Banyak Jenis Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi, Waspada!
Berikut adalah beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi dan perlu diperhatikan dalam konsumsi. Merkuri adalah zat beracun akibat pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm) memiliki tekstur daging yang tebal, lembut, dan gurih. Meski ikan ini banyak disukai, namun kandungan merkuri yang tinggi membuatnya harus dihindari.
Ikan Hiu (0,979 ppm) memiliki rasa yang kuat dan sering digunakan dalam masakan yang lezat, tetapi kandungannya pun sangat berbahaya.
Ikan King Mackerel (0,730 ppm) merupakan ikan predator laut yang menakutkan dengan ukuran besar dan berat rata-rata mencapai 40 kilogram. Meski menjadi favorit para pemancing, namun kandungan merkuri yang tinggi membuatnya tidak disarankan.
Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm) memiliki kandungan merkuri tertinggi di antara ikan lainnya karena durasi hidup yang lebih lama.
Ikan Orange Roughy (0,571 ppm) merupakan predator laut dengan umur yang bisa mencapai 150 tahun dan merupakan salah satu ikan bermerkuri tinggi.
Ikan Marlin (0,485 ppm) memiliki tekstur daging yang lembut dan juicy dengan rasa asam yang sedikit. Meski memiliki rasa unik dan aroma laut yang lezat, namun kandungannya tetap harus diwaspadai.
Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna (0,689 ppm) memiliki tubuh yang memanjang dan kekar dengan ukuran besar dan rasa dagingnya mirip dengan tuna lainnya. Namun, karena kandungan merkuri yang tinggi, maka perlu dihindari.
Ikan Baramundi atau Bass (0,167 ppm) terdiri dari dua jenis ikan yaitu bass timur dan bass barat. Meski memiliki kandungan merkuri sedang, tetapi konsumsi tetap perlu diperhatikan.
Ikan Tuna (0,350 ppm) beberapa jenis tuna seperti tuna albacore, memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi dan perlu diwaspadai dalam konsumsi sehari-hari.
Berikut adalah beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi dan perlu diperhatikan dalam konsumsi. Merkuri adalah zat beracun akibat pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm) memiliki tekstur daging yang tebal, lembut, dan gurih. Meski ikan ini banyak disukai, namun kandungan merkuri yang tinggi membuatnya harus dihindari.
Ikan Hiu (0,979 ppm) memiliki rasa yang kuat dan sering digunakan dalam masakan yang lezat, tetapi kandungannya pun sangat berbahaya.
Ikan King Mackerel (0,730 ppm) merupakan ikan predator laut yang menakutkan dengan ukuran besar dan berat rata-rata mencapai 40 kilogram. Meski menjadi favorit para pemancing, namun kandungan merkuri yang tinggi membuatnya tidak disarankan.
Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm) memiliki kandungan merkuri tertinggi di antara ikan lainnya karena durasi hidup yang lebih lama.
Ikan Orange Roughy (0,571 ppm) merupakan predator laut dengan umur yang bisa mencapai 150 tahun dan merupakan salah satu ikan bermerkuri tinggi.
Ikan Marlin (0,485 ppm) memiliki tekstur daging yang lembut dan juicy dengan rasa asam yang sedikit. Meski memiliki rasa unik dan aroma laut yang lezat, namun kandungannya tetap harus diwaspadai.
Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna (0,689 ppm) memiliki tubuh yang memanjang dan kekar dengan ukuran besar dan rasa dagingnya mirip dengan tuna lainnya. Namun, karena kandungan merkuri yang tinggi, maka perlu dihindari.
Ikan Baramundi atau Bass (0,167 ppm) terdiri dari dua jenis ikan yaitu bass timur dan bass barat. Meski memiliki kandungan merkuri sedang, tetapi konsumsi tetap perlu diperhatikan.
Ikan Tuna (0,350 ppm) beberapa jenis tuna seperti tuna albacore, memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi dan perlu diwaspadai dalam konsumsi sehari-hari.