"Banjir di Sumatera Barat, Solok Menetapkan Status Darurat Bencana"
Dikabarkan oleh CNN Indonesia, Pemerintah Kabupaten Solok (Pemkab) Sumatera Barat menetapkan status darurat bencana alam hidrometeorologi hingga 14 hari. Penyelenggaraan ini dilakukan karena tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa hari terakhir.
Sekda Solok Medison mengatakan bahwa penyelenggaraan ini dimulai pada tanggal 25 November dengan status siaga satu atau awas. Selanjutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait diwajibkan untuk menyusun anggaran (RKB) yang akan dievaluasi oleh Inspektorat Daerah.
"Penetapan status darurat ini bertujuan untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat," ujar Sekda Solok. "Kita juga harus memberikan bantuan kompensasi kepada masyarakat berupa stimulan, bantuan bibit, dan lain-lain."
Pada saat yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa 3.362 jiwa menjadi korban banjir di Kota Solok. Menurutnya, pendataan sementara mencatat bahwa 224 rumah terendam, dan ribuan orang tersebar di beberapa wilayah di Kecamatan Tanjung Harapan.
"Kita akan melakukan upaya pemulihan kondisi masyarakat dengan cepat, efektif, dan tepat sasaran," kata Abdul Muhari.
Dikabarkan oleh CNN Indonesia, Pemerintah Kabupaten Solok (Pemkab) Sumatera Barat menetapkan status darurat bencana alam hidrometeorologi hingga 14 hari. Penyelenggaraan ini dilakukan karena tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa hari terakhir.
Sekda Solok Medison mengatakan bahwa penyelenggaraan ini dimulai pada tanggal 25 November dengan status siaga satu atau awas. Selanjutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait diwajibkan untuk menyusun anggaran (RKB) yang akan dievaluasi oleh Inspektorat Daerah.
"Penetapan status darurat ini bertujuan untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat," ujar Sekda Solok. "Kita juga harus memberikan bantuan kompensasi kepada masyarakat berupa stimulan, bantuan bibit, dan lain-lain."
Pada saat yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa 3.362 jiwa menjadi korban banjir di Kota Solok. Menurutnya, pendataan sementara mencatat bahwa 224 rumah terendam, dan ribuan orang tersebar di beberapa wilayah di Kecamatan Tanjung Harapan.
"Kita akan melakukan upaya pemulihan kondisi masyarakat dengan cepat, efektif, dan tepat sasaran," kata Abdul Muhari.