Hari ini, 70 orang sukarelawan dan relawan Basarnas Semarang kembali mengerahkan diri untuk mencari seorang pendaki yang hilang di Gunung Slamet. Pencarian ini dilakukan setelah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Keluarga Syafiq ini mengizinkan mereka ikut mencari anaknya yang diperkirakan masih tersesat di gunung.
Tim SAR Basarnas Semarang sudah mempertimbangkan banyak kemungkinan dan mengkhususkan diri pada personel atau sukarelawan yang sudah memiliki kualifikasi dan spesifikasi. Mereka bergerak dengan 4 tim untuk melakukan pencarian yang dimulai dari basecamp pada pukul 07.00 WIB.
Menurut staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, tim ini sudah sampai di pos pertama jalur pendakian. Mereka juga mempertimbangkan keamanan cuaca dan kondisi jalur pendakian, sehingga mengizinkan keluarga Syafiq untuk ikut mencari anaknya yang diperkirakan masih tersesat.
Pencarian ini diharapkan selesai dalam dua hari.
Tim SAR Basarnas Semarang sudah mempertimbangkan banyak kemungkinan dan mengkhususkan diri pada personel atau sukarelawan yang sudah memiliki kualifikasi dan spesifikasi. Mereka bergerak dengan 4 tim untuk melakukan pencarian yang dimulai dari basecamp pada pukul 07.00 WIB.
Menurut staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, tim ini sudah sampai di pos pertama jalur pendakian. Mereka juga mempertimbangkan keamanan cuaca dan kondisi jalur pendakian, sehingga mengizinkan keluarga Syafiq untuk ikut mencari anaknya yang diperkirakan masih tersesat.
Pencarian ini diharapkan selesai dalam dua hari.