Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperpanjang masa status tanggap darurat bencana selama tujuh hari lagi. Hal ini karena kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan intensif. Delapan desa terisolasi di Kecamatan Linge dan Ketol belum pulih dari dampak banjir sebelumnya.
Dua kecamatan tersebut, yaitu Linge dan Ketol, masih memiliki akses transportasi yang terputus. Di Linge, terdapat lima desa yang terdampak: Kampung Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kutenireje, dan Kampung Reje Payung. Sementara itu di Ketol, terdapat tiga desa yang masih terisolasi: Kampung Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk.
Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan jembatan yang belum tertangani secara permanen. Akses jalan darat masih terputus dan harus menggunakan kawat sling untuk mengakses desa-desa tersebut. Hal ini berdampak langsung pada distribusi bantuan bagi warga terdampak, sehingga logistik bantuan harus dikirimkan melalui jalur udara.
Selain itu, potensi bencana susulan masih menjadi perhatian serius. Curah hujan yang terus meningkat di wilayah Aceh Tengah berisiko memicu terjadinya banjir dan longsor lanjutan. Oleh karena itu, status tanggap darurat tetap diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta percepatan penanganan di wilayah terdampak.
Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya mengatasi dampak banjir yang masih mempengaruhi warga di daerah tersebut.
Dua kecamatan tersebut, yaitu Linge dan Ketol, masih memiliki akses transportasi yang terputus. Di Linge, terdapat lima desa yang terdampak: Kampung Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kutenireje, dan Kampung Reje Payung. Sementara itu di Ketol, terdapat tiga desa yang masih terisolasi: Kampung Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk.
Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan jembatan yang belum tertangani secara permanen. Akses jalan darat masih terputus dan harus menggunakan kawat sling untuk mengakses desa-desa tersebut. Hal ini berdampak langsung pada distribusi bantuan bagi warga terdampak, sehingga logistik bantuan harus dikirimkan melalui jalur udara.
Selain itu, potensi bencana susulan masih menjadi perhatian serius. Curah hujan yang terus meningkat di wilayah Aceh Tengah berisiko memicu terjadinya banjir dan longsor lanjutan. Oleh karena itu, status tanggap darurat tetap diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta percepatan penanganan di wilayah terdampak.
Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya mengatasi dampak banjir yang masih mempengaruhi warga di daerah tersebut.