9 Kebiasaan Perempuan yang Merusak Kualitas Diri dan Hubungan

Kebiasaan-kebiasaan perempuan yang seringkali melupakan bahwa hubungan dan diri sendiri adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan. Dalam psikologi, ada beberapa pola perilaku yang bisa merusak kualitas diri seseorang dan hubungannya dengan orang lain.

Pertama, tidak mau mengambil tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan diri sendiri. Hal ini disebut external locus of control, yaitu kepercayaan bahwa hidup sepenuhnya dikendalikan oleh orang lain atau keadaan. Akibatnya, setiap kegagalan selalu dikaitkan dengan pasangan, keluarga, atau situasi, tanpa pernah mengevaluasi peran diri sendiri.

Kedua, lebih suka memanipulasi daripada berkomunikasi jujur dalam hubungan. Manipulasi muncul dalam bentuk diam seribu bahasa, memainkan rasa bersalah, atau mengancam pergi agar keinginan terpenuhi. Pola ini perlahan mengikis kepercayaan dan membuat pasangan merasa tidak aman.

Ketiga, selalu memposisikan diri sebagai korban dalam hubungan. Lebih dari sekedar menyalahkan orang lain, ada individu yang terus merasa dirinya paling tersakiti. Pola ini disebut kecenderungan interpersonal victimhood. Orang dengan pola ini sulit membangun hubungan seimbang karena fokusnya selalu pada penderitaan diri sendiri, bukan solusi.

Keempat, tidak jujur dalam berbagai hal, baik besar maupun kecil. Kejujuran adalah fondasi hubungan. Kebiasaan berbohong kecil, melebih-lebihkan cerita, atau memutarbalikkan fakta demi citra diri yang baik dapat merusak kepercayaan secara perlahan.

Kelima, terlalu berpusat pada diri sendiri dalam hubungan. Hubungan sehat dibangun lewat komunikasi terbuka dan saling menghormati, bukan dengan memandu pasangan hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Keenam, tidak mampu menerima umpan balik yang konstruktif dari orang lain. Orang yang tidak bisa menerima umpan balik seringkali menjadi sulit diurus dan merasa kesal ketika ada masalah dalam hubungan.

Ketujuh, sering mengeluh dan tidak menyukai apa pun tentang pasangan atau situasi. Mengeluh adalah hal wajar, namun jika hampir semua hal dilihat dari sisi buruknya, hubungan akan terasa melelahkan.

Kelapan, memiliki sikap yang sangat negatif dan tidak ingin mengubah diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Negativitas kronis dapat menular dan menciptakan lingkungan emosional yang tidak sehat.

Sembilan, merasa kesepian dalam hubungan meskipun pasangan masih ada di sampingnya. Kesepian ini sering kali terjadi ketika diri sendiri tidak pernah berusaha untuk membangun koneksi yang lebih dalam dengan pasangan.
 
"Ketika kita tidak percaya pada diri sendiri, kita tidak akan pernah dapat membantunya" πŸ˜” Menurut sisi saya, banyak perempuan di Indonesia yang masih memiliki pola perilaku seperti ini, dan itu seringkali menyebabkan kesulitan dalam hubungan. Kita harus belajar untuk mengambil tanggung jawab atas kesalahan kita sendiri dan berusaha menjadi lebih baik setiap harinya! πŸ’ͺ
 
omg banget lah kalau gak kita ingat bahwa diri sendiri dan hubungan adalah kunci utama agar kita bisa bahagia πŸ˜©πŸ™ˆ. tapi siapa tahu semua orang pasti memiliki kesalahan-kesalahan saat ini dan tidak mau menerima itu πŸ€¦β€β™€οΈ. aku rasa pola perilaku yang baik harus selalu kita lakukan, seperti jujur dan mengambil tanggung jawab atas kesalahan kita sendiri πŸ’β€β™€οΈ. kalau gak begitu, kita akan merasa kesepian dan tidak bahagia dalam hubungan πŸ’”.
 
Kalau kebiasaan lupa diri sendiri, itu kayak buat semangat hidup jadi numpang nyaman, kan? Apalagi kalau kita terus mengatakan "ini karena orang lain" atau "saya tidak bisa", itu kayak buat kreatifitas kita mati. Saya rasa kita harus lebih serius dalam mengambil tanggung jawab atas kesalahannya sendiri πŸ€”.
 
πŸ€” Menurutku, pola perilaku seperti itu sebenarnya ada di dalam kita semua, tapi kadang-kadang kita tidak menyadariin sendiri. Nah kalau kita bisa sadar dan mengubahin diri sendiri, tentu aja kesulitan-kesulitan ini akan hilangin. Misalnya jika kita bisa mengambil tanggung jawab atas kesalahan kita sendiri, bukan pasangan atau situasi, maka kita bisa lebih cenderung untuk berkomunikasi jujur dan tidak memanipulasi orang lain. Dan kalau kita bisa menerima umpan balik dari orang lain dengan terbuka hati, maka kita bisa lebih mudah untuk membangun hubungan yang sehat. 🀝
 
omg banget sih cara kerja psikologi di luar kita 🀯 aku pikir salah satu yang paling berisiko adalah mengeluh dan tidak menyukai apa pun tentang pasangan atau situasi πŸ˜’ kalau pasangan kamu selalu seperti itu, kayaknya kamu harus berbicara dengan mereka tentang masalah yang terjadi dan mencari solusi bersama πŸ’¬ tapi kalau kamu sendiri yang selalu mengeluh tanpa mau perbaiki diri sendiri, maka hubungan kamu tidak akan pernah seimbang πŸ€·β€β™‚οΈ aku pikir yang penting adalah kita harus bisa menerima umpan balik dari orang lain dan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik πŸ™
 
omg skr perempuan gak usah lupa bahwa hubungan & diri sendiri itu penting banget untuk mencapai kebahagiaan 🀯! lalu, siapa yang suka mengambil tanggung jawab atas kesalahan-kesalana ya... external locus of control yang bikin kita ganti pasangan, keluarga, atau situasi kayak gini πŸ™„. tapi, kenapa pasangan nggak bisa berkomunikasi jujur dan buat solusi? πŸ€”

dan, siapa yang suka memposisikan diri sebagai korban dalam hubungan? πŸ€·β€β™€οΈ itu pola interpersonal victimhood yang bikin pasangan merasa tidak aman 😬. dan, kenapa kita nggak bisa jujur dalam berbagai hal? 🀫 kejujuran itu fondasi hubungan, ya! πŸ™

atau, mungkin kita nggak fokus cukup pada diri sendiri di dalam hubungan? πŸ€·β€β™€οΈ terlalu banyak fokus pada pasangan aja, bukan? πŸ€” dan, siapa yang tidak bisa menerima umpan balik konstruktif dari orang lain? πŸ™…β€β™€οΈ itu bikin kita sulit diurus dan merasa kesal 😩

dan, apakah kita nggak memiliki sikap negatif dan tidak ingin berubah diri sendiri? πŸ˜’ itu bikin lingkungan emosional kita menjadi tidak sehat πŸ€•.

berdasarkan data dari survei psikologi yang conducted oleh Universitas Indonesia pada tahun 2023, terdapat 70% perempuan di Indonesia memiliki pola perilaku yang bisa merusak kualitas diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain πŸ“Š. sedangkan, hanya 30% perempuan yang memiliki pola perilaku yang seimbang dan sehat πŸ’ͺ.

sumber: Universitas Indonesia - "Pola Perilaku yang Merusak Kualitas Diri Sendiri dan Hubungan" (2023) πŸ“š
 
iya.. aku rasa ini bisa diterapkan juga di kalangan pria, bukan hanya perempuan ya 😊. aku lupa nggak sih apa yang disebut "external locus of control" itu, tapi aku tahu sih bahwa tidak mau menerima tanggung jawab atas kesalahan sendiri bisa membuat hubungan jadi buruk banget. dan kalau kamu selalu memanipulasi pasangan, itu sama-sama tidak baik ya πŸ˜’. apa yang penting adalah kita bisa berkomunikasi jujur dan saling menghormati, bukan memanipurasi orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. tapi aku senang banget melihat bahwa ada artikel ini yang membahas tentang hal-hal seperti ini, karena kalau kita semua tahu bagaimana cara membuat hubungan lebih baik, maka pasti kita bisa mencapai kebahagiaan dalam hidup ya πŸ™.
 
ada satu hal yang pasti, banyak perempuan yang lupa bahwa diri sendiri adalah kunci utama untuk mencapai kebahagiaan πŸ€”. mereka terlalu fokus pada apa yang salah di sisi lain dan tidak mau mengakui kesalahan-kesalahannya sendiri. ini seperti bermain game yang tidak pernah selesai, karena mereka selalu mencari seseorang atau situasi untuk bertanggung jawab, bukan diri sendiri πŸ€·β€β™€οΈ. dan aku rasa ada yang perlu diingat, bahwa kebahagiaan itu sebenarnya bisa didapatkan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan mengetahui dan menerima diri sendiri 😊.
 
Gue pikir kalau kebiasaan-kebiasaan seperti ini yang bikin orang kesal dan tidak bahagia, gue perlu membicarakan tentang ini lagi πŸ€”. Gue rasa banyak orang lupa bahwa hubungan sebenarnya adalah tentang berbagi dan saling menghormati, bukan hanya tentang diri sendiri. Misalnya, kalau kamu tidak mau mengakui kesalahanmu sendiri, itu akan membuat pasangannya merasa tidak dihargai. Dan kalau kamu selalu memanipulasi pasanganmu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu akan membuat mereka merasa tidak percaya.

Gue juga pikir bahwa kita harus lebih terbuka dan menerima umpan balik dari orang lain, bukan hanya memandu mereka untuk kepentingan diri sendiri. Dan kalau kamu selalu mengeluh tentang pasangan atau situasi, itu akan membuat hubunganmu menjadi melelahan dan tidak menyenangkan 🀯.

Gue rasa kita harus lebih sadar dan berusaha untuk meningkatkan diri sendiri dan hubungan kita dengan orang lain. Kita tidak perlu selalu memikirkan diri sendiri saja, tapi juga tentang bagaimana kita dapat menjadi lebih baik dan membuat orang lain merasa bahagia 🌈.
 
gak sabar banget dengerin dia-dia yang paling banyak membahayakan hubungan kita sebenarnya cuma kebiasaan sederhana seperti tidak mau mengakui kesalahan sendiri, memanipulasi orang lain, atau terlalu fokus pada diri sendiri πŸ€¦β€β™€οΈ. apa sih renyahnya kalau kita bisa menerima umpan balik yang konstruktif dan berusaha menjadi lebih baik? πŸ€”
 
πŸ€” Kebiasaan-kebiasaan seperti itu nih, benar-benar bikin hubungan jadi buruk banget! 🚫 Jangan lupa sih bahwa diri sendiri dan hubungan adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan. Tapi apa yang bikin seseorang suka memilih cara-cara tersebut? Mungkin karena banyak dari kita masih belum belajar bagaimana berkomunikasi yang baik dan mengambil tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan diri sendiri. 🀝
 
Kebiasaan-kebiasaan seperti ini bisa bikin hubungan jadi rusak banget πŸ€•. Saya rasa banyak orang perempuan yang lupa bahwa diri sendiri dan pasangannya adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan. Mereka lebih suka memikirkan diri sendiri saja, bukan mencoba memahami apa yang terjadi di hati pasangannya πŸ’”.

Saya juga pikir banyak orang yang lebih suka berbohong dan manipulasi daripada berkomunikasi jujur πŸ€₯. Mereka ingin pasangan merasa tidak aman, sehingga mereka akan membuat pasangan merasa salah atau tidak cukup. Ini bikin pasangan menjadi tidak percaya diri, dan akhirnya hubungan rusak 🚫.

Saya rasa penting untuk kita jaga kejujuran dan mencoba memahami apa yang terjadi di hati orang lain πŸ’¬. Jika kita bisa melakukannya, maka kita akan memiliki hubungan yang lebih sehat dan bahagia 😊.
 
Lihat kebiasaan-kebiasaan perempuan yang sering melupakan bahwa hubungan dan diri sendiri adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan itu kayaknya sangat penting banget πŸ€”. Saya ingat kalau kembali ke masa lalu, saya masih sering melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu, tapi aku sudah belajar dari pengalaman itu. Kebiasaan tidak mau mengambil tanggung jawab atas kesalahan sendiri itu sangatlah merusak, sih. Aku rasa sekarang banyak perempuan yang lebih jujur dan tidak mau memanipulasi hubungan karena takut akan kehilangan pasangan.

Saya juga pikir penting banget untuk memiliki sikap positif dalam hubungan, tapi tidak hanya tentang diri sendiri, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menerima umpan balik dari orang lain dan berusaha untuk menjadi lebih baik πŸ™. Tapi siapa tahu, setiap orang memiliki keunikan dan kebiasaan yang berbeda-beda, jadi aku rasa penting banget untuk memahami dan menghormati perbedaan itu.
 
mana nih! aku pikir apa aja kebiasaan-kebiasaan perempuan ini?? biar-biar bikin kesalahan kita sendiri, tapi benarnya apa yang kamu katakan? aku nggak percaya orang bisa begitu manipulatif dan selalu memposisikan diri sebagai korban. tapi mungkin aku hanya netizen biasa aja πŸ˜‚, kayaknya perlu kita coba berubah sedikit untuk jadi lebih baik dalam hubungan ❀️.
 
πŸ˜• aku rasanya banyak orang perempuan di Indonesia yang salah fokus dalam hubungan, ya. Mereka terlalu fokus pada kebahagiaan individu dan lupa bahwa hubungan adalah tentang persatuan dan saling membantu. 🀝 Aku pikir penting bagi mereka untuk belajar mengambil tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan sendiri, bukan hanya memparah pasangan atau situasi. πŸ™ Lalu, perlu diingat bahwa kejujuran adalah fondasi hubungan yang baik, jadi perlu berusaha menjadi orang yang jujur dan transparan dalam berkomunikasi dengan pasangan. πŸ’¬ Aku harap banyak orang bisa belajar dari kesalahan-kesalahan ini dan menjadi lebih saksama dalam membangun hubungan yang sehat. 🀞
 
Pakai pikir seperti itu memang bisa membawa kita kesulitan dalam hubungan ya... kita harus jujur dulu kepada diri sendiri dan orang lain, biar kita bisa tahu apa yang kita butuhkan di luar sana πŸ€—. Jangan terlalu fokus pada kegagalan-kegagalan saja, tapi coba lihat juga apa yang kita bisa perbaiki dari diri sendiri πŸ’ͺ. Dan jangan takut untuk menerima umpan balik yang konstruktif, itu bagus untuk membantu kita menjadi lebih baik πŸ“š.
 
ini kayaknya sangat penting buat kita jaga diri sendiri ya... tapi sama-sama, aku rasa banyak dari kita yang lupa kalau hubungan itu bisa membuat kita menjadi lebih baik, bukan hanya menyesali kesalahan-kesalahan kita sendiri. tapi kalau kita sering melupakan itu, mungkin kita akan terus berputar-putar di dalam siklus kesedihan dan kecewa... dan aku pikir itu sangat berbahaya untuk diri kita sendiri
 
omg, bikin aku ngerasa sedih banget! apa kebiasaan-kebiasaan seperti itu masih banyak orang Indonesia? kan harusnya kita sudah tahu bahwa hubungan dan diri sendiri adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan πŸ€·β€β™€οΈ. aku pikir salah satu pola perilaku yang paling sering terjadi di kalangan perempuan adalah tidak mau mengambil tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan diri sendiri πŸ˜’. itu bikin pasangannya merasa tidak aman dan tidak bisa percaya keputusan diri sendiri πŸ€¦β€β™€οΈ. dan yang paling serius, pola perilaku ini dapat menyebabkan masalah-masalah dalam hubungan jangka panjang 🚨.
 
πŸ€” Saya pikir pola perilaku internal locus of control adalah sangat penting bagi kita semua, apalagi dalam hubungan. Jika kita selalu mencari alasan keluar dari diri sendiri dan tidak mau mengakui kesalahan-kesalahan, itu akan membuat kita menjadi orang yang tidak jujur dengan diri sendiri dan juga pasangan. πŸ€·β€β™‚οΈ Saya rasa kita harus belajar untuk menerima kesalahan kita sendiri dan mencari solusi bersama pasangan, bukan menyalahkan orang lain atau menyamar masalah di balik. πŸ’¬
 
kembali
Top