Mengenai transaksi jumbo Rp 1 triliun di pasar saham Konglomerat Sawit FAPA. Pada akhir perdagangan Jumat lalu, tercatat ada transaksi besar-besaran dengan nilai Rp 1.083 miliar. Ini menandakan bahwa investor menganggap potensi FAPA tinggi, sehingga mau membeli saham dalam jumlah besar.
Transaksi ini dilakukan oleh BCA Sekuritas sebagai broker pembeli dan Wanteg Sekuritas sebagai broker penjual. Dengan demikian harga rata-rata saham FAPA saat itu berada di Rp 4.500. Namun, transaksi ini dilakukan sebelum harga pasar naik, sehingga merupakan transaksi jumbo.
Saat ini, saham FAPA tercatat dikendalikan oleh Wirastuty Fangiono melalui Prinsep Management Limited dengan kepemilikan 72,52%. Selain itu, PT Fangiono Perkasa Sejati juga menggenggam 6,98% saham. Meskipun saham FAPA koreksi sepanjang tahun 1,95%, namun dalam enam bulan terakhir, saham ini naik 11,56% atau 650 poin.
Jadi, apa yang membuat investor suka membeli saham FAPA? Mungkin karena mereka percaya bahwa potensi perusahaan ini akan terus meningkat dan memberikan kembali investasi dengan rendah.
Transaksi ini dilakukan oleh BCA Sekuritas sebagai broker pembeli dan Wanteg Sekuritas sebagai broker penjual. Dengan demikian harga rata-rata saham FAPA saat itu berada di Rp 4.500. Namun, transaksi ini dilakukan sebelum harga pasar naik, sehingga merupakan transaksi jumbo.
Saat ini, saham FAPA tercatat dikendalikan oleh Wirastuty Fangiono melalui Prinsep Management Limited dengan kepemilikan 72,52%. Selain itu, PT Fangiono Perkasa Sejati juga menggenggam 6,98% saham. Meskipun saham FAPA koreksi sepanjang tahun 1,95%, namun dalam enam bulan terakhir, saham ini naik 11,56% atau 650 poin.
Jadi, apa yang membuat investor suka membeli saham FAPA? Mungkin karena mereka percaya bahwa potensi perusahaan ini akan terus meningkat dan memberikan kembali investasi dengan rendah.