Tiga orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bencana ini menyebabkan 14.437 jiwa terdampak, termasuk ada korban jiwa yang tertutup lumpur dan ranting-ranting.
Kronologi kejadian banjir di Kudus disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan menyebabkan sungai-sungai seperti Piji, Dawe, dan Gelis meluap. Wilayah yang terdampak meliputi 6 desa di Kecamatan Mejobo, 2 desa di Kudus Kota, 1 desa di Jekulo, dan 5 desa di Kaliwungu.
Dalam bencana ini, korban meninggal bernama AW (27) warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Korban terseret air arus sungai yang meluap pada Minggu lalu. Korban lainnya adalah S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog. S tertimpa tebing longsor pada Minggu lalu.
Terbaru, seorang anak berinisial INU berusia 5 tahun yang hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus.
Pencarian dan pertolongan kelas A Semarang mencatat kondisi korban masih dalam keadaan tidak stabil. Bapen (Batur Pencarian) telah menemukan beberapa korban, namun masih ada yang belum ditemukan.
Sementara itu, wilayah terdampak tanah longsor meliputi Kecamatan Dawe dengan 24 titik longsor di 10 desa. Kemudian di Kecamatan Gebog ada 19 titik di 2 desa dan di Kecamatan Bae ada 2 titik di 1 desa.
Dengan demikian, pihak Bapen dan BPBD Kudus berupaya untuk segera menemukan korban yang masih belum ditemukan.
Kronologi kejadian banjir di Kudus disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan menyebabkan sungai-sungai seperti Piji, Dawe, dan Gelis meluap. Wilayah yang terdampak meliputi 6 desa di Kecamatan Mejobo, 2 desa di Kudus Kota, 1 desa di Jekulo, dan 5 desa di Kaliwungu.
Dalam bencana ini, korban meninggal bernama AW (27) warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Korban terseret air arus sungai yang meluap pada Minggu lalu. Korban lainnya adalah S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog. S tertimpa tebing longsor pada Minggu lalu.
Terbaru, seorang anak berinisial INU berusia 5 tahun yang hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus.
Pencarian dan pertolongan kelas A Semarang mencatat kondisi korban masih dalam keadaan tidak stabil. Bapen (Batur Pencarian) telah menemukan beberapa korban, namun masih ada yang belum ditemukan.
Sementara itu, wilayah terdampak tanah longsor meliputi Kecamatan Dawe dengan 24 titik longsor di 10 desa. Kemudian di Kecamatan Gebog ada 19 titik di 2 desa dan di Kecamatan Bae ada 2 titik di 1 desa.
Dengan demikian, pihak Bapen dan BPBD Kudus berupaya untuk segera menemukan korban yang masih belum ditemukan.