Jepara Masih Jauh Dari Kembali Ke Normal Setelah Longsor: 3.522 Warga Desa Terisolasi
Apa yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling? Akses jalan desa tersebut masih terputus total akibat longsor yang melanda pada Jumat (9/1/2026) lalu. Menurut Kamu dari BPBD Kabupaten Jepara, 3.522 jiwa diantaranya kepala keluarga dengan status kepemilikannya sebagai KK di Desa Tempur masih terisolasi karena terdampak akses jalan terputus secara total akibat longsor.
Kamu berbagi bahwa ada 18 titik longsor yang dianggap sangat berbahaya. Jika tidak segera ditangani, maka keadaan yang dihadapi Desa Tempur, Kecamatan Keling tersebut akan semakin memburuk.
Teman-teman mungkin penasaran mengenai kondisi terbaik jalan longsor. Berdasarkan informasi yang saya temukan, titik-titik longsor terparah di Desa Tempur, berada di lokasi pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang". Di lokasi tersebut, bagian jalan hilang sepanjang 50 meter setelah sungai gelis keluar alam. Kamu juga harus penasaran mengenai kondisi jembatan Mbah Sujak yang terkena dampak longsor dan akhirnya jadi titik kritis kedua di Desa Tempur.
Teman-teman mungkin penasaran mengenai dampak gejala longsor itu. Menurut Kamu dari BPBD Jepara, dampak longsor ini tidak hanya berdampak pada akses transportasi, tapi juga merusak rumah warga, dan bahkan menyebabkan kerusakan jaringan listrik di Desa Tempur yang akhirnya padam. Bahkan puluhan hektare lahan persawahan yang terletak di aliran sungai tersebut hanyut dan rusak. Dampak longsor ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat, karena banyak warga yang kehilangan lahan pertanian akibat kerusakan longsor.
Selain itu, Kamu dari BPBD Jepara menyatakan bahwa upaya darurat dilakukan oleh tim BPBD untuk memberikan bantuan kepada warga Desa Tempur. Mereka melakukan asesmen lapangan, membersihkan material longsor secara manual dan melakukan pembukaan dapur umum untuk mendukung warga yang terdampak. Namun, akses jalan utama belum dapat dibuka karena masih terkendala kondisi cuaca.
Sementara itu, pemerintah kabupaten tersebut juga telah meluncurkan upaya darurat untuk membantu masyarakat Desa Tempur. Mereka melakukan asesmen untuk membuka jalur alternatif yang tidak melewati titik-titik longsor dan akan dilanjutkan pada hari ini untuk memberikan kemudahan bagi warga yang terdampak.
Pihak pemerintah kabupaten juga telah mengajukan kebutuhan mendesak seperti tambahan alat berat, mesin Alkon, serta dukungan logistik untuk mempercepat penanganan bencana ini.
Apa yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling? Akses jalan desa tersebut masih terputus total akibat longsor yang melanda pada Jumat (9/1/2026) lalu. Menurut Kamu dari BPBD Kabupaten Jepara, 3.522 jiwa diantaranya kepala keluarga dengan status kepemilikannya sebagai KK di Desa Tempur masih terisolasi karena terdampak akses jalan terputus secara total akibat longsor.
Kamu berbagi bahwa ada 18 titik longsor yang dianggap sangat berbahaya. Jika tidak segera ditangani, maka keadaan yang dihadapi Desa Tempur, Kecamatan Keling tersebut akan semakin memburuk.
Teman-teman mungkin penasaran mengenai kondisi terbaik jalan longsor. Berdasarkan informasi yang saya temukan, titik-titik longsor terparah di Desa Tempur, berada di lokasi pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang". Di lokasi tersebut, bagian jalan hilang sepanjang 50 meter setelah sungai gelis keluar alam. Kamu juga harus penasaran mengenai kondisi jembatan Mbah Sujak yang terkena dampak longsor dan akhirnya jadi titik kritis kedua di Desa Tempur.
Teman-teman mungkin penasaran mengenai dampak gejala longsor itu. Menurut Kamu dari BPBD Jepara, dampak longsor ini tidak hanya berdampak pada akses transportasi, tapi juga merusak rumah warga, dan bahkan menyebabkan kerusakan jaringan listrik di Desa Tempur yang akhirnya padam. Bahkan puluhan hektare lahan persawahan yang terletak di aliran sungai tersebut hanyut dan rusak. Dampak longsor ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat, karena banyak warga yang kehilangan lahan pertanian akibat kerusakan longsor.
Selain itu, Kamu dari BPBD Jepara menyatakan bahwa upaya darurat dilakukan oleh tim BPBD untuk memberikan bantuan kepada warga Desa Tempur. Mereka melakukan asesmen lapangan, membersihkan material longsor secara manual dan melakukan pembukaan dapur umum untuk mendukung warga yang terdampak. Namun, akses jalan utama belum dapat dibuka karena masih terkendala kondisi cuaca.
Sementara itu, pemerintah kabupaten tersebut juga telah meluncurkan upaya darurat untuk membantu masyarakat Desa Tempur. Mereka melakukan asesmen untuk membuka jalur alternatif yang tidak melewati titik-titik longsor dan akan dilanjutkan pada hari ini untuk memberikan kemudahan bagi warga yang terdampak.
Pihak pemerintah kabupaten juga telah mengajukan kebutuhan mendesak seperti tambahan alat berat, mesin Alkon, serta dukungan logistik untuk mempercepat penanganan bencana ini.