Empat kecamatan di Melawai, Kalimantan Barat, kembali mengalami banjir hujan lebat beserta tanah longsor. BNPB menyatakan bahwa kondisi masih gelap namun tidak ada peningkatan tinggi muka air.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa wilayah terdampak ada di empat desa dalam Kecamatan Tanah Pinoh, tujuh desa di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, dua desa di Kecamatan Belimbing serta satu desa di Kecamatan Ella Hilir. Total 14 desa yang mengalami dampak banjir.
Personel BPBD Kabupaten Melawi telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan memberikan informasi kewaspdaan kepada warga di wilayah-wilayah tersebut. Abdul Muhari menyatakan bahwa populasi terdampak mencapai 1.027 kepala keluarga.
Selain banjir, hujan juga memicu terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.
BNPB berharap sumber daya di wilayah dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mengantisipasi potensi dampak bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa wilayah terdampak ada di empat desa dalam Kecamatan Tanah Pinoh, tujuh desa di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, dua desa di Kecamatan Belimbing serta satu desa di Kecamatan Ella Hilir. Total 14 desa yang mengalami dampak banjir.
Personel BPBD Kabupaten Melawi telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan memberikan informasi kewaspdaan kepada warga di wilayah-wilayah tersebut. Abdul Muhari menyatakan bahwa populasi terdampak mencapai 1.027 kepala keluarga.
Selain banjir, hujan juga memicu terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.
BNPB berharap sumber daya di wilayah dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mengantisipasi potensi dampak bencana, seperti banjir dan tanah longsor.