2 Terdakwa Bantah Kepemilikan 12 Paket Sabu di Rutan Salemba

Dua terdakwa terkait dugaan kepemilikan 12 paket sabu di Rutan Salemba membantah keterkaitannya. Terdakwa I, Asep, menyatakan tidak mengenal sabu tersebut karena ditemukan di bawah kasur yang bukan miliknya. Dia juga menjelaskan bahwa ada delapan orang lain yang berada di dalam kamar hunian Blok E1 saat penggeledahan dilakukan.

Terdakwa II, Adrian Bastio, membantah kepemilikan 12 paket sabu tersebut karena dia tidak berada di kamar saat dilakukan penggeledahan. Dia mengaku sedang membeli makan di kantin lapas dan tidak tahu keberadaan sabu tersebut.

Namun, majelis hakim mempertanyaskan secara langsung keterkaitan rokok yang dititipkan Adrian dengan 12 paket sabu yang ditemukan. Meski demikian, Adrian tetap menyatakan tidak mengetahui keberadaan sabu tersebut.

Dalam kasus ini, ammar zoni juga disebut terdakwa VI dan dijadikan pelaku bersama lima terdakwa lainnya yang mencakup Asep bin Sarikin, Ardian Prasetyo bin Arie Ardih, Andi Muallim alias Koh Andi, Ade Candra Maulana bin Mursalih, dan Muhammad Rivaldi.
 
Halo temen-temen, aku baca cerita ini kayaknya... sih, aku rasa keterkaitan Adrian dengan 12 paket sabu itu agak susah dipastikan. dia bilang tidak ada di sana saat dilakukan penggeledahan, tapi majelis hakim masih mempertanyakan hal ini. aku pikir kalau dia bilang benar, maka keberadaan rokok yang dititipkan dia itu juga pasti salah tempat. tapi aku jadi curu-curu, sih... apakah ada yang tahu bagaimana asalnya 12 paket sabu itu?
 
Saya pikir kalau kita semua tidak memiliki kesalahannya, tapi siapa yang mengetahui benar-benar apa yang terjadi? 😕
Aku bayangkan jika kamu sedang di penjara tanpa alasan dan orang lain bilang kamu bersalah, bagaimana rasanya?
Saya rasa ini kasusnya memang sulit untuk dipecahkan karena tidak ada bukti yang cukup.
 
Gue pikir kalau coba kita bayangkan sendiri situasinya aja, si Adrian nggak tahu ada sabu di kamar, tapi majelis hakim mempertanyakan hubungannya sama rokok yang dititipkan beliau... itu kayaknya terlalu banyak teka-teki, gue rasa beliau sudah sangat bersih dari segala tuduhan. Dan si Asep, nggak bisa jadi penjahat sembarangan, dia bilang kasur buatan sendiri, dan ada delapan orang lain di dalam kamar... yang artinya, si Asep tidak sendirian aja.

Gue rasa ini kalau semua diinvestigasi dengan jujur dan adil, pasti banyak yang akan terbongkar, tapi gue rasa kita harus fokus untuk menemukan kebenaran, bukan menyinggung orang lain. Kita harus menjadi ' hope dealer' bukan ' hope thief'.
 
Maksudnya apa aja sih? Kalau dia bilang tidak mengenal sabu itu karena ditemukan di bawah kasur yang bukan miliknya, tapi kemarin dia bilang ada delapan orang lain berada di kamar tersebut saat penggeledahan dilakukan? Makanya, aku pikir dia malah trying to jaga penampilannya, ya 😂. Dan sih, keterkaitan rokok yang dititipkan Adrian dengan sabu itu masih menjadi pertanyaan besar, tapi dia tetap bilang tidak tahu, apa sih kalau dia tidak ingin mengakui? Aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini...
 
Mereka berdua benar-benar mengaku tidak mengenal sabu itu kan? Tapi, saya curious bagaimana caranya 12 paket sabu itu masuk ke dalam kamar hunian Adrian? Saya rasa ada sesuatu yang salah tapi aku tidak tahu apa itu 🤔.
 
Aku rasa ada yang salah di sini 🤔... Ada 6 orang terdakwa yang bersama-sama mencuri sabu? itu kayaknya tidak masuk akal juga kan? 🙄 Di kamar hunian Adrian, dia sendiri bilang bukan dia yang ada saat penggeledahan... tapi dia masih disebut pelaku bersama? Mau bukti apa sih? 🤷‍♂️
 
aku penasaran kenapa mahasiswa ini semua punya bocoran kalau di geledah, kan? sih dia di kantin lapas, tapi ada yang bilang dia tidak kenal sabu itu... aku pikir apa keberadaannya, kalau dia tahu tapi nggak mau dikonfirmasi, sih apa dia lulus atau tidak?
 
Gue pikir ini kakek-kecilan lagi yang takut kehilangan privasi gue. Apalagi di kamar hunian yang sibuk sih... Gue tahu kalau polisi bisa masuk ke kamar apa pun nanti, tapi kalau ada dugaan yang salah, gak usah dipertangkapi juga kan? Gue ingat waktu gue masih kuliah, gue cuman memiliki satu kamera dan itu hanya untuk foto-foto kenangan aja... Tahun ini semua orang udah punya kamera di ponsel mereka, sih...
 
Maksudnya, siapa tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar hunian itu nih? Ada yang bilang 8 orang lainnya ada di kameranya, tapi kemudian majelis hakim mempertanyakan hal ini. Mungkin ada yang berbohong atau tidak jujur, tapi saya masih bisa membayangkan kalau apa yang terjadi. Saya suka kasus-kasus seperti ini, karena selalu ada banyak tekanan dan momen-momen yang menarik di dalamnya 😊
 
Gue juga terkejut banget kan kalau amar itu tahu apa-apa tentang sabu tersebut. Apa lagi dia berbohong sih kalau dia sedang makan di kantin lapas aja. Gue tidak percaya sama sekali. Penggeledahan itu ada bukti-bukti sih, tapi ada juga yang mengatakan dia tidak ada di kamar. Gue rasa ini kasusnya bikin penyerahan penyidiknya pas banget.
 
Haha 😂 apa lagi yang bisa kita nungut dari pengacara yang suka menggantung diri? Ternyata dia tidak tahu keberadaan sabu di bawah kasurnya, tapi dia yakin dia tidak punya 12 paket sabu itu 🤣. Saya rasa dia lebih terkenal dengan kemampuan berbicara dari kalau dia bisa menemukan cara untuk menghindari tanggung jawabnya 😂. Dan apa sih dengan keberadaan Adrian di kantin lapas? Apakah dia sedang mencari jalan keluar dari masalah ini? 🤔
 
Aku pikir yang aneh sih, tapi juga aku tidak terlalu bingung. Dua dari mereka bisa jadi benar-benar tidak mengetahui keberadaan sabu itu di kamar hunian mereka. Tapi, aku masih ragu-lagu. Maksudnya apa kalau mereka bilang tidak kenal tapi kamu lihat dia ada di dalam kamar saat penggeledahan? Aku pikir ini kasus yang rumit banget, harus jadi sampai ke tingkat apa sih? 🤔
 
Wah kira-kira nggak bisa percaya, siapa pun di antara mereka yang benar-benar tidak tahu kalau ada sabu di kamar? 🤔 Kalo aspepnya ada delapan orang lain juga di dalam kamar, nggak masuk akal kalau siapa pun di antara mereka gak mengetahui keberadaan itu. 🙄
 
Penggeledahan di Rutan Salemba ternyata seperti drama film aja, siapa yang sabu aja, siapa yang tidak kenal sabu aja 😂. Saya sengaja tidak membacanya sebelumnya karena pikirannya sudah terlalu kacau. Tapi jadi, ada delapan orang lain di dalam kamar hunian Blok E1 saat penggeledahan dilakukan? Apakah mereka semua juga tidak kenal sabu aja? 🤔. Saya rasa penting untuk diperhatikan siapa yang benar-benar bersalah dan siapa yang hanya menangkap ganti rugi, tapi sepertinya semua terdakwa di sini memiliki cerita yang sama, yaitu "saya tidak kenal sabu aja" 🙅‍♂️.
 
ini kisah yang seru banget! nggak percaya Adrian bisa langsung menolak kepemilikan sabu itu karena dia sedang makan di kantin lapas? tapi siapa tahu dia benar-benar tidak ada di sana, tapi apa jadi bukti yang dipakai oleh pihak kepolisian? nggak ada foto atau video yang menunjukkan Adrian sedang membeli rokok, kan? dan kenapa mereka tidak bisa mengumpulkan bukti lain yang lebih kuat? hanya berdasarkan pengakuan saksi, tapi nggak ada yang bisa memastikan kebenaran itu. kalo benar-benar dia tidak tahu apa itu sabu, maka kenapa dia gak bilang siapa yang tahu itu?
 
kembali
Top