Tiga jenazah ditemukan dalam operasi pengangkatan bangkai kapal Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali tahun lalu. Jenazah tersebut ditemukan di Perairan Gilimanuk dan Perairan Selat Bali, dan diduga merupakan korban tragedi Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya.
Jenazah pertama ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal pada Minggu lalu pukul 07.00 WITA dan langsung dievakuasi ke RSUD Banyuwangi. Jenazah kedua ditemukan di sekitar Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Gilimanuk pada hari yang sama dan juga dievakuasi ke RSUD Negara sebelum dipindahkan ke RSUD Banyuwangi.
Selang tiga hari, jenazah ketiga ditemukan di pesisir Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, pada Rabu lalu sekitar pukul 07.30 WITA dalam kondisi tidak utuh. Jenazah dievakuasi ke RSUD Negara.
Menurut Kombes Ariasandy, Kabid Humas Polda Bali, pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya sudah dalam proses pengerjaan oleh pihak asuransi mulai 26 Januari lalu dan estimasi pekerjaan 2 minggu.
Jenazah pertama ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal pada Minggu lalu pukul 07.00 WITA dan langsung dievakuasi ke RSUD Banyuwangi. Jenazah kedua ditemukan di sekitar Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Gilimanuk pada hari yang sama dan juga dievakuasi ke RSUD Negara sebelum dipindahkan ke RSUD Banyuwangi.
Selang tiga hari, jenazah ketiga ditemukan di pesisir Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, pada Rabu lalu sekitar pukul 07.30 WITA dalam kondisi tidak utuh. Jenazah dievakuasi ke RSUD Negara.
Menurut Kombes Ariasandy, Kabid Humas Polda Bali, pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya sudah dalam proses pengerjaan oleh pihak asuransi mulai 26 Januari lalu dan estimasi pekerjaan 2 minggu.