Kapitalisasi Pasar BUMN Lompat 20 Persen, Telkom Jadi Juara Tertinggi
Dalam beberapa bulan terakhir, kapitalisasi pasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melonjak secara signifikan. Menurut data yang diperbarui oleh Badan Pengelola Investasi Danantara, kapitalisasi pasar BUMN naik sebesar 20 persen atau Rp348 triliun sejak kehadiran BPI Danantara pada Februari 2025.
Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi emiten yang paling menonjol dengan peningkatan kapitalisasi pasar Rp112 triliun. Ini membuat Telkom menjadi salah satu perusahaan tervaluasi tertinggi di pasar modal Indonesia.
Menurut CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, peningkatan ini disebabkan oleh transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mendapatkan apresiasi dari investor. Peningkatan ini menempatkannya sebagai salah satu emiten dengan valuasi tertinggi di pasar modal Indonesia.
"Kenaikan value dari Telkom ini adalah salah satu yang tertinggi, di pasar modal kita. Ini kenaikannya kurang lebih Rp 112 triliun," kata Rosan dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Dengan peningkatan kapitalisasi pasar seperti ini, Rosan percaya bahwa kemajuan yang signifikan serta stabilitas nilai perusahaan di pasar modal mencerminkan optimisme untuk kelanjutan transformasi ke depan. Ia juga menekankan pentingnya perubahan mindset agar tidak hanya menjadi juara di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara global.
"Yuk, mindset-nya kita berubah. Yuk, kita tidak ingin hanya jadi juara di dalam negeri. Kita harus meningkatkan semuanya world class. Dari segi sumber daya manusianya, dari segi aturannya, administrasinya, cara kerjanya. Itu harus kita ubah," kata Rosan.
Dengan demikian, peningkatan kapitalisasi pasar BUMN ini menandakan kesuksesan dalam transformasi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah itu.
Dalam beberapa bulan terakhir, kapitalisasi pasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melonjak secara signifikan. Menurut data yang diperbarui oleh Badan Pengelola Investasi Danantara, kapitalisasi pasar BUMN naik sebesar 20 persen atau Rp348 triliun sejak kehadiran BPI Danantara pada Februari 2025.
Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi emiten yang paling menonjol dengan peningkatan kapitalisasi pasar Rp112 triliun. Ini membuat Telkom menjadi salah satu perusahaan tervaluasi tertinggi di pasar modal Indonesia.
Menurut CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, peningkatan ini disebabkan oleh transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mendapatkan apresiasi dari investor. Peningkatan ini menempatkannya sebagai salah satu emiten dengan valuasi tertinggi di pasar modal Indonesia.
"Kenaikan value dari Telkom ini adalah salah satu yang tertinggi, di pasar modal kita. Ini kenaikannya kurang lebih Rp 112 triliun," kata Rosan dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Dengan peningkatan kapitalisasi pasar seperti ini, Rosan percaya bahwa kemajuan yang signifikan serta stabilitas nilai perusahaan di pasar modal mencerminkan optimisme untuk kelanjutan transformasi ke depan. Ia juga menekankan pentingnya perubahan mindset agar tidak hanya menjadi juara di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara global.
"Yuk, mindset-nya kita berubah. Yuk, kita tidak ingin hanya jadi juara di dalam negeri. Kita harus meningkatkan semuanya world class. Dari segi sumber daya manusianya, dari segi aturannya, administrasinya, cara kerjanya. Itu harus kita ubah," kata Rosan.
Dengan demikian, peningkatan kapitalisasi pasar BUMN ini menandakan kesuksesan dalam transformasi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah itu.