Mengenai penyelesaian akses SPBU di Aceh, kata Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. 97 persen SPBU di Aceh telah berfungsi dengan baik, yaitu 151 SPBU yang sudah kembali beroperasi setelah memperbaiki infrastruktur di sekitar wilayah tersebut. Namun, masih ada lima SPBU yang belum sepenuhnya siap kembali beroperasi karena terbatas akses akibat kondisi infrastruktur yang belum pulih.
Meski demikian, kata Arya, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bagi masyarakat di Aceh tetap aman. Akses distribusi dari Integrated Terminal Lhokseumawe, ke Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie, Kuta Blang, Meureudu telah diperbaiki dan dapat dilalui.
Di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kata Arya, BBM sudah pulih 100 persen. Meski ada beberapa akses yang terputus, tetapi pasokan masih aman terkendali. Dengan demikian, kedua wilayah tersebut dapat berjalan dengan normal.
Dalam pernyataannya, Arya juga menjelaskan bahwa keadaan infrastruktur di Aceh masih belum sepenuhnya pulih. Namun, Pertamina telah melaksanakan penguatan di SPBU yang berada di sekitarnya sehingga pasokan dapat kembali normal.
Meski demikian, kata Arya, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bagi masyarakat di Aceh tetap aman. Akses distribusi dari Integrated Terminal Lhokseumawe, ke Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie, Kuta Blang, Meureudu telah diperbaiki dan dapat dilalui.
Di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kata Arya, BBM sudah pulih 100 persen. Meski ada beberapa akses yang terputus, tetapi pasokan masih aman terkendali. Dengan demikian, kedua wilayah tersebut dapat berjalan dengan normal.
Dalam pernyataannya, Arya juga menjelaskan bahwa keadaan infrastruktur di Aceh masih belum sepenuhnya pulih. Namun, Pertamina telah melaksanakan penguatan di SPBU yang berada di sekitarnya sehingga pasokan dapat kembali normal.