Kronjo, Banten - 5 hari berlalu, banjir di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Tangerang, masih merendam warga. Sekitar 4.000 jiwa terdampak banjir ini yang menurut Kepala Desa Cirumpak, Ridwan Afif, berdampak pada sekitar 1.800 kepala keluarga.
Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) dan belum surut hingga Senin malam ini. Airnya masih menggenangi permukiman, akses jalan desa, dan area persawahan dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 80 sentimeter.
Kondisi banjir mulai berangsur surut setelah lima hari. Namun, debit air masih bersifat fluktuatif sehingga warga harus tetap waspada. Penanganan banjir belum berjalan optimal pada awal kejadian karena keterbatasan bantuan dan peralatan kebencanaan yang datang terlambat.
Kepala Desa Cirumpak, Ridwan Afif mengatakan bahwa kondisi logistik bagi warga terdampak saat ini dalam keadaan aman. Dapur umum di lokasi banjir Desa Cirumpak dijadwalkan mulai beroperasi pada Selasa (27/1) untuk melayani kebutuhan warga yang terdampak banjir.
Selain tenda pengungsian, terdapat juga tenda darurat milik Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada hari ini, petugas telah mendirikan posko kesehatan untuk melayani kebutuhan warga yang terdampak banjir.
Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) dan belum surut hingga Senin malam ini. Airnya masih menggenangi permukiman, akses jalan desa, dan area persawahan dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 80 sentimeter.
Kondisi banjir mulai berangsur surut setelah lima hari. Namun, debit air masih bersifat fluktuatif sehingga warga harus tetap waspada. Penanganan banjir belum berjalan optimal pada awal kejadian karena keterbatasan bantuan dan peralatan kebencanaan yang datang terlambat.
Kepala Desa Cirumpak, Ridwan Afif mengatakan bahwa kondisi logistik bagi warga terdampak saat ini dalam keadaan aman. Dapur umum di lokasi banjir Desa Cirumpak dijadwalkan mulai beroperasi pada Selasa (27/1) untuk melayani kebutuhan warga yang terdampak banjir.
Selain tenda pengungsian, terdapat juga tenda darurat milik Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada hari ini, petugas telah mendirikan posko kesehatan untuk melayani kebutuhan warga yang terdampak banjir.