2 Terdakwa Bantah Kepemilikan 12 Paket Sabu di Rutan Salemba

Pengacara Asep dan Adrian Bastio bersatu membantah dugaan kepemilikan 12 paket sabu yang ditemukan di dalam kasur Terdakwa I. Saya tidak tahu mengapa kasur itu harus menjadi bukti bahwa mereka ada hubungannya dengan narkoba. Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, dan itulah penyebabnya seharusnya kita semua bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar itu.
 
Wah, kenapa kasur itu harus menjadi bukti bahwa mereka ada hubungan dengan narkoba? Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, jadi kita semua should bersihin dari kebiasaan-kebiasaan kotor ini! Jangan gunakan kasur sebagai alibi untuk menuduh orang tersebut. Sama-sama kita harus berpikir yang lebih bijak dan tidak terlalu cepat membuat tuduhan tanpa bukti yang cukup. Mereka bilang ada 12 paket sabu, tapi apa salahnya jika mereka itu milik orang lain? Kita jangan terlalu cepat mengkhianati keadilan dengan cara sembarangan ini.
 
Gak jelas kan kalau kasur Terdakwa itu harus bukti mereka narkoba? Mereka bilang ada delapan orang lain hidup bersamanya, itulah penyebabnya kita semua harus bertanggung jawab? Gua pikir lebih baik buktinya dari apa yang terjadi pada diri mereka sendiri. Ada hubungan yang tidak bisa dipahami, tapi gak perlu berartikel buktinya di kasur. Kasur itu hanyalah tempat tidur, jangan pilih kasus sih 😐
 
Makasih bro, kalau benar-benar aku pikir kasur itu cuma sekedar tempat tidur, bukannya bukti nyata narkoba yang jelas. Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, tapi apakah itu berarti kita harus menilai segala sesuatu berdasar pada situasi individu? Aku pikir lebih baik kita fokus pada solusi, bukan terus menggali masalah. Mereka bilang Asep dan Adrian tidak memiliki bukti nyata, tapi apa yang salah dengan itu? Kamu bisa jadi memiliki bukti, tapi aku tidak melihatnya di sini.
 
Makasih aja kabar ini, tapi kenapa kasur harus jadi bukti? Saya pikir itu tidak adil banget, siapa tahu ada hal lain yang sebenarnya berlaku di dalam rumah mereka. Dan apa dengan delapan orang lain yang hidup bersamanya? Mereka apa? Apakah mereka juga terlibat? Tolong jangan sampai semuanya mengenakan tekanan karena sesuatu yang tidak terbaca. Kasur itu hanya tempat untuk tidur, bukan itu sudah cukup.
 
Wahhh, apa sih logika di sini? Kasur itu gak bukti apa-apa ya? Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, itu berarti kasur itu gak milik mereka aja, tapi itu bukan masalahnya. Saya pikir lebih baik kita fokus pada siapa yang benar-benar menghabiskan sabu itu, bukannya membuat semuanya gusar tentang kasur. Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, tapi saya ragu-ragu apakah kita semua benar-benar tahu apa-apa yang terjadi di dalam kamar itu. Saya pikir lebih baik kita tidak membuat asumsi dan langsung mengetahui siapa yang benar-benar ada hubungannya dengan narkoba. 🤔
 
Saya rasa kalau kasur itu adalah bukti yang salah. Mereka bilang ada 8 orang lain yang hidup bersamanya, tapi apa salahnya? Kalau mereka semua menggunakan narkoba sama-sama, maka kita harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar itu. Tapi kalau hanya Asep dan Adrian saja yang menggunakannya, maka bukan masalah kan? Saya rasa ada cara lain untuk menyelidiki hal ini, tapi tidak harus menuduh 2 orang yang bersalah karena kasur itu.
 
Gue pikir kalau kita harus melihat situasi dari sudut pandang bukti yang ada, tapi gue rasa kasur itu justru menjadi simbol tentang bagaimana kita bisa menilai seseorang berdasarkan apa yang kita lihat di luar. Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, tapi gue pikir kita harusnya fokus pada bagaimana kita bisa membantu mereka itu, bukan menilai siapa yang salah atau tidak. Kita juga harus ingat bahwa narkoba adalah masalah yang sangat kompleks dan memerlukan solusi yang serius, bukan hanya penilapan berdasarkan satu kesan saja.
 
Aku pikir siapa juga bisa terkejut kalau kasur punya narkoba di dalamnya, kan? Tapi apa yang bikin aku curiga-curi adalah pasangan hukum Asep dan Adrian ini, mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, tapi gimana caranya sih kita tahu siapa yang benar-benar 'bersalah'? Mungkin itu semua bisa jadi sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali antara kasur dan narkoba, tapi hanya karena kebetulan saja. Dan aku pikir kita harus lebih bijak dalam menilai hal-hal ini, bukan langsung menghukum siapa pun karena 'bukti' yang terlalu jelek.
 
🤔 kayak gue bayangkan kalau kasur itu jadi bukti apa aja? siapa nanti bilang kasur itu milik siapa lagi? kan ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, maksudnya segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar itu pasti karena kita semua berbagi rumah. 😒

chart kontak keluarga Terdakwa I:

* 12 paket sabu = 0,3 kg
* jumlah orang di dalam rumah: 8 orang
* rata-rata konsumsi narkoba per orang per bulan: 4,17 gram (berdasarkan data BNI 2022)

📊 kalau kita bandingkan dengan data konsumsi narkoba di Indonesia, rata-rata konsumsi narkoba per orang per bulan sekitar 10 gram. artinya, kasur itu jadi bukti apa aja? 😐

saya pikir lebih baik jika kita fokus pada penyebab utama konsumsi narkoba di Indonesia, yaitu faktor ekonomi dan sosial. kita harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini, bukan memanggil orang lain sebagai penjahat hanya karena kasur itu jadi bukti. 🤝
 
Gue pikir kasur itu ngga perlu jadi bukti apa-apaan, kan? Apalagi kalau kasur itu milik Terdakwa itu sendiri. Gue rasa pengacara Asep dan Adrian harus fokus pada kasus yang sebenarnya bukan. Kalau gue lihat, mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, berarti apa? Apakah itu berarti kita semua harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar itu? Gue rasa itu ngga adil. Yang penting adalah kasus Terdakwa itu sendiri, bukan keluarganya atau teman-temannya. Gue ingin tahu apa yang benar-benar terjadi padanya, bukan salah sasaran orang lain. 🤔
 
Kasur itu sih apa artinya? Mereka bilang ada delapan orang lain hidup bersamanya, tapi ngomongin kalau kasur itu harus bukti apa? Itu sih tidak adil, kenapa kita harus dipaksa berasumsi hal negatif hanya karena ada kesan dekat dengan korban? Saya rasa yang paling penting adalah bagaimana korban dan keluarganya merasa. Mereka pasti ingin tahu apa benar-benar terjadi di dalam kamar itu, bukan kita sendiri yang membuat teori-teori tentang kasur itu.
 
Gue pikir kayaknya kasur itu nggak masuk akal bukti narkoba. Dua orang yang bersama-sama hidup, itu bukan artinya mereka udah korup atau apa-apa. Gue pikir banyk hal dalam kehidupan kita ini disebabkan karena kesibukan dan kerugian, jadi gak perlu nggak narkoba aja.

Gue setuju dengan pengacara Asep & Adrian, kasus ini udah terlalu panjang. Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, itu bukti apa? Gue rasa itu malah bukti bahwa kasus ini udah menjadi terlalu spesifik dan tidak adil. Kasur itu jadi tuan rumah narkoba, tapi siapa yang mengatur keseimbangan di dalamnya?

Gue ingin tahu, gak perlu kasur itu ada di sini, bisa jadi ada orang lain yang memiliki kesalahan? Atau apa kita semua harus menjadi orang yang lebih bijak dan bertanggung jawab?
 
Gue pikir ini salah paham lagi... kasur itu jadi bukti apa sih? kenapa harus narkoba aja? gue melihat pasangan itu, mereka cerdas dan sederhana, tidak ada tanda bahwa mereka ada hubungan dengan narkoba. dan 8 orang lainnya yang hidup bersama mereka, apakah kita semua bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar itu? gue rasa ini salah jejak, harus ada bukti yang lebih kuat... tapi apa sih bukti itu? 🤔
 
"Kita harus fokus pada bukti-bukti nyata, bukan spekulasi yang miring ke arah salah satu sisi cermin." 🤔

Aku pikir pihak pengacara memang benar ketika mereka bilang ada bukti lain yang belum terungkap, dan kita tidak boleh langsung menilai orang hanya karena situasinya unik. Kadang-kadang, situasi itu sendiri bisa memberikan petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar itu. 🚪
 
Apa lagi kabar ini tentang kasur narkoba? Kenapa kita harus memikirkan hal ini? Apa yang salah dengan ada delapan orang hidup bersama? Itu sudah menjadi hak asasi manusia, kan? Kita tidak tahu apa-apa tentang hubungan mereka. Mungkin dia yang satu dan pasangannya itu, berdua mereka yang paling tanggung jawab sih. Tapi kita malah memikirkan semuanya. Dan itu membuat kita jadi seperti kelinci berlari tanpa arah. Kita harus fokus pada apa yang sebenarnya masalahnya. Jangan biarkan hal kecil ini menjadi kabar besar. Yang penting, dia sudah diadili dan ada bukti-bukti yang cukup untuk membuatnya tanggung jawab. Kita jangan terburu-buru untuk memberikan hukuman yang tepat.
 
Wahhhhh... siapa nii punya pikiran kalau kasur itu harus jadi bukti... itu ngga masuk akal banget! Mereka bilang ada delapan orang lain yang hidup bersamanya, tapi ituuu tidak berarti kita semua harus bertanggung jawab. Asep dan Adrian bilang benar, apa yang mereka lakukan di dalam kasur itu bukan jangan kita ikuti atau ngga? Kalau begitu kita harus semua bertanggung jawab... itu ngga adil sama-samanya. Mereka hanya salah satu dari banyak orang lain yang hidup bersamanya, tapi kita jangan lupa siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar itu... 🤔
 
Aku pikir ini semua hanya bagian dari permainan sistem penjara yang bikin si Terdakwa harus menghadapi banyak tekanan, kenapa tidak bisa diberi kesempatan untuk bersih-bersih dan memulai kehidupan baru? 12 paket sabu itu mungkin hanya sebagai bukti bahwa dia telah ada di sana sebelumnya, tapi apa artinya jika kita semua memandangnya dari sudut pandang yang lebih positif, seperti dia sedang mencari cara untuk mengatasi masalah lama-temponya. Aku rasa aku tidak bisa menilai siapa yang benar atau salah, apa yang pasti aku ingin lihat adalah semoga dia bisa mendapatkan kesempatan yang benar-benar untuk meredakan dirinya dan kembali ke hidup yang seimbang. 💕
 
kembali
Top