7 Wilayah yang Berpotensi Diintervensi AS usai Venezuela

Panggung geopolitik semakin dipenuhi kerakatan kekuatan besar-besaran. Setelah operasi militer yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Presiden AS Donald Trump kembali memperbarui taktik terorinya di dunia. Dengan retorika yang semakin tajam dan tindakan luar biasa, kekhawatiran baru timbul soal langkah-langkah berikutnya AS ambil alih di belahan bumi barat.

Dalam beberapa dekade terakhir, peristiwa global memang kembali diterpa dengan intensitas yang meningkat. Amerika Serikat menjadi negara yang paling berpengaruh, seringkali mengambil alih peran sebagai pemimpin dunia. Hal ini, pada dasarnya, merupakan hasil dari kekuatan ekonomi dan militer AS.

Dengan Doktrin Monroe, AS memperingatkan Eropa untuk tidak melakukan kolonisasi atau campur tangan di Belahan Bumi Barat. Pada awalnya dikemukakan pada tahun 1823 oleh Presiden AS John Quincy Adams, namun secara resmi dideklarasikan di Kongres AS pada tahun 1823 dan kemudian ditetapkan kembali dalam Undang-Undang Monroe tahun 1848.

Doktrin Monroe berdasarkan pada pernyataan bahwa wilayah Amerika Selatan tidak lagi menjadi wilayah pemerintahan Eropa. Menurutnya, wilayah tersebut dianggap sebagai bagian dari kepentingan AS yang telah jadi, jadi setiap usaha negara lain untuk menguasainya akan melanggar hukum internasional.

Sejak Presiden Donald Trump kembali terlibat dalam operasi militer di Venezuela, kemungkinan doktrin Monroe diperselubungi semakin kuat. Amerika Serikat menarik perhatian dari berbagai negara, termasuk beberapa wilayah yang berpotensi diintervensi AS usai Venezuela.

Tinggi kekhawatiran terhadap doktrin ini adalah karena berbagai negara berdaulat lainnya tidak ingin menjadi target Amerika Serikat. Jika diteruskan, aksi ini akan semakin memicu ketegangan dengan pihak-pihak yang tidak setuju.

Dalam rangka menemukan wadah untuk memecahkan masalah tersebut, berikut beberapa wilayah yang memiliki kemungkinan diintervensi AS usai Venezuela.

**1. Greenland**
Pulau besar ini kembali menjadi sorotan Donald Trump. Menurut presiden AS, Amerika Serikat "membutuhkan" pulau ini untuk alasan keamanan nasional di kawasan Arktik. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan penggantian beliau diperkirakan mengakibatkan ketegangan dengan Rusia dan Cina yang semakin aktif di perairan sekitar Greenland.

Ketegasan AS ini jelas menimbulkan kekhawatiran terhadap Denmark dan sekutu NATO lainnya, yaitu bahwa Greenland bukan untuk dijual dan setiap usaha aneksasi akan melanggar hukum internasional.

**2. Iran**
Pasangan kerja antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas akibat gelombang demonstrasi besar di Iran dan pernyataan Trump yang mengancam akan menjatuhkan hukuman berat jika pemerintah Iran melakukan pembunuhan massal terhadap demonstran. Meskipun tidak secara tegas menyatakan rencana invasi, retorika ini membuka pintu bagi tekanan atau intervensi militer jika situasi dalam negeri Iran dianggap mengancam kepentingan AS.

**3. Kolombia**
Presiden AS menuduh pemerintahan Kolombia terlibat dalam produksi dan perdagangan kokain ke Amerika Serikat. Trump bahkan mengatakan bahwa operasi militer terhadap Kolombia “kedengarannya bagus” bagi dirinya ketika ditanya wartawan.

**4. Kuba**
Kuba kembali disebut-sebut oleh Trump sebagai negara yang “gagal” dan berada di ambang kehancuran setelah hilangnya dukungan ekonomi dari Venezuela.

**5. Kanada**
Hubungan perdagangan antara AS dan Kanada memanas sejak Donald Trump menaikkan tarif impor tinggi sebesar 35 persen terhadap Kanada dan menimbulkan ancaman penghentian negosiasi dagang usai iklan anti-tarif AS muncul di Ontario.

**6. Terusan Panama**
Amerika Serikat berusaha merebut kembali Terusan Panama, baik melalui pembelian saham atau tekanan lain meskipun ditentang pemerintah Panama sendiri.

**7. Meksiko**
Retorika Trump terhadap Meksiko semakin tajam setelah ia menuduh negara tersebut dikuasai kartel narkoba dan menyatakan bahwa Presiden Claudia Sheinbaum tidak dapat mengendalikan negaranya.

Pernyataan dan tindakan baru dari pemerintahan AS memberi gambaran yang jelas akan peningkatan retorika agresif di panggung global. Hal ini semakin memicu ketegangan dengan berbagai negara, baik secara langsung maupun tidak langsung.
 
Pikiran saya sedang berayem-ayem setelah membaca kabar itu 🤯. Kalau asal dari Amerika Serikat untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, apa yang terikutnya? Mereka akan ambil alih di wilayah lain ya? Semua tentang strategi dan kepentingan mereka bukan?

Kalau sebenarnya ada kemungkinan AS akan mengintervensi di Greenland atau Iran, itu berarti apa kemanapun mereka melanggar batasan negara yang lain, seperti Denmark atau Cina. Siapa lagi yang akan menjadi korban dari kepentingan Amerika Serikat?

Dan apa pun yang terjadi, kita harus waspada dan tidak boleh terjebak dalam ketegangan geopolitik ini 🚨. Maka dari itu, penting untuk tetap fokus pada hal-hal yang sebenarnya dan tidak tergoda oleh rencana-rencana mereka yang bisa saja justru membuat situasi semakin buruk 💥.
 
😕 Aku pikir gak usah lagi dipikirkan tentang doktrin Monroe itu, kan? Tiba-tiba AS kembali memperkenalkan taktik teror yang lebih tajam dan intens. Kekhawatiran dari negara-negara lain itu wajar banget! Siapa bilang kalau AS tidak akan mengambil alih peran sebagai pemimpin dunia? 🤯

Aku ingat saat-saat sebelumnya, ketika AS masih menggunakan doktrin Monroe untuk memperingatkan Eropa tentang tidak melakukan kolonisasi di Amerika Selatan. Tapi kini, AS lagi-lagi menunjukkan tindakan yang tidak stabil dan tidak bijak. Kita harus lebih waspada dalam mengikuti perkembangan ini, ya! 🚨
 
aku pikir kalau gini terjadi kembali dalam 20 tahun ke depan nanti kita akan jadi netizen yang lebih berpengalaman 🙏 dan bisa membantu orang lain dari hasil pengalaman belajar dari kesalahan-kesalahan kami sendiri. tapi kayaknya masih banyak hal yang perlu dikuasai terutama mengenai bagaimana cara berbicara dengan teman-teman kita secara online agar tidak ada kesalahpahaman 🤔.

kita harus lebih berhati-hati saat membahas topik-topik sensitif seperti geopolitik dan militer. kita harus coba memahami perspektif orang lain sebelum mengeksprimkan pendapat kami sendiri 💡.
 
Aku pikir Trump benar-benar tidak tahu apa arti "keamanan nasional" buat siapa-siapa... 🤣 Mending fokus pada masalah-masalah dalam negerinya sendiri, ya? Dan bukannya AS yang harus khawatir tentang keberlanjutan eksploitasi sumber daya Amerika Selatan dan Asia Tenggara? 😒
 
karena kenyataannya Amerika serikat sudah terlalu banyak memanfaatkan kekuatan ekonomi dan militernya untuk mengeksploitasi wilayah-wilayah di belahan bumi barat, mulai dari Doktrin Monroe hingga aksi militer yang semakin mengancam keberadaan negara-negara lain. siapa tahu apa yang mereka cari benar-benar?
 
Kalau kira-kira kapan AS itu mau relaks aja dari geopolitiknya ya... selama ini AS seperti ngobrol sendiri, nanti siapa yang kecewa? 😒🤯 Kadang aku pikir Amerika Serikat lebih fokus pada ekonomi daripada keamanan nasional. Dulu kayaknya punya sistem demokrasi yang stabil, kini kayaknya tidak ada lagi... 🤔
 
aku lagi-lagi terkesan dengan strategi Donald Trump 🤯! dia benar-benar kreatif dalam menciptakan keraguan dan ketidakpastian di kalangan negara-negara lain. tapi apa yang aku lakukan? aku hanya berharap AS tidak mengambil alih peran sebagai pemimpin dunia lagi, karena itu akan membuat kehidupan kita di Asia Tenggara menjadi semakin sulit 🤕.

tapi sayangnya, aku tahu bahwa strategi ini akan terus digunakan oleh AS untuk mencapai tujuannya. dan aku juga tidak bisa membantah kalau Amerika Serikat memang memiliki kekuatan ekonomi dan militer yang luar biasa 💸🔥. tapi apa yang aku harapkan adalah bahwa negara-negara lain akan lebih bijak dalam menghadapi tekanan dari AS, dan tidak terlalu mudah untuk diintervensi oleh AS 🤞.

oh iya, aku juga penasaran dengan reaksi dari Rusia dan Cina terhadap kekhawatiran ini. apakah mereka akan tetap menjaga neutralitas mereka? atau mungkin akan mulai berintervensi sendiri untuk melindungi kepentingan mereka? 🤔👀
 
Panggung geopolitik semakin seru banget, tapi aku pikir apa yang dibawa oleh Amerika Serikat bukanlah kebaikan dan kebijaksanaan. Kekhawatiran terhadap aksi AS memang perlu diperhatikan, tapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal lain yang bisa berdampak besar. Seperti itu, ada niatan untuk mengambil alih peran sebagai pemimpin dunia kembali? Aku masih ragu-ragu dan tidak percaya sama sekali 😒
 
aku pikir kira-kira kalau america serikat itu punya niat utama untuk mengintervensi wilayah-wilayah tersebut itu itu bukan hanya karena kekhawatiran akan Venezuela tapi juga karena ingin memperkuat posisi mereka sebagai negara yang paling berpengaruh di dunia 🤔. toh kalau america serikat itu punya niat utama untuk mengintervensi wilayah-wilayah tersebut itu itu artinya mereka ingin menunjukkan bahwa mereka masih kuat dan bisa mengontrol apa yang mereka inginkan 💪.

dan aku pikir kalau kalau pemerintah amerika serikat tidak bisa mengatur diri sendiri maka mungkin perlu ada seseorang yang lebih bijak dari Donald Trump untuk memimpin negara Amerika serikat 🙏. toh kalau orang itu bisa berbicara dengan lebih santai dan tidak terlalu agresif dalam berkomunikasi dengan negara-negara lain mungkin kita tidak akan melihat banyak konflik antar negara 💬.

dan aku pikir kalau kalau semua negara di dunia bisa berbicara dengan lebih baik dan saling menghormati keberbedaan masing-masing maka kita tidak akan melihat konflik-konflik seperti ini terjadi lagi 🤝. toh kalau kita semua bisa hidup dalam persamaan dan menghargai keberbedaan masing-masing maka kita dapat memiliki dunia yang lebih harmonis 🌎.
 
Hehe, sepertinya Amerika Serikat kembali menunjukkan "kuasa" nya dengan banyak operasi militer yang terjadi di berbagai belahan dunia 🌎. Tapi, ya, kita bisa lihat bahwa ini bukanlah hal yang baru. Amerika Serikat selalu memiliki peran sebagai pemimpin dunia, dan itu memang harus dihargai 💪.

Namun, apa yang membuat saya khawatir adalah ketika kekuatan besar seperti AS mulai menunjukkan taktik teror mereka 🤖. Itu bukanlah cara yang baik untuk mencapai kesepakatan dan kerja sama internasional. Mungkin kita harus lebih sabar dan mencoba membantu mereka untuk melihat kebaikan dalam kehidupan lainnya 🙏.

Dan, oh ya, saya juga senang melihat bahwa ada banyak negara lain yang tidak ingin menjadi target AS 😊. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan adil bagi semua orang di seluruh dunia 🌈.
 
aku rasa kayaknya AS lagi-lagi ingin bikin kerumunan di dunia barat. kayaknya kayak Trump, kalau tidak ada masalah, dia akan menciptakan masalah sendiri hehe 🤣

dari yang saya lihat, Amerika Serikat kembali memperbarui taktik terorinya. sapa sih yang mau jadi target AS? kayaknya semua negara harus hati-hati dengan kekuasaan AS ya 🙏

doktrin Monroe kayaknya masih relevan banget di era ini. tapi, apakah AS benar-benar ingin memperbarui peran sebagai pemimpin dunia? kayaknya tidak ada jawabannya hehe

siapa sih yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan? kayaknya kita harus tetap waspada dan hati-hati dengan kekuasaan AS ya 😬
 
kembali
Top