Ada Apa dengan Tompi & Pandji Pragiwaksono Soal Wapres Gibran?

Tontonan komedi di Netflix yang berjudul "Mens Rea" kembali membuat kontroversi. Pada acara ini, panjang-panjangnya sang pembawa acara Pandji Pragiwaksono menyambut Wapres Gibran dengan memuji dia sebagai yang paling gemuk dan menikmati matahari. Namun, apa yang dilakukan oleh Wapres sendiri tidak disangka, karena kemudian ia mengunggah video dari acara tersebut di media sosial-nya.

Ternyata, kata-kata Pandji terdengar seperti dia memuji Gibran secara fisik. Karena itu, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika bernama dr Tompi memberikan klarifikasi mengenai kondisi Wapres tersebut. Ia mengatakan bahwa pernyataan Pandji merupakan ketidakcenderungan yang bisa dibawa oleh banyak orang.

Dari keterangan yang diunggah oleh Dr Tompi, mengetahui kondisi Wapres Gibran sebenarnya tidak seperti apa yang terlihat pada acara komedi tersebut. Ia juga memberikan pesan agar kita jangan membuat kondisi psikis siapa pun menjadi bahan candaan.
 
Wahhh 😂, aku penasaran banget sih apakah Wapres Gibran nyang serius-nya ngerasa gemuk dan enak matahari? 🤔 aku pikir itu tapi kalau Dr Tompi bilang kondisiya tidak seperti apa yang terlihat di acara komedi, maka aku jadi curious lagi 🤷‍♂️. Aku juga penasaran sih mengapa Wapres mengunggah video tersebut di media sosial-nya, aku pikir dia harus malu banget 😳. Dan aku setuju dengan Dr Tompi, kita tidak boleh membuat kondisi psikis seseorang menjadi bahan candaan 💔.
 
Aku rasa aku nggak suka banget kalau orang-orang bikin gokil kondisi orang lain hanya untuk bunuh laugh. Mau buat senyum, mau bikin cerita lucu, tapi jangan lupa cari kesabaran dan kepedulian ya! Wapres Gibran itu pasti merasa tidak nyaman kalau kata-kata Pandji disampaikan seperti itu 😕. Dr Tompi yang jujur bilang penting, kita harus waspada dengan apa yang kita katakan agar orang lain tidak terluka. Kita bisa membuat senyum tanpa harus membunuh psikis orang lain 🤗.
 
Oke deh, kamu tahu kalau aku udah liat video Wapres Gibran di media sosial-nya? Aku rasa si Pandji Pragiwaksono udah salah cari sasaran, tapi yang terjadi adalah Dr Tompi sebagai seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika yang jujur mengatakan bahwa pernyataan Wapres sebenarnya tidak seperti apa yang kalian lihat. Aku pikir kita harus lebih waspada dengan kata-kata kita, karena kadang kita nggak sadar kalau kita bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Jadi, jangan judes aja sih, tapi coba pikirkan apakah kata-kata kita benar-benar tepat atau tidak 🤔💡
 
Gue pikir ini bukan soal ketidakcenderungan dr Tompi, tapi soal politika yang dipasang telesiono Netflix 📺. Kalau benar Dr Tompi memberikan klarifikasi itu, tapi gue ragu apakah dia hanya melakukan promo iklan untuk dokter spesialis bedah plastik aja? 🤔

Gue pikir ini juga soal strategi PR yang dilakukan oleh Wapres Gibran sendiri. Ia memilih untuk mengunggah video itu di media sosial-nya, bukan hanya memberitahu publik tentang hal ini secara langsung. Maksudnya, ia ingin menunjukkan bahwa dia sudah siap dengan apapun yang dikatakan orang lain 😏.

Tapi, apa yang tidak gue ragu lagi adalah kalau ini soal ketegangan antara Wapres Gibran dan telesiono Netflix. Gue pikir mereka harus membicarakan ini secara langsung, bukan hanya menggunakan media sosial-nya 🤝.
 
Wah, kalau nggak ada orang yang bilang si Gibran paling gemuk di Indonesia, dia kudu beruntung! 🤣 Akan tapi, kalau dari video-nya sendiri, sebenarnya dia gini? Kalau seperti itu, kemungkinan besar Pandji juga ganti pikirannya. Tapi, kalau Dr Tompi bilang kondisi Gibran tidak mirip dengan apa yang terlihat di acara komedi tersebut... Hmm, saya rasa kita harus lebih berhati-hati saat ngobrol tentang orang lain. Jangan bikin seseorang menjadi bahan candaan ya! 🙏
 
kembali
Top