Kekacauan longsor di Desa Tempur Keling, Jepara, Jawa Tengah, menyebabkan 3.522 jiwa warga yang tinggal di daerah ini masih terisolasi karena akses jalan ke depannya tidak bisa dibuka akibat bencana tersebut. Dalam asesmen awal BPBD Kabupaten Jepara, terdapat 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis.
Saat ini, BPBD Jepara sedang melakukan berbagai upaya darurat untuk membantu warga yang terisolasi tersebut. Upaya tersebut meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat seperti ekskavator.
Namun, akses jalan utama masih belum dapat dibuka karena kondisi cuaca ekstrem yang memicu kejadian longsor susulan. Sebagai gantinya, BPBD Jepara mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat tersebut, seperti alat berat tambahan, mesin Alkon, serta dukungan logistik.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jepara terus mencari jalur alternatif untuk membantu warga yang terisolasi. Camat Keling Lulut Andi Andriyanto mengatakan bahwa pemerintah bersama sejumlah pihak sedang melakukan asesmen untuk membuka jalur alternatif melalui Medono-Kadalan.
Berdasarkan laporan update tanggap bencana pada Minggu pagi, kondisi cuaca di wilayah tersebut tetap menunjukkan hujan dengan intensitas sedang dan angin kencang. Namun, jalur Damarwulan-Kaliombo dan Medani-Kaliombo dilaporkan sudah bisa dilalui dengan catatan tetap mewaspadai potensi longsor susulan.
Dalam penanganan hari ini, alat berat akan diistirahatkan, sedangkan fokus penanganan dialihkan pada pembersihan jalan dari material longsor secara manual.
Saat ini, BPBD Jepara sedang melakukan berbagai upaya darurat untuk membantu warga yang terisolasi tersebut. Upaya tersebut meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat seperti ekskavator.
Namun, akses jalan utama masih belum dapat dibuka karena kondisi cuaca ekstrem yang memicu kejadian longsor susulan. Sebagai gantinya, BPBD Jepara mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat tersebut, seperti alat berat tambahan, mesin Alkon, serta dukungan logistik.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jepara terus mencari jalur alternatif untuk membantu warga yang terisolasi. Camat Keling Lulut Andi Andriyanto mengatakan bahwa pemerintah bersama sejumlah pihak sedang melakukan asesmen untuk membuka jalur alternatif melalui Medono-Kadalan.
Berdasarkan laporan update tanggap bencana pada Minggu pagi, kondisi cuaca di wilayah tersebut tetap menunjukkan hujan dengan intensitas sedang dan angin kencang. Namun, jalur Damarwulan-Kaliombo dan Medani-Kaliombo dilaporkan sudah bisa dilalui dengan catatan tetap mewaspadai potensi longsor susulan.
Dalam penanganan hari ini, alat berat akan diistirahatkan, sedangkan fokus penanganan dialihkan pada pembersihan jalan dari material longsor secara manual.