Ahli Pengadaan: Tak Boleh Ada Negosiasi Proyek di Lapangan Golf

Pengadaan pengelolaan minyak mentah di Indonesia seringkali dijadikan contoh sebagai salah satu sumber utama kekayaan negara, namun dalam prosesnya sering kali menimbulkan perdebatan dan kontroversi. Seorang ahli pengadaan di bidang ini, Setya Budi Arijanta, membeberkan bahwa terdapat prinsip yang sama dalam proses pengadaan barang dan jasa baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupunBUMN.

Sejatinya, prinsip untuk mengedepankan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas menjadi acuan utama dalam proses pengadaan ini. Namun, ada perbedaan antara pengadaan di bidang tata kelola minyak dan pengadaan di bidang lainnya. Setya menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti tender harus terinformasi tentang pengadaan yang diadakan oleh pemerintah maupun BUMN, termasuk mengenai spesifikasi atau spek yang berisikan rincian atau uraian detail mengenai karakteristik produk yang sedang dilelang.

Ahli ini menegaskan bahwa proses pengadaan tidak boleh diadakan di lapangan golf, tapi harus diadakan di ruang resmi. Menurutnya, tempat tersebut harus sudah tercatat dan disepakati bersama antara panitia dari Pertamina dengan peserta lelang pengadaan tersebut. Selain itu, proses negosiasi bisnis antara Pertamina dan pihak swasta hanya bisa terjadi di ruang resmi.

Setya juga menegaskan bahwa seluruh proses pembukaan penawaran dan evaluasi harus bersifat rahasia, dan tidak boleh ada komunikasi secara pribadi dengan perusahaan peserta tender saat proses pengadaan berlangsung. Menurutnya, jalur komunikasi hanya boleh dilakukan melalui jalur resmi milik Pertamina dan perusahaan peserta tender seperti telepon, surat elektronik maupun pos.

Proses ini sangat penting dalam mencegah terjadinya korupsi dan dugaan korupsi di bidang pengadaan. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pengadaan harus mematuhi prinsip-prinsip tersebut dan tidak boleh melakukan tindakan yang dapat mengancam integritasnya.
 
gak percaya sih proses lelang minyak mentah di Indonesia bisa begitu jujur dan transparan πŸ€”πŸ‘€. tapi siapa sih yg benar-benar memiliki pengetahuannya tentang cara kerja lelang ini ? dari apa yang dia katakan, serius sih kalau prosesnya harus diadakan di ruang resmi dan tidak boleh ada komunikasi secara pribadi dengan perusahaan peserta tender πŸ“πŸ’Ό. tapi kayaknya masih banyak hal yang belum jelas, misalnya bagaimana caranya sih untuk memastikan bahwa semua peserta terinformasi tentang spesifikasi produk yang sedang dilelang? dan bagaimana caranya sih untuk mencegah korupsi dan dugaan korupsi di bidang ini? πŸ€·β€β™‚οΈπŸ’Έ.
 
gampang banget sih kalau ada prinsip transparansi dan akuntabilitas di pengadaan minyak mentah, tapi seringkali diabaikan... πŸ€” apa-apa pun hasilnya, pentinglah adanya proses yang jelas dan transparan, biar tidak ada dugaan korupsi lagi, ya?
 
aku pikir kalau ada prinsip yang sama untuk semua jenis pengadaan, tapi ternyata ada perbedaan antara pengadaan minyak dan lain-lain. aku ragu-ragu apakah benar-benar tidak boleh mengadakan proses negosiasi di lapangan golf, karena aku punya teman yang bekerja di Pertamina dan dia bilang kalau kadang-kadang dia harus bertemu dengan klien di tempat yang tidak rasional. aku juga penasaran apakah ada bukti nyata bahwa komunikasi pribadi selama proses pengadaan benar-benar bisa mengancam integritasnya, atau hanya sekedar teori.
 
kalo lihat ni kalau proses pengadaan minyak mentah di Indonesia benar-benar penting untuk terhindar dari korupsi nih, aku rasa harus ada sistem yang lebih baik lagi, misalnya seperti sistem tender online ya, jadi semua orang bisa melihat dan ikut peserta lelang dengan mudah aja. dan kalau ada tindakan korupsi atau dugaan korupsi, aku rasa harus ada hukuman yang tepat juga, bukan cuma ngatur di dalam proses pengadaan saja πŸ€”
 
Wow πŸ˜ŠπŸ‘ proses pengadaan di Pertamina pasti agak rumit dengerin, tapi jelas ada aturan-aturan khusus ya πŸ€” Interesting πŸ’‘ harus dilaksanakan agar tidak ada korupsi atau dugaan korupsi, kayaknya harus dibuat contoh yang baik banget πŸ‘
 
kamu percaya sih kalau semua ini benar-benar transparan? tapi aku pikir ada sesuatu yang tidak jelas, seperti siapa yang menentukan spesifikasi produk itu dan bagaimana caranya memastikannya adil untuk semua peserta lelang? mungkin ada konflik kepentingan yang tersembunyi di balik semuanya... apa kalau Pertamina dan BUMN yang berbeda-beda mengatur proses pengadaan mereka sendiri? kayaknya itu juga bisa menjadi masalah besar...
 
Maksudnya kya? Proses pengadaan seperti ini kayaknya harus lebih transparan juga, sih... kalau gak ada komunikasi yang jelas antara Pertamina dengan peserta lelang, toluh bisa jadi ada kesalahpahaman atau kekhilangan. Tapi aku yakin saja bahwa Setya Budi Arijanta punya pikiran yang baik tentang hal ini πŸ™. Aku rasa penting juga banget itu komunikasi yang jelas dan transparan, kalau gak aja korupsi bisa jadi terjadi lagi...
 
Pengadaan minyak mentah di Indonesia seringkali menjadi topik perdebatan. Aku pikir kalau kita fokus lebih pada efisiensi dan transparansi, lalu penggunaan teknologi bisa membuat proses ini lebih lancar. Misalnya, Pertamina bisa menggunakan platform online untuk mengumumkan spesifikasi produk yang diadakan lelang, sehingga semua peserta sudah terinformasi tentang apa yang harus dilakukan. Kalau kita buat seperti itu, mungkin korupsi bisa diminimalkan.
 
gak jelas sih kan? kalau minyak mentah itu penting banget untuk negara kita, tapi gak ada logis kapan-kapan beli/diklaim minyak itu... kenapa sih pemerintah tidak bisa membuat sistem yang lebih transparan dan akuntabel dalam proses pengadaan ini? seru banget kalau ahli-ahlinya punya pendapat yang sama dengan kita masyarakat... tapi apa karna apa sih tidak diubah sistem itu... πŸ€”πŸ’‘
 
aku bingung kenapa pengelolaan minyak mentah seringkali membuat kita bosen, tapi aku suka banget minyak mentah khususnya untuk pembuatan gorengan πŸ˜‚. tadi aku beli minyak mentah di pasar dan membuat gorengan sendiri, rasanya sangat lezat! aku juga suka mencoba resep baru dari google πŸ€”. apa kabar kamu, mau coba resep gorengan dengan minyak mentah? aku punya resep yang enak banget!
 
Pengadaan minyak mentah itu kalau tidak diatur dengan baik, nanti hasilnya bisa jadi korupsi dan dugaan korupsi berlebihan πŸ™„. Mereka harus serius dalam menetapkan proses pengadaan yang jujur dan transparan, agar tidak ada perasaan bahwa ada sesuatu yang tersembunyi. Dan kalau kita lihat dari prinsipnya, efisiensi dan efektifitas itu penting banget πŸ“ˆ. Tapi kalau proses pengadaannya tidak dijalankan dengan baik, nanti semua prinsip tersebut akan musnah πŸ˜”.
 
πŸ€” Maksudnya apa sih kalau pengelolaan minyak mentah diadakan dengan cara yang lebih jujur? 🌿 Jika semua peserta lelang bisa mengetahui tentang spesifikasi produk dan detailnya, mungkin saja korupsi bisa dihindari. 🚫 Bayangkan kalau semuanya diadakan di ruang resmi dan tidak ada komunikasi pribadi yang tidak jelas... 🀝 Itu akan lebih transparan banget! 😊
 
Proses pengadaan minyak mentah seringkali menjadi titik perdebatan, tapi sebenarnya banyak hal yang bisa kita pelajari dari proses ini πŸ€”πŸ’‘. Ada kalanya aku lihat proses tender seperti di lapangan golf, tapi itu tidak bisa dilakukan! πŸ™…β€β™‚οΈ Kita harus membuat tempat yang resmi dan terakurat untuk proses pengadaan ini.

Jika kita serius ingin mencegah korupsi, maka setiap orang yang terlibat harus mematuhi prinsip-prinsip tersebut, seperti transparansi dan akuntabilitas πŸ“πŸ’―. Jangan boleh ada komunikasi pribadi dengan perusahaan peserta tender, tapi harus melalui jalur resmi saja! πŸ“² Selain itu, proses pembukaan penawaran dan evaluasi harus rahasia, tidak boleh ada yang bisa mengancam integritasnya 😬.

Kita harus serius dalam menerapkan prinsip-prinsip ini, agar kita bisa memiliki pengadaan yang efisien dan efektif πŸ’ͺ. Jangan biarkan proses pengadaan menjadi semacam permainan yang bisa digunakan untuk mencuri uang! πŸ€‘
 
Kalau ini nyata aja bro! Pengadaan minyak mentah di Indonesia seringkali bikin kita penasaran, tapi sebenarnya ada prinsip yang sama dengan pengadaan barang dan jasa lainnya... yaitu efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas πŸ€”. Jadi, kan wajar jika ada perbedaan antara pengadaan minyak mentah dan pengadaan lainnya... seperti harus menyebutkan spesifikasi produk yang bakal dilelang itu πŸ“.

Gampang banget nih! Proses pengadaan jangan diadakan di lapangan golf, tapi di ruang resmi πŸ˜‚. Dan semua proses pembukaan penawaran dan evaluasi harus rahasia, jadi tidak boleh ada komunikasi pribadi dengan perusahaan peserta tender... sama-sama, bro! πŸ’―.
 
Jangan bingung sama sekali, kalau nanti ada contoh kontrak minyak yang serius kita lihat di luar sana. Proses pengadaan itu sebenarnya gampang banget, apa yang penting adalah ada aturan dan tata cara yang jelas. Kalau ada ketebalan, ya mungkin karena pihak yang tertarik terlalu banyak ngeburu-buru mau lamaran. Tapi kalau kita lihat dengan teliti, seperti apa aja kontraknya? Dengan begitu, tidak akan ada yang salah sama sekali πŸ™ƒ
 
kembali
Top