Ada Insentif Lebaran 2026, dari Diskon hingga Bansos

Pemerintah menetapkan target anggaran insentif dan diskon untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026, yaitu sekitar Rp13 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi selama masa lebaran 2026.

Paket kebijakan insentif lebaran rencananya mencakup beberapa program, seperti diskon transportasi, potongan tarif tol, dan penyaluran bantuan sosial pangan. Namun, rincian insentif belum diumumkan oleh pemerintah. Airlangga menyatakan bahwa jumlah insentif akan lebih banyak dan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026, pemerintah telah meluncurkan beberapa program serupa, seperti diskon 30 persen untuk tiket kereta ekonomi komersial yang menarik realisasi 1,7 juta penumpang. Selain itu, kebijakan PPN DTP dan diskon biaya bandara juga berhasil menurunkan harga tiket pesawat sekitar 13-14 persen dengan realisasi 3,7 juta penumpang.

Pemerintah juga telah memberi stimulus Ramadan dan Idulfitri 2025, meliputi penurunan harga tiket pesawat serta diskon tarif tol di beberapa ruas jalan utama untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat. Selain itu, pemerintah juga telah meluncurkan program untuk mendorong daya beli via skema diskon belanja, seperti Harbolnas 2025, EPIC Sales 2025, dan BINA Diskon 2025.

Implementasi insentif ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait delapan kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah saat ini masih mematangkan sejumlah insentif tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
 
omg 13 triliun biar bantuan lebaran gede sih, tapi gue rasanya insentif ini hanya untuk ngasih keuntungan pada orang-orang kaya aja, sementara masyarakat rakyat masih harus nyari nafkah 🤑. kalau ingin bantu lebaran, gue pikir pemerintah bisa mulai dari ngurangi harga bahan bakar, atau ngedakan pajak untuk mereka yang pendapatan rendah aja 👍. tapi, kalau aku jujur, aku rasa insentif ini bisa membantu, terutama bagi orang-orang yang harus bekerja di malam lebaran dan takada bisa pulang ke rumah 🕰️.
 
Maksud apa sih kalau pemerintah mau memberikan insentif hingga Rp13 triliun untuk lebaran 2026? Seperti-nya ada ketergantungan pada insentif aja, kayaknya gak bisa membangkitkan semangat masyarakat sendiri. Maksud apa kalau pak Airlangga mengatakan jumlah insentif akan lebih banyak dan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya? Kapan sih kita tahu angka-angkanya sih?
 
okee, mau diulas dulu target anggaran insentif lebaran 2026 ya... Rp13 triliun itu agak besar banget, tapi saya pikir itu wajar karena lebaran ini bakal bikin banyak orang terburu-buru dan membutuhkan bantuan. tapi apa salahnya jika insentifnya kurang? jadi gini, kalau kita ingin meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi, kita harus siap untuk memberikan insentif yang cukup besar. dan saya pikir pemerintah sudah benar-benar memikirkan hal ini. tapi salah satu kekhawatiran saya adalah, apa kalau target Rp13 triliun itu bisa dicapai? atau apakah itu akan membuat kita tertinggal dengan negara lain yang juga ingin memberikan insentif kepada masyarakat selama lebaran.
 
rasanya lagi ada yang sama... ini tahun-tahun lebaran, apa yang tidak beda? selama ini gini, pemerintah selalu niat mau, tapi tampilnya sama macam ke biasanannya 🤔. apa yang membuat pemerintah ingin terlihat suka makan siomay dan nasi goreng di hari raya? apa yang dibawa ke luar rumah bukan cinta orang tua?

padahal apa yang dibutuhkan saat lebaran adalah penghormatan, noto burana, dan kenyamanan bagi semua orang. tapi lagi-lagi pemerintah justru mengarahkan perhatian kita pada... diskon dan insentif! 🤑 bagaimana kalau kita fokus pada hal-hal yang sebenarnya penting? apakah tidak ada cara untuk membuat kehidupan lebih mudah bagi semua orang, tanpa harus merokok uang?

tapi saya punya perasaan... mungkin ini semua hanya berlaku untuk mereka yang already kaya. karena kalau kita lihat dari perspektif rakyat biasa, apa yang dibawa ke luar rumah hanya nasi goreng dan siomay... tapi tidak ada yang baru. apa yang dibutuhkan hanyalah perubahan, tapi mungkin itu terlalu berantakan untuk pemerintah 🤷‍♂️
 
kembali
Top