Bulan Desember lalu, seorang pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan pergi ke Gunung Slamet untuk mencoba tantang diri. Namun, dia tidak sampai di puncak gunung dan hilang berselamat. Kini, 70 anggota tim SAR dan relawan Semarang kembali mengerahkan diri untuk mencari tahu apakah ada tanda-tanda Syafiq masih hidup di dalam hutan. Mereka akan bergerak ke seluruh jalur pendakian dan memastikan bahwa semua jalan yang bisa dia lakukan sudah diperiksa.
Pada Jumat (27/12), Syafiq Ali mulai mendaki gunung bersama teman seberangannya, Himawan Choidar Bahran. Mereka naik melalui jalur pendakian Dipajaya-Clekatakan di Pemalang. Namun, saat itu dia tidak sempat selesai dari penyesaian yang dialaminya dan hilang. Dia ditemukan oleh tim SAR pada Selasa (30/12) saat masih berada di puncak gunung, tetapi syafiq razan hingga hari ini belum ditemukan.
Mengenai alasan mengapa tim SAR tidak bisa langsung mencari tahu Syafiq Ali karena kondisi cuaca yang cerah. Namun, mereka memutuskan untuk mengerahkan 70 orang dan relawan yang memiliki kualifikasi dan spesifikasi untuk melakukan pencarian. Mereka akan melakukan penyapuan ke jalur puncak aliran air batas vegetasi, serta melakukan penyisiran di pos tiga dan lima.
Pada Jumat (27/12), Syafiq Ali mulai mendaki gunung bersama teman seberangannya, Himawan Choidar Bahran. Mereka naik melalui jalur pendakian Dipajaya-Clekatakan di Pemalang. Namun, saat itu dia tidak sempat selesai dari penyesaian yang dialaminya dan hilang. Dia ditemukan oleh tim SAR pada Selasa (30/12) saat masih berada di puncak gunung, tetapi syafiq razan hingga hari ini belum ditemukan.
Mengenai alasan mengapa tim SAR tidak bisa langsung mencari tahu Syafiq Ali karena kondisi cuaca yang cerah. Namun, mereka memutuskan untuk mengerahkan 70 orang dan relawan yang memiliki kualifikasi dan spesifikasi untuk melakukan pencarian. Mereka akan melakukan penyapuan ke jalur puncak aliran air batas vegetasi, serta melakukan penyisiran di pos tiga dan lima.