Komite Pengawas DPR AS Terancam Menghukum Bill dan Hillary Clinton atas Tuduhan Penguinaan Konseptuannya
Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dijadwalkan hadir untuk bersaksi dalam deposisi terbuka di depan komite pengawas DPR AS terkait investigasi kasus Jeffrey Epstein, yang dilatarbelakangi tuduhan penguina Konseptuannya. Pemungutan suara di komite telah disetujui untuk menahan keduanya atas dasar tindakan penguina tersebut.
Kedua mantan anggota presiden ini sempat menolak mematuhi panggilan saksi, yang mengakibatkan langkah hukum serius dari komite pengawas. Ketua DPR AS, Mike Johnson, secara terbuka mendukung upaya ini dan berkomitmen untuk segera membawa resolusi tersebut ke lantai dewan.
Pengacara keluarga Clinton meminta klarifikasi atas sikap komite yang menolak tawaran mereka untuk memberikan wawancara tertutup, mengatakan bahwa mereka tidak pernah menolak transkrip. Namun, juru bicara Bill Clinton membantah hal tersebut melalui media sosial X.
Pemungutan suara ini dilakukan setelah upaya negosiasi di balik layar gagal mencapai titik temu. Pihak Clinton sempat menawarkan alternatif berupa wawancara terbatas dengan pimpinan komite, namun tawaran itu ditolak mentah-mentah.
Jika pemungutan suara di sidang paripurna DPR berhasil, kasus ini akan dirujuk ke Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menentukan apakah akan dilanjutkan ke penuntutan pidana. Di tengah ketegangan ini, anggota Demokrat Robert Garcia mempertanyakan mengapa komite tidak bersikap agresif terhadap sosok lain yang terlibat, termasuk Donald Trump dan Ghislaine Maxwell.
Keluarga Clinton kini memiliki waktu dua minggu sebelum pemungutan suara final dilakukan di lantai DPR untuk mencapai kesepakatan baru dengan komite investigasi.
Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dijadwalkan hadir untuk bersaksi dalam deposisi terbuka di depan komite pengawas DPR AS terkait investigasi kasus Jeffrey Epstein, yang dilatarbelakangi tuduhan penguina Konseptuannya. Pemungutan suara di komite telah disetujui untuk menahan keduanya atas dasar tindakan penguina tersebut.
Kedua mantan anggota presiden ini sempat menolak mematuhi panggilan saksi, yang mengakibatkan langkah hukum serius dari komite pengawas. Ketua DPR AS, Mike Johnson, secara terbuka mendukung upaya ini dan berkomitmen untuk segera membawa resolusi tersebut ke lantai dewan.
Pengacara keluarga Clinton meminta klarifikasi atas sikap komite yang menolak tawaran mereka untuk memberikan wawancara tertutup, mengatakan bahwa mereka tidak pernah menolak transkrip. Namun, juru bicara Bill Clinton membantah hal tersebut melalui media sosial X.
Pemungutan suara ini dilakukan setelah upaya negosiasi di balik layar gagal mencapai titik temu. Pihak Clinton sempat menawarkan alternatif berupa wawancara terbatas dengan pimpinan komite, namun tawaran itu ditolak mentah-mentah.
Jika pemungutan suara di sidang paripurna DPR berhasil, kasus ini akan dirujuk ke Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menentukan apakah akan dilanjutkan ke penuntutan pidana. Di tengah ketegangan ini, anggota Demokrat Robert Garcia mempertanyakan mengapa komite tidak bersikap agresif terhadap sosok lain yang terlibat, termasuk Donald Trump dan Ghislaine Maxwell.
Keluarga Clinton kini memiliki waktu dua minggu sebelum pemungutan suara final dilakukan di lantai DPR untuk mencapai kesepakatan baru dengan komite investigasi.