Kecaman Serang Banjir Selama Banyak Hari, Warga Kuranji Banten Jadi Korban Lumpuh Total
Banyak hari terendam banjir telah memaksa warga Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten untuk hidup dalam kondisi yang sangat sulit. Genangan air yang menggenang selama 23 hari ini sudah membuat aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat lumpuh total.
Menurut Ahmad Hilmi, salah satu warga di Kampung Kuranji, kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi sehingga debit air di permukiman warga kembali mengalami kenaikan. Ia menyatakan bahwa akses jalan desa yang terendam lumpur dan air membuat warga sulit untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sudah hampir sebulan, tepatnya 23 hari air menggenang. Aktivitas kami lumpuh, mau keluar kampung susah karena jalan terendam. Apalagi hari ini air naik lagi, jadi kami cuma bisa bertahan di rumah atau di pengungsian," kata Ahmad Hilmi, mengutip Antara.
Lama durasi banjir membuat warga berharap adanya penanganan lebih lanjut agar air bisa segera surut. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, wilayah Kecamatan Binuang menjadi salah satu dari empat kecamatan yang masih tergenang banjir bersama Carenang, Tanara, dan Kibin.
Data BPBD mencatat adanya kenaikan muka air di lokasi tersebut. TMA (Tinggi Muka Air) Banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang kembali naik antara 5 hingga 50 sentimeter.
"Akibat kondisi ini, tercatat sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) atau 149 jiwa warga Kampung Kuranji masih harus mengungsi," ujarnya.
Banyak hari terendam banjir telah memaksa warga Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten untuk hidup dalam kondisi yang sangat sulit. Genangan air yang menggenang selama 23 hari ini sudah membuat aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat lumpuh total.
Menurut Ahmad Hilmi, salah satu warga di Kampung Kuranji, kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi sehingga debit air di permukiman warga kembali mengalami kenaikan. Ia menyatakan bahwa akses jalan desa yang terendam lumpur dan air membuat warga sulit untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sudah hampir sebulan, tepatnya 23 hari air menggenang. Aktivitas kami lumpuh, mau keluar kampung susah karena jalan terendam. Apalagi hari ini air naik lagi, jadi kami cuma bisa bertahan di rumah atau di pengungsian," kata Ahmad Hilmi, mengutip Antara.
Lama durasi banjir membuat warga berharap adanya penanganan lebih lanjut agar air bisa segera surut. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, wilayah Kecamatan Binuang menjadi salah satu dari empat kecamatan yang masih tergenang banjir bersama Carenang, Tanara, dan Kibin.
Data BPBD mencatat adanya kenaikan muka air di lokasi tersebut. TMA (Tinggi Muka Air) Banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang kembali naik antara 5 hingga 50 sentimeter.
"Akibat kondisi ini, tercatat sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) atau 149 jiwa warga Kampung Kuranji masih harus mengungsi," ujarnya.