Sembilan Penerbangan Dialihkan Akibat Pesawat Latih TNI AL yang Tergelekir di Juanda
Sebuah insiden yang memicu ketakutan di kalangan pengguna jasa bandara. Pesawat latih TNI Angkatan Laut (AL) yang tergerak keliling pendaratan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, memaksa delapan pesawat lain melakukan pengalihan pendaratan kepada bandara lain.
"Seperti itu, empat penerbangan menuju Medan dan dua penerbangan menuju Manado akhirnya melakukan penyelesaian pendaratan di Bandara Adi Sumarmo, kota kekabilan dari Bandara Internasional Juanda," kata Muhammad Tohir, manajer jenderal bandara tersebut.
Kejadian ini menyebabkan sembilan pesawat terpaksa melakukan penyelesaian pendaratan di luar ruas, akibatnya terdampak pada arus lalu lintas udara. "Terdapat tiga penerbangan yang tidak bisa terbang ke tujuan asalnya," tambah Tohir.
Kejadian ini diduga disebabkan oleh pesawat latih TNI AL yang tergerak keliling pendaratan dan menyengat landasan pacu, sehingga memaksa pihak bandara untuk menutup ruas tersebut. "Puing-puing di atas landasan pacu masih belum sepenuhnya dibersihkan," kata Tohir.
Setelah pesawat latih selesai diluncurkan dan semua pekerjaan penyelesaian telah selesai, maka ruas tersebut baru dibuka lagi.
Sebuah insiden yang memicu ketakutan di kalangan pengguna jasa bandara. Pesawat latih TNI Angkatan Laut (AL) yang tergerak keliling pendaratan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, memaksa delapan pesawat lain melakukan pengalihan pendaratan kepada bandara lain.
"Seperti itu, empat penerbangan menuju Medan dan dua penerbangan menuju Manado akhirnya melakukan penyelesaian pendaratan di Bandara Adi Sumarmo, kota kekabilan dari Bandara Internasional Juanda," kata Muhammad Tohir, manajer jenderal bandara tersebut.
Kejadian ini menyebabkan sembilan pesawat terpaksa melakukan penyelesaian pendaratan di luar ruas, akibatnya terdampak pada arus lalu lintas udara. "Terdapat tiga penerbangan yang tidak bisa terbang ke tujuan asalnya," tambah Tohir.
Kejadian ini diduga disebabkan oleh pesawat latih TNI AL yang tergerak keliling pendaratan dan menyengat landasan pacu, sehingga memaksa pihak bandara untuk menutup ruas tersebut. "Puing-puing di atas landasan pacu masih belum sepenuhnya dibersihkan," kata Tohir.
Setelah pesawat latih selesai diluncurkan dan semua pekerjaan penyelesaian telah selesai, maka ruas tersebut baru dibuka lagi.