Kapitalisasi Pasar BUMN Lompat 20% Jadi Rp2.092 T, Telkom Jadi Juara Tertinggi
Di awal tahun ini, kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah membuat perubahan besar dalam dunia BUMN. Menurut laporan dari Tirto.id, kapitalisasi pasar (market cap) BUMN melonjak sebesar 20 persen atau Rp348 triliun sejak kehadiran BPI Danantara pada Februari 2025.
Dalam acara Telkom Click 2026 yang digelar Kamis (8/1/2026), CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa kapitalisasi perusahaan-perusahaan pelat merah itu di pasar saham melonjak dari sebelumnya Rp1.743 triliun pada akhir Februari 2025 menjadi Rp2.092 triliun di Desember 2025.
Salah satu emiten yang terkena dampak peningkatan ini adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu menjadi yang tertinggi dengan kapitalisasi Rp112 triliun. Menurut Rosan, peningkatan ini lantaran transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mendapat apresiasi dari investor.
"Buka-buka, kenaikan value dari Telkom ini adalah salah satu yang tertinggi, di pasar modal kita. Ini kenaikannya kurang lebih Rp 112 triliun," kata Rosan dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Dia juga menyampaikan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dan pelaku pasar terhadap arah transformasi perusahaan. "Kalau tidak ada Telkom, saya pasti ini tidak bisa tercapai," katanya.
Peningkatan ini menempatkan Telkom sebagai salah satu emiten dengan valuasi tertinggi di pasar modal Indonesia. Rosan juga mendorong perubahan mindset agar perusahaan dapat bersaing secara global, bukan hanya menjadi juara di dalam negeri.
Di awal tahun ini, kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah membuat perubahan besar dalam dunia BUMN. Menurut laporan dari Tirto.id, kapitalisasi pasar (market cap) BUMN melonjak sebesar 20 persen atau Rp348 triliun sejak kehadiran BPI Danantara pada Februari 2025.
Dalam acara Telkom Click 2026 yang digelar Kamis (8/1/2026), CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa kapitalisasi perusahaan-perusahaan pelat merah itu di pasar saham melonjak dari sebelumnya Rp1.743 triliun pada akhir Februari 2025 menjadi Rp2.092 triliun di Desember 2025.
Salah satu emiten yang terkena dampak peningkatan ini adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu menjadi yang tertinggi dengan kapitalisasi Rp112 triliun. Menurut Rosan, peningkatan ini lantaran transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mendapat apresiasi dari investor.
"Buka-buka, kenaikan value dari Telkom ini adalah salah satu yang tertinggi, di pasar modal kita. Ini kenaikannya kurang lebih Rp 112 triliun," kata Rosan dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Dia juga menyampaikan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dan pelaku pasar terhadap arah transformasi perusahaan. "Kalau tidak ada Telkom, saya pasti ini tidak bisa tercapai," katanya.
Peningkatan ini menempatkan Telkom sebagai salah satu emiten dengan valuasi tertinggi di pasar modal Indonesia. Rosan juga mendorong perubahan mindset agar perusahaan dapat bersaing secara global, bukan hanya menjadi juara di dalam negeri.