Banjir Subang: Ribu Rumah Terendam, 13.541 Keluarga Menderita Kekerasan
Sepekan terakhir, ribuan desa di Kabupaten Subang Jawa Barat terkena dampak banjir. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, 7.536 rumah telah terendam air, dengan 2.884 hektare lahan persawahan ikut terkena dampak bencana ini.
Sementara itu, sebanyak 13.541 kepala keluarga atau 36.060 jiwa ditercatat terdampak akibat banjir. Banjir yang melanda wilayah Subang tersebar di 51 desa dan tujuh kecamatan. Puluhan ribu warga mengalami kesulitan karena rumah mereka terendam air.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak. Pemerintah kabupaten juga mendirikan dapur umum di setiap desa yang terdampak banjir.
"Selain pemantauan lapangan, Pemerintah Kabupaten Subang juga mendirikan dapur umum di setiap desa yang terdampak banjir. Dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga akibat meluapnya sejumlah sungai di wilayah Subang," kata Bupati Subang dalam keterangannya.
Pemerintah kabupaten juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatasi banjir. Tujuan dari koordinasi tersebut adalah agar kondisi tanggul sungai mendapat perhatian serius sehingga tidak jebol dan memperparah banjir.
Sementara itu, BPBD Subang melaporkan bahwa sebanyak 276 kepala keluarga atau 645 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Tujuh kecamatan yang dilanda banjir antara lain Kecamatan Pusakanagara, Ciasem, Blanakan, Pusakajaya, Sukasari, Legonkulon, dan Pamanukan.
Sepekan terakhir, ribuan desa di Kabupaten Subang Jawa Barat terkena dampak banjir. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, 7.536 rumah telah terendam air, dengan 2.884 hektare lahan persawahan ikut terkena dampak bencana ini.
Sementara itu, sebanyak 13.541 kepala keluarga atau 36.060 jiwa ditercatat terdampak akibat banjir. Banjir yang melanda wilayah Subang tersebar di 51 desa dan tujuh kecamatan. Puluhan ribu warga mengalami kesulitan karena rumah mereka terendam air.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak. Pemerintah kabupaten juga mendirikan dapur umum di setiap desa yang terdampak banjir.
"Selain pemantauan lapangan, Pemerintah Kabupaten Subang juga mendirikan dapur umum di setiap desa yang terdampak banjir. Dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga akibat meluapnya sejumlah sungai di wilayah Subang," kata Bupati Subang dalam keterangannya.
Pemerintah kabupaten juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatasi banjir. Tujuan dari koordinasi tersebut adalah agar kondisi tanggul sungai mendapat perhatian serius sehingga tidak jebol dan memperparah banjir.
Sementara itu, BPBD Subang melaporkan bahwa sebanyak 276 kepala keluarga atau 645 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Tujuh kecamatan yang dilanda banjir antara lain Kecamatan Pusakanagara, Ciasem, Blanakan, Pusakajaya, Sukasari, Legonkulon, dan Pamanukan.