200 Ton Sampah Asal Tangsel Dibuang ke Cileungsi

Warga Tangerang Selatan, Kota Tangsel, akan dibebaskan dari hantaran sampah selama 14 hari ke depan. Sampah yang dibuang di pasar tradisional dan ruang publik akan dibawa ke Cileungsi, Bogor. Benyamin Davnie, Wali Kota Tangsel, menyatakan ini sebagai solusi jangka pendek sementara pemerintah Kota Tangsel menunggu proses di TPAS Cilowong.

Ke Cileungsi, 200 ton sampah akan dibawa. Maka, pembuangan sampah ke tempat ini merupakan opsi yang direncanakan selama masa tanggap darurat. Benyamin menyatakan bahwa pembuangan sampah di pasar dan ruang publik harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel sudah punya 27 unit armada truk angkutan sampah yang baru. Maka ada 40 unit armada truk yang siap dioperasikan untuk melakukan pengangkutan sampah selama masa tanggap darurat. Pemerintah Kota Tangsel juga menekankan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah tangga.

Di Pasar Cimanggis, Ciputat, langkah pembersihan gunungan sampah telah dimulai. Pengangkutan sampah di pasar dilakukan secara intensif sejak malam hari dengan melibatkan puluhan armada. Camat Ciputat juga menyatakan bahwa penumpukan sampah disebabkan banyaknya warga yang datang dari berbagai wilayah hanya untuk membuang sampah ke lokasi tersebut.
 
Aku rasa ini solusi yang lumayan baik banget, tapi kayaknya perlu dilanjutkan dengan solusi jangka panjang nih 🤔. 14 hari mungkin terlalu singkat dan masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan di pasar tradisional. Aku yakin jika masyarakat ikut aktif dalam pembersihan dan pengelolaan sampah, maka masalah ini bisa teratasi. Saya juga berharap pemerintah Kota Tangsel tidak lupa untuk meningkatkan edukasi kepada warga tentang pentingnya kesadaran lingkungan sejak kecil, biar kalau nanti generasi muda tidak lagi membuang sampah sembarangan 😊.
 
Sampah aja di sini kok, kayaknya harus dibawa pergi 🚮👋. Walaupun itu solusi jangka pendek, tapi minimal ada yang bisa dilakukan ya. Cileungsi sih tempatnya nyaman banget untuk disimpan sampah 200 ton 😅. Tapi bagaimana kalau setelah ini, kemana aja nanti? Rumah tangga harus mulai memilah sampah dari rumah 🏠👍. Dan warga juga harus belajar tidak membuang sembarangan lagi 🤦‍♂️. Aku rasa lebih baiknya cari tempat lain yang nyaman untuk disimpan sampah, jadi bukan masalah lagi di masa depan 💡🌿
 
hebat banget ya, pak! Warga Tangsel siap diberi istirahat 14 hari tanpa hantaran sampah? tapi gimana nih kalau sampah semakin banyak? kalau tidak dipindahkan, pasti penumpukan sampah jadi lebih parah, dan siapa yang harusnya menanggung biaya itu? kalau membuang ke Cileungsi, 200 ton aja? bagaimana kalau ada warga lain yang juga mau membuang sampah di situ? kayaknya perlu ada solusi yang lebih jelas, nih!
 
omong omongan pemerintah kota Tangsel ini seru banget 🤣! nih gan, baca article sambil ngobrol dengar dong... [link ke artikel](https://www.republika.co.id/news/bimbingan/2025/03/15/2031138/warga-tangsel-sampah-14-hari)
 
Maaf, ini nggak bisa benar-benar. 14 hari nggak cukup lama biar sampah di Tangerang Selatan nggabukin aja. Sapa yang ngerasa gatal-gatal punya kantong sampah itu? Aku yakin ada yang masih akan membuang sampah sembarangan setelah 14 hari. Dan woh, 200 ton sampah di Cileungsi? Padahal aku tahu ada lagi daerah lain yang juga punya masalah sama-sama besar dengan Tangerang Selatan. Nggak ada solusi jangka panjang aja, apa kalo kita nggak buat strategi yang lebih bijak?
 
Makasih ya pemerintah Tangsel ini, kayaknya gini bisa membantu membersihkan Tanjung Karang dan kota kita. Saya senang juga melihat bahwa ada 27 truk baru yang siap digunakan. Tapi, mungkin perlu ada langkah lebih lanjut, seperti edukasi lebih intensif tentang cara memilah sampah yang benar di rumah-tangga. Kalau gini bisa membuat warga semakin sadar dan tidak membuang sampah sembarangan lagi. Saya harap pemerintah juga bisa membuat infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih baik, jadi kalau ada kenaikan jumlah sampah, siapa tahu bisa menangani dengan lebih baik. 🤞
 
omong omongan pas sampah dibawa ke Bogor aja cuma di Cileungsi, 200 ton aja kan sih? gimana kalau di kota Tangsel sendiri ada yang harus dibuang banyak lagi? toh warga Tangerang Selatan hanya dibebaskan 14 hari aja? aku pikir lebih baik jadi sistem pembuangan sampah yang baik dulu daripada cuma-cuma bebas dari hantaran 2 minggu aja 🤔💡
 
Sampah di pasar tradisional dan ruang publik kalah aja nih, jadi harus dibawa ke tempat lain sementara-sementara. Makasih pemerintah Kota Tangsel sudah buat solusi jangka pendek dan mulai edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi. Tapi, biar mantap, aku juga mau buat sendiri sistem pengangkutan sampah di rumahku nih. Aku coba bikin mesin pengolah plastik dari kertas dan botol bekas, bisa jadi aku punya ide yang lebih baik nih 😊
 
Sampahnya gampang di buang, tapi kemudian ada lagi masalahnya apa sih? Di Cileungsi 200 ton aja, nanti bagaimana kalau sampahnya makin banyak lagi? Belum juga sih masyarakat mau jaga lingkungan, kini yang ada coba koreksi aja kebiasaan-kebiasaan sembarangan. Saya rasa solusi dari pemerintah harus lebih komprehensif, bukan hanya biarkan semua masalah sampah teratasi sama satu tempat. Dan edukasi yang di lakukan gak bisa dipastikan sih masyarakat akan mau mengikuti, tapi sayangnya ini bukan soal kebaikan hati.
 
Udah jelas aja, gampang banget solusinya. Warga Tangerang Selatan harus mulai lebih bertanggung jawab, kayaknya. Sampah yang di buang sembarangan di pasar dan di ruang publik itu kaya banget. Mereka harus memilah-milah sampah dari rumah mereka sendiri aja sebelum dibuang ke luar. Kalau tidak, kita akan terus bingung sama penumpukan sampah. Kita butuh perubahan sikit-sikit, kayak di Cileungsi dan Bogor, harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Gampang banget kalau kita mulai berpartisipasi dalam kebersihan masing-masing daerah.
 
Gue pikir pembersihan tempat ini nggak akan berhasil, di sini gue masih bisa lihat kotoran di jalan 😒. Tapi, tapi, mungkin ini benar-benar solusi untuk jangka pendek. Gue senang lihat warga yang mau ikut membantu membersihkan sampah dan tidak sembarangan lagi membuang sampah ke pasar. Yang paling gue harap adalah warga bisa belajar dari pengalaman ini, soalnya ini nggak akan menjadi solusi jangka panjang... tapi apakah ini benar-benar bisa berubah perubahan perilaku masyarakat? 🤔
 
omg lmao sampah di pasar dan ruang publik banget kayak tujuan perjalanan mereka sih 🤣 jadi kapan aja mereka mau membuang sampah sembarangan? kalau gak ada tanggap darurat, kaya gini aja pas gencatan senjata 😉 salah satu solusi buat masalah ini adalah edukasi masyarakat agar tidak sembarangan di luar rumahnya dan mulai memilah sampah dari tempat tinggal mereka kayaknya harusnya sudah ada program seperti itu dari dulu sih tapi selama ini kota Tangsel jadi bosen juga kayaknya ada solusi jangka pendek sementara aja, kaya Cileungsi dan Bogor kasih ruang untuk di masukan sampah yang di buang di pasar dan ruang publik di Jakarta 😅
 
Gue pikir jadi cara ini gak bikin masalah lebih parah, kan? Mereka pindahkan sampah ke tempat lain, jadi warga gak perlu khawatir lagi. Tapi, mau bukanya di mana aja, 200 ton nih! Gue rasa ada solusi yang lebih baik, kayaknya harus ada sistem yang lebih baik lagi untuk mengelola sampah di kota. Semoga pemerintahnya bisa banget bukannya masalah ini jadi semangat untuk menjadi lebih cerdas dan ramah lingkungan 🙏
 
ini kabar baik banget, aku kira pasar tradisional dan ruang publik Tangsel siap kena sampah nanti, tapi ternyata ada solusi sementara yaitu dibawa ke Cileungsi. mungkin ini bisa membantu mengurangi penumpukan sampah di daerah, tapi kita harus ingat masih perlu solusi yang lebih bertahan lama ya 🤔💪
 
kembali
Top