Di balik kehidupan sehari-hari, banyak tradisi yang masih hidup hingga kini ini mengingatkan kita akan pentingnya gotong royong dalam masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh dari beragam tradisi gotong royong yang masih dijaga hingga sekarang.
Dalam sebuah upacara pemakaman adat, Rambu Soloโ di Toraja menunjukkan kebersamaan dan solidaritas melalui pertunjukan seni dan tarian adat. Masyarakat mengambil bagian dalam prosesi ini dengan penuh kekompakan demi kelancaran upacara. Tradisi ini mencerminkan ciri khas dari gotong royong, yaitu saling membantu demi kebersamaan.
Di Sulawesi Selatan, tradisi Morakkaโ Bola atau Mappalette menunjukkan bahwa apa itu gotong royong bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Puluhan hingga ratusan warga ikut mengangkat rumah dengan penuh kekompakan. Ini bukti nyata dari pentingnya kerja sama dan persatuan.
Dalam musim tanam dan panen padi, masyarakat Mandailing melakukan Marsialapari. Kerja sama dilakukan secara sukarela tanpa membedakan usia maupun gender. Tradisi ini menunjukkan kuatnya persatuan dan kasih sayang yang tumbuh dari prinsip gotong royong.
Di Jawa, Sinoman adalah tradisi gotong royong masyarakat Jawa dalam acara hajatan atau kegiatan besar. Warga saling berbagi peran, mulai dari memasak hingga membantu tamu. Tradisi ini menjadi contoh nyata ciri khas dari gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.
Di Bangka, Nganggung dilakukan dengan membawa makanan bersama ke masjid atau langgar pada momen tertentu. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan dan toleransi antarwarga, sekaligus menegaskan bahwa prinsip gotong royong tetap relevan hingga kini.
Dengan memahami beragam tradisi gotong royong ini, kita turut menjaga identitas budaya bangsa. Semangat kebersamaan dan solidaritas yang tumbuh dari prinsip gotong royong akan selalu menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Dalam sebuah upacara pemakaman adat, Rambu Soloโ di Toraja menunjukkan kebersamaan dan solidaritas melalui pertunjukan seni dan tarian adat. Masyarakat mengambil bagian dalam prosesi ini dengan penuh kekompakan demi kelancaran upacara. Tradisi ini mencerminkan ciri khas dari gotong royong, yaitu saling membantu demi kebersamaan.
Di Sulawesi Selatan, tradisi Morakkaโ Bola atau Mappalette menunjukkan bahwa apa itu gotong royong bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Puluhan hingga ratusan warga ikut mengangkat rumah dengan penuh kekompakan. Ini bukti nyata dari pentingnya kerja sama dan persatuan.
Dalam musim tanam dan panen padi, masyarakat Mandailing melakukan Marsialapari. Kerja sama dilakukan secara sukarela tanpa membedakan usia maupun gender. Tradisi ini menunjukkan kuatnya persatuan dan kasih sayang yang tumbuh dari prinsip gotong royong.
Di Jawa, Sinoman adalah tradisi gotong royong masyarakat Jawa dalam acara hajatan atau kegiatan besar. Warga saling berbagi peran, mulai dari memasak hingga membantu tamu. Tradisi ini menjadi contoh nyata ciri khas dari gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.
Di Bangka, Nganggung dilakukan dengan membawa makanan bersama ke masjid atau langgar pada momen tertentu. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan dan toleransi antarwarga, sekaligus menegaskan bahwa prinsip gotong royong tetap relevan hingga kini.
Dengan memahami beragam tradisi gotong royong ini, kita turut menjaga identitas budaya bangsa. Semangat kebersamaan dan solidaritas yang tumbuh dari prinsip gotong royong akan selalu menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.