Adies Kadir Jadi Hakim MK, Sarmuji: Stok Kader Golkar Melimpah

Berdasarkan laporan terbaru dari Tirto.id, para pejabat di Partai Golkar menyatakan bahwa stok kader yang baik itu tidak akan mengganggu kekosongan posisi pimpinan partai. Pasalnya, keluasan stok kader di partai tersebut membuat mereka lebih siap mengisi jabatan strategis apa pun.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Adies Kadir adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh partainya. Dalam pernyataannya, Bahlil menunjukkan bahwa Adies sudah memilih untuk mundur dari posisinya sebagai anggota DPR dan wakil ketua Fraksi Golkar sebelum dicalonkan sebagai hakim Mahkamah Konstitusi.

Bahlil juga menyampaikan bahwa partainya tidak memiliki masalah dengan pengunduran diri Adies Kadir. Dia mengatakan bahwa ini adalah contoh kepercayaan yang tinggi terhadap visi dan kemampuan Adies dalam memimpin negara sebagai hakim MK.
 
Saya setuju dengar Bahlil Lahadalia bilang kalau stok kader Golkar itu nggak akan masalah, tapi kayaknya gak sepenuhnya benar. Mereka punya 5 orang kader terbaik, tapi siapa tahu nanti kekosongan posisi pimpinan partai itu gak bisa diatasi dengan mudah. Kalau jadi seperti itu, toh Golkar aja nantinya akan kalah vs PDI-P atau APRA.
 
Maksudnya kalau stok kader di Golkar itu nggak peduli sama sekali dengan kekosongan posisi pimpinan, kan? Kalau punya kader yang baik, dia udah siap mengisi jabatan apa pun. Tapi yang penting adalah Adies Kadir udah menunjukkan bahwa dia sudah bisa dipercaya sebagai hakim MK, kayaknya itu sudah cukup bukti kalau dia punya visi yang jelas tentang bagaimana memimpin negeri.
 
Ggak paham apa artinya kalau stok kader gede tidak akan mengganggu kekosongan posisi pimpinan? Jadi artinya kayaknya mereka masih bisa mencari seseorang lain yang mantap banget untuk mengisi jabatan itu, kan? πŸ˜‚ Saya ingat Adies Kadir sebelumnya dia jadi wakil ketua Fraksi Golkar, tapi kemudian dia mundur dan sekarang dia jadi hakim MK. Apakah dia masih bisa dipercaya sebagai hakim? πŸ€”
 
Gak paham apa yang salahnya kader baik ya? Kalau ada kader yang baik, apa salahnya dia masuk jabatan pimpinan juga? Gue pikir kalau begitu, partai golkar bisa jadi lebih kuat aja. Tapi, apa yang bikin Adies Kadir "kader terbaik" itu sih? Gue curious kan πŸ˜‚. Dan, kenapa Bahlil punya opini seperti itu tentang pengunduran diri Adies? Sepertinya dia tidak masuk akal, kayaknya ada sesuatu yang tidak terungkap di balik keputusannya.
 
aku rasa kalau partai golkar punya adies kadir itu kayaknya benar banget 😊. kalau adies bisa mundur dari posisinya sebagai anggota dpr itu berarti dia sudah terlihat kuat dan siap dipercayakan untuk menjadi hakim mk. tapi apa yang aku tak paham adalah kenapa orang-orang kira kalau ada stok kader yang banyak itu bikin kekosongan posisi pimpinan partai? apa saran mereka kalau golkar punya stok kader yang banyak itu seharusnya dijadikan kekuatan utama partainya.
 
Hmm, mungkin kalau golkar punya banyak kader, makin siap dipilih jadi pimpinan ya 😊. Aku pikir Bahlil Lahadalia yang bilang adies kayaknya benar, karna adies udah pindah posisi dua kali sekarang, nanti apa lagi ke mana dia udah πŸ˜….
 
hehe, lama banget ya pembicaraan tentang kader Golkar πŸ™ƒ. aku pikir ini juga salah satu bukti bahwa partai Golkar masih punya potensi besar di kalangan muda-mudi Indonesia. tapi apa yang membuatku bingung adalah bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan seseorang seperti Adies Kadir yang kemampuannya sih udah sangat dipertimbangkan. aku rasa ini juga berarti bahwa partai Golkar udah punya rencana untuk mengisi posisi pimpinan-nya dengan seseorang yang benar-benar kompeten. aku harap bisa melihat lebih banyak contoh seperti ini di masa depan πŸ’ͺ.
 
Saya pikir kayaknya ini salah strategi Partai Golkar. Jika stok kadernya sudah bagus, apa lagi lagi artinya? Mereka punya banyak pilihan untuk mengisi posisi pimpinan, tapi apa yang mereka lakukan sekarang adalah "mencari" kader terbaik yang mau mundur dari jabatan yang sudah ada. Itu seperti mencari ikan di air kecil 😐. Saya tahu adik Adiesnya mungkin tidak setuju dengan keputusan ini, tapi saya masih rasa ini tidak tepat. Karena yang penting bukan kader-ada atau tidak, tapi bagaimana mereka bisa mengelola partai dengan baik πŸ’ͺ
 
Gue penasaran banget kayak gini... kalau stok kader gak akan mengganggu kekosongan posisi pimpinan partai, tapi apa artinya sebenarnya? Gue rasa ini seperti bermain kartu, di mana siapa yang bisa dipilih sebagai hakim MK harus bisa memenuhi syarat-syarat tertentu. Tapi siapa yang bilang kalau itu benar-benar adil? Ada banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan seperti itu...
 
Maksudnya kalau stok kader di Golkar banyak banget, tapi gak apa artinya? Mereka bisa ngisi posisi pimpinan partai, tapi gak berarti mereka punya kemampuan yang sama dengan Adies Kadir. Kalau benar-benar ingin memimpin, gak harus mundur lagi ke posisi lain dulu, kan?
 
aku pikir ini gak jelas sih, kalau stok kader gak nggangu tapi kalo stok kader itu sudah siap di jabatan apa pun, berarti arti apa? aku rasa stok kader harusnya diprioritaskan dulu sebelum mencari pimpinan. tapi mungkin aku hanya paham salah, apa yang benar disini? πŸ€”
 
aku rasa ini salah strategi, kalau mau jadi pimpinan kita harus punya kader yang lebih baik dr jadi wakil fraksi dulu... tapi aku juga setuju bahwa adies kadir itu keren banget, dia sudah menunjukkan kemampuan dan visinya yang bagus... tapi apa kalau adies kembali ke politik? apakah kita akan mendapatkannya lagi? πŸ€”
 
Aku pikir kalau Bahlil benar-benar percaya dengan keputusan Adies mundur dari posisinya, itu berarti dia tidak memiliki minat untuk memimpin partainya. Sementara itu, kalau stok kader yang baik itu bukanlah masalah karena membuat mereka lebih siap mengisi jabatan strategis, itu berarti di dalam partai Golkar ada orang-orang yang sudah lama tidak pernah dipilih jadi pimpinan, tapi sudah punya pengalaman. Aku rasa kalau ini semua itu hanya cara untuk membenarkan Bahlil agar bisa memimpin partainya sendiri.
 
Maksudnya siapa aja yang bingung dengan pilihan Bahlil, tapi aku pikir ini bisa jadi strategi untuk mengisi posisi pimpinan partai. Kalau semua kader baik-baik saja, gak ada yang mau naik ke posisi utama, kan? Nah, itu bikin Bahlil harus mencari dari luar. Atapun kalau Bahlil ingin meningkatkan kepercayaan diri Adies, jangan salah sih, ini bisa jadi cara cerdas untuk melakukannya. Sementara kalau aku, aku pikir Adies tidak mau naik ke posisi itu sebab ada keraguan dalam kepemimpinannya. Tapi, kayaknya yang penting adalah partai Golkar tetap stabil dan tidak ada masalah...
 
Makasih Tirto.id udah nulis rilis resmi Bahlil Lahadalia tentang Adies Kadir nih πŸ™. Siapa tahu, mungkin kalau di luar partai sih kayaknya akan merasa penasaran, tapi kalau kita lihat diagram organisasi partai, jelas kan bagaimana bagaimana posisi Adies sekarang dan di masa depan 😊.

Jadi, kalau stok kader Partai Golkar jumbo ya, tapi apa salahnya? Mereka mau ganti hakim MK juga sih πŸ˜‚. Saya rasa yang penting adalah kalau visi dan kemampuan Adies benar-benar diterima oleh orang lain, bukan apa-apa lagi 😊.

Hmm, mungkin ini ada hubungannya dengan kekuatan partai Golkar di parlemen, tapi kalau kita lihat dari sudut pandang visi Adies, jelas kan bahwa dia sudah terpilih untuk menjadi hakim MK πŸ€”. Saya rasa ini contoh bagaimana partai bisa mengalihkan sumber daya ke dalam strategi yang lebih baik 😊.

Dan terakhir, kalau Bahlil Lahadalia benar-benar percaya diri pada visi Adies, itu adalah hal yang harus kita apresiasi πŸ™. Mungkin ini contoh bagaimana partai bisa mengembangkan kader yang lebih siap untuk memimpin πŸš€.
 
Saya rasa siapa pun yang punya visi besar pasti akan mendapatkan kesempatan utama untuk mengisi posisinya, apalagi kalau stok kadernya lumayan luas πŸ€”. Kalau Adies Kadir memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai anggota DPR, itu artinya dia sudah memiliki visi besar untuk masuk ke tingkat yang lebih tinggi. Saya setuju dengan Bahlil bahwa ini adalah contoh kepercayaan yang tinggi terhadap Adies, dan saya berharap dia akan bisa memimpin negara dengan baik di masa depan πŸ’ͺ.
 
ini kalimat yang bikin saya penasaran, tapi juga sedikit bingung. apa maksudnya kalau stok kader baik nggak mengganggu kekosongan posisi pimpinan? sih kalau di arti itu, partai Golkar kan masih butuh mencari pengganti untuk Adies Kadir, bukan? tapi Bahlil lah, dia bilang kalau Adies sudah punya visi yang bagus dan kemampuan yang tinggi, jadi tidak perlu ada masalah sama sekali. tapi, sih apa sih yang membuat Adies mau mundur dari posisinya di DPR dan MK? itu nggak bisa diprediksi, kan. tapi ini kalau benar, maka kita harus berharap bahwa partai Golkar bisa menemukan kader yang layak untuk mengisi posisi Adies. semoga tidak ada kebocoran energi politik lagi di Indonesia πŸ€”
 
Sudah aja sih, kalau mau mundur dari posisi penting itu kan masih bisa jadi kegagalan, tapi Adies Kadir udah punya kesempatan lain yaitu menjadi hakim MK, kan ngga? Mungkin itu yang membuat Bahlil percaya tinggi padanya 😊. Tapi, sih, kalau stok kader Golkar udah banyak dan bisa mengisi posisi penting itu apa kegagalan apa aja? πŸ€”
 
πŸ€” Makasih dengerin kabar ni, tapi siapa tahu apa benarnya? Mending jangan terlalu cepat-cepik dengan pengunduran diri Adies Kadir, nanti apa yang akan terjadi di dalam partai Golkar? πŸ‘€
 
kembali
Top