Pandji Pragiwaksono, komika yang terkenal dengan gaya "stand up"nya, kembali menimbulkan kontroversi setelah mengomentari Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam pertunjukannya. Di salah satu materi, pandji menyebut ekspresi Gibran yang disampaikan seperti mengantuk.
Tapi siapa sangka, Dr. Tompi, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika, ikut berkomentar dengan mengecam pendekatan tersebut. Menurutnya, memertawakan kondisi fisik seseorang, termasuk Wapres Gibran, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.
Tompi berpendapat bahwa mengibarkan kondisi psikis siapapun sebagai bahan candaan bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Ia mengajak semua orang untuk meningkatkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak dipilih oleh pemiliknya.
Unggahan Tompi ini mendapatkan dukungan dari beberapa netizen, sementara ada juga yang menilai bahwa hanya membela Gibran karena menjadi pendukungnya.
Tapi siapa sangka, Dr. Tompi, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika, ikut berkomentar dengan mengecam pendekatan tersebut. Menurutnya, memertawakan kondisi fisik seseorang, termasuk Wapres Gibran, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.
Tompi berpendapat bahwa mengibarkan kondisi psikis siapapun sebagai bahan candaan bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Ia mengajak semua orang untuk meningkatkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak dipilih oleh pemiliknya.
Unggahan Tompi ini mendapatkan dukungan dari beberapa netizen, sementara ada juga yang menilai bahwa hanya membela Gibran karena menjadi pendukungnya.