Dua warga negara asing (WNA) China ditangkap di Bandara Juanda, Surabaya, setelah diduga melakukan pencurian barang dalam pesawat Citilink. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, dua WNA asal China berinisial WM dan LJ ditangkap usai mengambil barang milik penumpang lain dalam penerbangan Pesawat Citilink QG716 rute Jakarta menuju Surabaya Kamis (22/1) lalu.
Pihak imigrasi menyatakan bahwa WM dan LJ diduga melakukan aksi pencurian dalam pesawat udara. Pada saat yang sama, korban yang merupakan WNA Malaysia meninggalkan kursinya menuju toilet, di mana tersangka WM mengambil tas korban dari kompartemen atas atau overhead bin.
Setelah pemeriksaan dilakukan bersama kru pesawat, WM melemparkan uang milik korban ke arah kursi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak imigrasi, WM akhirnya mengakui perbuatannya dan menolak bahwa ia salah mengambil tas.
Otoritas Imigrasi menyatakan bahwa WM dan LJ dinilai tidak memberikan manfaat bagi Indonesia dan akan diberikan sanksi berat berupa deportasi ke negara asal mereka. Pihak imigrasi juga mengimbau agar para penumpang selalu waspada terhadap barang bawaan mereka selama dalam penerbangan dan meminta masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk aktivitas orang asing yang mencurigakan kepada pihak berwenang.
Pihak imigrasi menyatakan bahwa WM dan LJ diduga melakukan aksi pencurian dalam pesawat udara. Pada saat yang sama, korban yang merupakan WNA Malaysia meninggalkan kursinya menuju toilet, di mana tersangka WM mengambil tas korban dari kompartemen atas atau overhead bin.
Setelah pemeriksaan dilakukan bersama kru pesawat, WM melemparkan uang milik korban ke arah kursi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak imigrasi, WM akhirnya mengakui perbuatannya dan menolak bahwa ia salah mengambil tas.
Otoritas Imigrasi menyatakan bahwa WM dan LJ dinilai tidak memberikan manfaat bagi Indonesia dan akan diberikan sanksi berat berupa deportasi ke negara asal mereka. Pihak imigrasi juga mengimbau agar para penumpang selalu waspada terhadap barang bawaan mereka selama dalam penerbangan dan meminta masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk aktivitas orang asing yang mencurigakan kepada pihak berwenang.