Kota Serang, Banten mengalami banjir pada Selasa (12/1/2026) karena hujan ekstrem. Sebanyak 556 rumah terendam dan 1.690 jiwa terdampak akibat banjir tersebut. Sebagai informasi terkini, beberapa lokasi sudah berangsur surut, namun masih ada beberapa wilayah yang airnya belum surut.
Banjir ini mengguyur enam kecamatan di Kota Serang yaitu Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan. Ketinggian air bervariasi dari 30 hingga 105 sentimeter. Selain itu, ada pula sembilan kejadian rumah roboh akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Minggu (11/1) hingga Senin (12/1).
BPBD Kota Serang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, khususnya warga yang bermukim di wilayah rawan bencana. Warga di wilayah rawan bencana agar tetap berhati-hati dan pengguna jalan di daerah rawan longsor dan pohon tumbang juga diminta tetap waspada.
Dampak keseluruhan dari banjir ini adalah 532 KK / 1.690 jiwa terdampak, 556 rumah terendam, 10 rumah rusak, dan 114 jiwa mengungsi. Ada satu fasum (Ponpes Riyadul Barokah) yang terkena dampak banjir.
Banjir ini mengguyur enam kecamatan di Kota Serang yaitu Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan. Ketinggian air bervariasi dari 30 hingga 105 sentimeter. Selain itu, ada pula sembilan kejadian rumah roboh akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Minggu (11/1) hingga Senin (12/1).
BPBD Kota Serang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, khususnya warga yang bermukim di wilayah rawan bencana. Warga di wilayah rawan bencana agar tetap berhati-hati dan pengguna jalan di daerah rawan longsor dan pohon tumbang juga diminta tetap waspada.
Dampak keseluruhan dari banjir ini adalah 532 KK / 1.690 jiwa terdampak, 556 rumah terendam, 10 rumah rusak, dan 114 jiwa mengungsi. Ada satu fasum (Ponpes Riyadul Barokah) yang terkena dampak banjir.