Kota Serang, Banten terendap dengan banjir parah akibat hujan ekstrem. Sebanyak 556 rumah terendam dan 1.690 jiwa terdampak akibat banjir tersebut. Dampaknya sangat parah karena cuaca ekstrem yang berlangsung lama, sehingga menggenangi permukiman di beberapa kecamatan.
Pekerjaan pemantauan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang dan petugas gabungan lainnya. Hasil dari pemantauan tersebut, menunjukkan bahwa banjir masih terjadi di beberapa lokasi sehingga harus dilakukan pemantauan kembali.
Pihak pemerintah setempat meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian mengenai cuaca ekstrem. Selain itu, pengguna jalan di daerah rawan longsor dan pohon tumbang juga diminta untuk tetap waspada.
Kecamatan Curug masih mengalami dampak banjir, dengan beberapa rumah terendam dan masyarakat mengalami keseharaan. Sementara itu, Kecamatan Cipocok Jaya dan Kasemen tidak mengalami dampak parah karena air sudah surut. Namun, masih ada beberapa lokasi yang belum surut sehingga harus diperhatikan.
Kecamatan Serang dan Walantaka juga terkena dampak banjir, dengan beberapa rumah terendam dan masyarakat mengalami keseharaan. Kecamatan Taktakan tidak mengalami dampak parah karena air sudah surut.
Total dampak keseluruhan adalah 1.690 jiwa yang terdampak, 10 rumah yang rusak, dan 22 kejadian banjir.
Pekerjaan pemantauan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang dan petugas gabungan lainnya. Hasil dari pemantauan tersebut, menunjukkan bahwa banjir masih terjadi di beberapa lokasi sehingga harus dilakukan pemantauan kembali.
Pihak pemerintah setempat meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian mengenai cuaca ekstrem. Selain itu, pengguna jalan di daerah rawan longsor dan pohon tumbang juga diminta untuk tetap waspada.
Kecamatan Curug masih mengalami dampak banjir, dengan beberapa rumah terendam dan masyarakat mengalami keseharaan. Sementara itu, Kecamatan Cipocok Jaya dan Kasemen tidak mengalami dampak parah karena air sudah surut. Namun, masih ada beberapa lokasi yang belum surut sehingga harus diperhatikan.
Kecamatan Serang dan Walantaka juga terkena dampak banjir, dengan beberapa rumah terendam dan masyarakat mengalami keseharaan. Kecamatan Taktakan tidak mengalami dampak parah karena air sudah surut.
Total dampak keseluruhan adalah 1.690 jiwa yang terdampak, 10 rumah yang rusak, dan 22 kejadian banjir.