pengadaan produk kilang bersifat khusus itu, harus lebih transparan dan jujur, apa maksudnya nggak ada biaya tambahan yang tidak tertera? πŸ˜’
 
Makasih ya sih, kalau gini sih Pertamina jual minyak di bawah harga minimum kan? Tapi siapa tahu sih, mungkin mereka punya rahasia yang kita nggak paham kan? πŸ€” Mereka bilang keputusan itu disebabkan oleh proses adaptasi, tapi aku pikir mungkin ada sesuatu yang tidak terkeluar dari rencana mereka. Apa salahnya sih jika kita curiga? Yang jadi, apa yang dibicarakan oleh Rhenald Kasali tentang biaya operasional dan strategi perusahaan? Mending aku fokus pada hal itu daripada siapa sih yang jujur atau tidak. πŸ’Έ
 
Aku pikir kalau ada saksi yang bilang nggak ada niat jahat di balik kebijakan Pertamina, kayaknya bikin aku penasaran sih... Tapi apa yang pasti, keputusan bisnis itu disebabkan oleh proses adaptasi dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif. Itu kayaknya logis banget. Saya rasa kalau kita ingin memahami kebijakan Pertamina, kita harus mempertimbangkan biaya operasional dan strategi perusahaan, bukan hanya harga pasar global aja...
 
kembali
Top