Pergerakan saham di pasar Indonesia hari ini mengejutkan para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah, mencapai level 7.922,73. Ini merupakan perubahan sebesar 4,88 persen dibandingkan dengan perdagangan Senin lalu.
Kondisi pasar menjadi merah kembali setelah beberapa hari bertahan di zona biru. Pergerakan saham yang mengejutkan ini disebabkan oleh penurunan harga saham di sektor industri dasar, termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti PT Adira Dinamo Dunia (ADRO) dan PT WIBO Cahaya Abadi (WIBO). Mereka turun sebesar 10,6 persen.
Selain itu, sektor energi juga mengalami penurunan harga saham, terutama di kalangan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri minyak dan gas. Perusahaan seperti PT Pertamina (PERT) dan PT Chandra Asri Prakarsa (CKAR) melemah sebesar 7,89 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur juga terkena dampak penurunan harga saham, terutama di kalangan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri konstruksi. Perusahaan seperti PT Wibrawinindo Pratama (WIBR) dan PT Gaya Baru Sukses Abadi (GBAS) melemah sebesar 6,27 persen.
Pada sisi lain, sektor properti tetap stabil dengan penurunan harga saham sebesar 6,21 persen. Namun, perusahaan-perusahaan di dalamnya masih terkena dampak dari kebijakan moneter yang ketat.
Dalam rangkaian perdagangan ini, ada 58 saham yang menguat, 720 saham yang melemah, dan 36 saham yang stagnan. Aktivitas perdagangan di bursa juga menjadi aktif dengan transaksi sebesar Rp49,96 triliun melalui 2.948.937 transaksi.
Kondisi pasar menjadi merah kembali setelah beberapa hari bertahan di zona biru. Pergerakan saham yang mengejutkan ini disebabkan oleh penurunan harga saham di sektor industri dasar, termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti PT Adira Dinamo Dunia (ADRO) dan PT WIBO Cahaya Abadi (WIBO). Mereka turun sebesar 10,6 persen.
Selain itu, sektor energi juga mengalami penurunan harga saham, terutama di kalangan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri minyak dan gas. Perusahaan seperti PT Pertamina (PERT) dan PT Chandra Asri Prakarsa (CKAR) melemah sebesar 7,89 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur juga terkena dampak penurunan harga saham, terutama di kalangan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri konstruksi. Perusahaan seperti PT Wibrawinindo Pratama (WIBR) dan PT Gaya Baru Sukses Abadi (GBAS) melemah sebesar 6,27 persen.
Pada sisi lain, sektor properti tetap stabil dengan penurunan harga saham sebesar 6,21 persen. Namun, perusahaan-perusahaan di dalamnya masih terkena dampak dari kebijakan moneter yang ketat.
Dalam rangkaian perdagangan ini, ada 58 saham yang menguat, 720 saham yang melemah, dan 36 saham yang stagnan. Aktivitas perdagangan di bursa juga menjadi aktif dengan transaksi sebesar Rp49,96 triliun melalui 2.948.937 transaksi.