Transjakarta Merayakan 22 Tahun Dengan Target Terbesar: Meningkatkan Kualitas Layanan dan Mengurangi Emisi
Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-22 operasionalnya, Transjakarta mengungkap rencana strategis yang menargetkan peningkatan kualitas layanan dan reduksi emisi gas rumah kaca. Menurut Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, capaian yang diraih hingga saat ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan kepercayaan pelanggan.
"Transjakarta tidak tumbuh sendirian. Kami ada dan berkembang karena kritik, saran, serta kesetiaan pelanggan yang terus mendorong kami untuk berbenah. Transformasi ini bukan tentang Transjakarta semata, melainkan tentang komitmen kami menyediakan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi setiap pelanggan yang mengandalkan kami setiap hari," kata Welfizon.
Dalam beberapa tahun terakhir, Transjakarta telah melakukan berbagai inovasi berbasis kebutuhan pelanggan. Salah satunya adalah implementasinya sistem bus listrik, dengan 470 unit yang sudah beroperasi hingga saat ini. Menurut Welfizon, target untuk memenuhi elektrifikasi penuh armada pada tahun 2030 akan membantu mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara di Jakarta.
Selain itu, Transjakarta juga melakukan revitalisasi halte dengan konsep baru yang lebih ramah difabel, nyaman, dan multifungsi. Halte tidak lagi sekadar titik naik-turun penumpang, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang interaksi sosial dan aktivitas budaya warga.
Dalam beberapa tahun mendatang, Transjakarta juga akan meningkatkan pengembangan aplikasi TJ untuk mempermudah perjalanan pelanggan. Selain itu, berbagai layanan pendukung seperti Open Top Tour juga dihadirkan sebagai alternatif rekreasi terjangkau bagi keluarga.
Dengan rencana strategis yang solid ini, Transjakarta menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan reduksi emisi gas rumah kaca. Hal ini merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi masyarakat Jakarta.
Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-22 operasionalnya, Transjakarta mengungkap rencana strategis yang menargetkan peningkatan kualitas layanan dan reduksi emisi gas rumah kaca. Menurut Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, capaian yang diraih hingga saat ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan kepercayaan pelanggan.
"Transjakarta tidak tumbuh sendirian. Kami ada dan berkembang karena kritik, saran, serta kesetiaan pelanggan yang terus mendorong kami untuk berbenah. Transformasi ini bukan tentang Transjakarta semata, melainkan tentang komitmen kami menyediakan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi setiap pelanggan yang mengandalkan kami setiap hari," kata Welfizon.
Dalam beberapa tahun terakhir, Transjakarta telah melakukan berbagai inovasi berbasis kebutuhan pelanggan. Salah satunya adalah implementasinya sistem bus listrik, dengan 470 unit yang sudah beroperasi hingga saat ini. Menurut Welfizon, target untuk memenuhi elektrifikasi penuh armada pada tahun 2030 akan membantu mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara di Jakarta.
Selain itu, Transjakarta juga melakukan revitalisasi halte dengan konsep baru yang lebih ramah difabel, nyaman, dan multifungsi. Halte tidak lagi sekadar titik naik-turun penumpang, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang interaksi sosial dan aktivitas budaya warga.
Dalam beberapa tahun mendatang, Transjakarta juga akan meningkatkan pengembangan aplikasi TJ untuk mempermudah perjalanan pelanggan. Selain itu, berbagai layanan pendukung seperti Open Top Tour juga dihadirkan sebagai alternatif rekreasi terjangkau bagi keluarga.
Dengan rencana strategis yang solid ini, Transjakarta menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan reduksi emisi gas rumah kaca. Hal ini merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi masyarakat Jakarta.