AASI Siap Lakukan Standar Polis Asuransi Parametrik Bencana, Ingin Tidak Ada Perbedaan
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) telah mempersiapkan diri untuk meluncurkan standar polis asuransi parametrik bencana. Menurut Ketua Umum AASI, Rudy Kamdani, asuransi ini akan membantu meningkatkan kemampuan asuransi dalam menghadapi berbagai peristiwa bahaya yang dapat terjadi.
Dengan adanya standar polis asuransi parametrik, para pelaku asuransi diharapkan dapat menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Kami sudah menyiapkan parametrik itu. Makanya saya bilang di salah satu program kerja kami dari asosiasi syariah ini, menyiapkan policy yang standar. Jadi tidak ada perbedaan," kata Rudy.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya AASI untuk menjadi lebih proaktif dan inovatif dalam mengembangkan produk asuransi. "Tapi kami sudah mempersiapkan. Kita sudah menyiapkan polis-polisnya, standarisasi. Supaya sama. Jangan berbeda-beda. Tapi mudah-mudahan ada sesuatu yang baru tahun ini. Entah itu tahun ini atau tahun depan," ujarnya.
Selain itu, AASI juga tengah mengkaji penerapan asuransi parametrik untuk sektor pertanian. Menurut Rudy, langkah ini penting karena besarnya potensi Indonesia sebagai negara agraris. "Kadang-kadang kan kita hanya nunggu. Tapi sebenarnya kadang-kadang kita juga harus lebih inovatif. Apa sih potensi-potensi di Indonesia?" ujarnya.
Rudy menekankan bahwa selain edukasi kepada masyarakat, ketersediaan produk yang tepat juga menjadi kunci pengembangan asuransi di Tanah Air. "Jadi produk harus kita siapkan juga. Jangan kebanyakan sifatnya cuma asuransi jiwa, kendaraan motor. Tapi apa yang negara kita kan negara agraris. Ada yang bisa kita lakukan dengan membantu misalnya para petani dan segala macam. Nah itu juga bisa," jelasnya.
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) telah mempersiapkan diri untuk meluncurkan standar polis asuransi parametrik bencana. Menurut Ketua Umum AASI, Rudy Kamdani, asuransi ini akan membantu meningkatkan kemampuan asuransi dalam menghadapi berbagai peristiwa bahaya yang dapat terjadi.
Dengan adanya standar polis asuransi parametrik, para pelaku asuransi diharapkan dapat menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Kami sudah menyiapkan parametrik itu. Makanya saya bilang di salah satu program kerja kami dari asosiasi syariah ini, menyiapkan policy yang standar. Jadi tidak ada perbedaan," kata Rudy.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya AASI untuk menjadi lebih proaktif dan inovatif dalam mengembangkan produk asuransi. "Tapi kami sudah mempersiapkan. Kita sudah menyiapkan polis-polisnya, standarisasi. Supaya sama. Jangan berbeda-beda. Tapi mudah-mudahan ada sesuatu yang baru tahun ini. Entah itu tahun ini atau tahun depan," ujarnya.
Selain itu, AASI juga tengah mengkaji penerapan asuransi parametrik untuk sektor pertanian. Menurut Rudy, langkah ini penting karena besarnya potensi Indonesia sebagai negara agraris. "Kadang-kadang kan kita hanya nunggu. Tapi sebenarnya kadang-kadang kita juga harus lebih inovatif. Apa sih potensi-potensi di Indonesia?" ujarnya.
Rudy menekankan bahwa selain edukasi kepada masyarakat, ketersediaan produk yang tepat juga menjadi kunci pengembangan asuransi di Tanah Air. "Jadi produk harus kita siapkan juga. Jangan kebanyakan sifatnya cuma asuransi jiwa, kendaraan motor. Tapi apa yang negara kita kan negara agraris. Ada yang bisa kita lakukan dengan membantu misalnya para petani dan segala macam. Nah itu juga bisa," jelasnya.