Di Malam Kamis, lima anggota TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane dan seorang warga Melonguane, Pulau Talaud, Sulawesi Utara, terjebak dalam kekerasan berkepanjangan. Menurut laporan dari Komandan Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, semuanya terjadi karena kesalahpahaman yang dipicu oleh pengaruh minuman keras.
Saat itu, lima anggota TNI AL tersebut melakukan kekerasan pada seorang warga. Pasca kejadian ini, dua korban mengalami luka-luka dan diperlukan evakuasi menggunakan kapal penumpang menuju Manado untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Pihak Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Dalam keterangan pers, Dery menyatakan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi TNI AL dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota.
Dery juga mengimbau masyarakat Melonguane untuk tetap tenang dan memastikan proses hukum terhadap oknum aparat TNI AL tersebut dilakukan secara transparan.
Saat itu, lima anggota TNI AL tersebut melakukan kekerasan pada seorang warga. Pasca kejadian ini, dua korban mengalami luka-luka dan diperlukan evakuasi menggunakan kapal penumpang menuju Manado untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Pihak Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Dalam keterangan pers, Dery menyatakan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi TNI AL dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota.
Dery juga mengimbau masyarakat Melonguane untuk tetap tenang dan memastikan proses hukum terhadap oknum aparat TNI AL tersebut dilakukan secara transparan.