Harian Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Ini Langkah Mencegahnya!
Hingga saat ini tercatat 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K di Tanah Air. Kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Dalam rangka mencegah penyebaran super flu ini, kelompok usia 1-10 tahun menjadi fokus utama. Pasien perempuan mencakup sekitar 64% dari keseluruhan temuan, yang menunjukkan bahwa wanita dan anak-anak sangat rentan terhadap infeksi ini.
Menurut Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) dari IDAI, ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan orang tua agar anak terhindar dari infeksi super flu. Pertama, konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dari orang yang sakit, serta melakukan imunisasi influenza terutama untuk balita.
Selain itu, Nastiti juga menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Bila tidak tersedia, hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif pembersih tangan. Anak dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat, cukup minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Orang tua jua diminta segera membawa anak ke dokter apabila gejala semakin berat atau muncul tanda bahaya tertentu. Penerapan etika batuk dengan menutup mulut juga menjadi bagian penting dalam mencegah penularan.
Terakhir, vaksin influenza rutin bagi anak-anak direkomendasikan. Meski subclade K disebut memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif menekan risiko infeksi dan menurunkan tingkat keparahan gejala.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat membantu mencegah penyebaran super flu di Indonesia.
Hingga saat ini tercatat 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K di Tanah Air. Kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Dalam rangka mencegah penyebaran super flu ini, kelompok usia 1-10 tahun menjadi fokus utama. Pasien perempuan mencakup sekitar 64% dari keseluruhan temuan, yang menunjukkan bahwa wanita dan anak-anak sangat rentan terhadap infeksi ini.
Menurut Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) dari IDAI, ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan orang tua agar anak terhindar dari infeksi super flu. Pertama, konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dari orang yang sakit, serta melakukan imunisasi influenza terutama untuk balita.
Selain itu, Nastiti juga menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Bila tidak tersedia, hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif pembersih tangan. Anak dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat, cukup minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Orang tua jua diminta segera membawa anak ke dokter apabila gejala semakin berat atau muncul tanda bahaya tertentu. Penerapan etika batuk dengan menutup mulut juga menjadi bagian penting dalam mencegah penularan.
Terakhir, vaksin influenza rutin bagi anak-anak direkomendasikan. Meski subclade K disebut memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif menekan risiko infeksi dan menurunkan tingkat keparahan gejala.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat membantu mencegah penyebaran super flu di Indonesia.