Kampung Nelayan Merah Putih terus terfokus di Jawa, ada 65 kampung dan hanya 3 penyuluh di pulau lainnya.
Menurut Luthfian Haekal, Human Right Manager Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, program Kampung Nelayan Merah Putih masih sangat fokus pada daerah-daerah Jawa hingga saat ini. Hal ini bisa dilihat dari data survei yang dilakukan oleh DFW pada bulan Oktober-November 2025.
Menurut Haekal, total ada 65 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia, tetapi masih banyak kampung yang belum memiliki penyuluh. Bahkan, satu-satu saja dari Kampung Nelayan di pulau lainnya seperti Kalimantan dan Papua hanya memiliki beberapa penyuluh.
Jika dibandingkan dengan jumlah penyuluh di Jawa, maka ada penyesuaian yang sangat besar. Di Jawa sendiri, satu kampung punya 3-4 penyuluh, tetapi daerah-daerah lainnya seperti Papua dan Kalimantan hanya memiliki satu penyuluh saja.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih fokus pada pembangunan di daerah Jawa yang sudah mapan. Bahkan, masih banyak dari masyarakat desa di luar Jawa yang belum mendapatkan perhatian yang cukup untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kemampuan mereka.
Hal ini juga menunjukkan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya mengurangi pengangguran nelayan, tetapi juga harus memperbaiki akses logistik dan fasilitas lainnya yang masih terbatas di daerah-daerah tersebut.
Menurut Luthfian Haekal, Human Right Manager Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, program Kampung Nelayan Merah Putih masih sangat fokus pada daerah-daerah Jawa hingga saat ini. Hal ini bisa dilihat dari data survei yang dilakukan oleh DFW pada bulan Oktober-November 2025.
Menurut Haekal, total ada 65 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia, tetapi masih banyak kampung yang belum memiliki penyuluh. Bahkan, satu-satu saja dari Kampung Nelayan di pulau lainnya seperti Kalimantan dan Papua hanya memiliki beberapa penyuluh.
Jika dibandingkan dengan jumlah penyuluh di Jawa, maka ada penyesuaian yang sangat besar. Di Jawa sendiri, satu kampung punya 3-4 penyuluh, tetapi daerah-daerah lainnya seperti Papua dan Kalimantan hanya memiliki satu penyuluh saja.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih fokus pada pembangunan di daerah Jawa yang sudah mapan. Bahkan, masih banyak dari masyarakat desa di luar Jawa yang belum mendapatkan perhatian yang cukup untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kemampuan mereka.
Hal ini juga menunjukkan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya mengurangi pengangguran nelayan, tetapi juga harus memperbaiki akses logistik dan fasilitas lainnya yang masih terbatas di daerah-daerah tersebut.