JAKSA NALUR: Juda Agung Dilantik Wamenkeu, Fokus pada Fiskal-Moneter dan Reformasi BEI
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Berdasarkan Keppres Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Masa Jabatan Tahun 2024–2029, Juda Agung diangkat sebagai Wamenkeu setelah mengakui dirinya telah diminta untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Penegasan itu diungkapkan oleh Juda usai dilantik Presiden Prabowo Subianto. "Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dua otoritas yang berbeda," ujar Juda.
Dalam upaya memperkuat sinergi antara fiskal dan moneter, Juda Agung menekankan pentingnya koordinasi antara kedua otoritas tersebut sebagai mandat utama dari Kepala Negara. Meski berpindah instansi, Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.
"Lantikan yang tepat adalah salah satu hal penting, dan saya percaya saya dapat mempererat hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter," kata Juda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik penunjukan tersebut. Ia menekankan bahwa latar belakang Juda sebagai bankir senior di Bank Indonesia akan membawa perspektif baru yang krusial bagi kebijakan keuangan negara.
"Harapannya mungkin sinkronisasi fiskal moneter semakin baik," ujar Airlangga.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Berdasarkan Keppres Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Masa Jabatan Tahun 2024–2029, Juda Agung diangkat sebagai Wamenkeu setelah mengakui dirinya telah diminta untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Penegasan itu diungkapkan oleh Juda usai dilantik Presiden Prabowo Subianto. "Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dua otoritas yang berbeda," ujar Juda.
Dalam upaya memperkuat sinergi antara fiskal dan moneter, Juda Agung menekankan pentingnya koordinasi antara kedua otoritas tersebut sebagai mandat utama dari Kepala Negara. Meski berpindah instansi, Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.
"Lantikan yang tepat adalah salah satu hal penting, dan saya percaya saya dapat mempererat hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter," kata Juda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik penunjukan tersebut. Ia menekankan bahwa latar belakang Juda sebagai bankir senior di Bank Indonesia akan membawa perspektif baru yang krusial bagi kebijakan keuangan negara.
"Harapannya mungkin sinkronisasi fiskal moneter semakin baik," ujar Airlangga.