Banyak warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih terisolasi karena jalan utama terputus total akibat longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mencatat 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga di Desa Tempur masih tidak memiliki akses ke luar masuk karena jalan yang terputus.
Longsor pada Jumat (9/1/2026) juga menyebabkan 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis, sehingga warga harus berada di dalam rumah. Titik longsor terparah berada di lokasi pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang" karena badan jalan hilang total sepanjang 50 meter setelah tergerus aliran Sungai Gelis.
Dampak longsor tidak hanya merusak akses transportasi, tetapi juga rumah warga dan listrik. Sejak malam hari ini (10/1/2026), BPBD Kabupaten Jepara melakukan berbagai upaya darurat seperti koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat berupa ekskavator.
Longsor pada Jumat (9/1/2026) juga menyebabkan 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis, sehingga warga harus berada di dalam rumah. Titik longsor terparah berada di lokasi pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang" karena badan jalan hilang total sepanjang 50 meter setelah tergerus aliran Sungai Gelis.
Dampak longsor tidak hanya merusak akses transportasi, tetapi juga rumah warga dan listrik. Sejak malam hari ini (10/1/2026), BPBD Kabupaten Jepara melakukan berbagai upaya darurat seperti koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat berupa ekskavator.