Dua perusahaan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk, adalah dua perusahaan yang selalu membagikan dividen tunai setiap tahunnya. Mereka telah melakukan ini sejak tahun 1992 dan tidak terganggu oleh dampak Krisis Moneter 1998.
Semen Indonesia memiliki kebijakan pembagian dividen yang disiplin dan seringkali memberikan dividen yang stabil meskipun mengikuti siklus komoditas dan konstruksi. Pada tahun 2025, Semen Indonesia membagikan dividen tunai sebesar Rp96,2152 per saham.
Unilever Indonesia memiliki kebijakan pembagian laba yang sangat luas kepada pemegang saham dan merupakan salah satu emiten dengan dividend payout ratio tertinggi. Perusahaan ini telah melakukan beberapa kali stock split untuk menjaga likuiditas saham. Pada tahun 2025, Unilever Indonesia membagikan dividen tunai sebesar Rp47 per saham.
Dua perusahaan lain yang memiliki rekam jejak panjang dalam memberikan dividen adalah Astra International dan H.M. Sampoerna Tbk. Meskipun mereka sempat menghentikan pembagian laba pada masa Krisis Moneter 1998, keduanya telah berbalik dan menjadi penyumbang dividen terbesar di pasar modal Indonesia.
Astra memiliki kebijakan dividen yang sangat royal kepada pemegang saham dan membagikan laba dua kali setahun. Meskipun demikian, perusahaan ini sempat mengalami beban utang besar-besaran akibat nilai tukar Rupiah yang anjlok drastis.
H.M. Sampoerna Tbk memiliki stabilitas distribusi dividen yang solid, namun sempat terganggu pada masa krisis ekonomi di akhir tahun 1990-an. Setelah melewati masa sulit tersebut, perusahaan ini berubah menjadi sangat agresif dalam memberikan dividen.
Selamat Sempurna memiliki frekuensi pembagian dividennya yang di atas rata-rata emiten lain dan merupakan salah satu perusahaan dengan dividen terbesar di pasar modal Indonesia. Meskipun memiliki rekam jejak pertumbuhan dividen yang solid, manajemen juga pernah mengambil langkah untuk menahan laba saat krisis 1998 demi mengamankan modal kerja.
Dalam keseluruhan, dua perusahaan tersebut adalah contoh dari perusahaan yang konsisten membagikan dividen tunai setiap tahunnya dan memiliki reputasi yang baik dalam industri mereka.
Semen Indonesia memiliki kebijakan pembagian dividen yang disiplin dan seringkali memberikan dividen yang stabil meskipun mengikuti siklus komoditas dan konstruksi. Pada tahun 2025, Semen Indonesia membagikan dividen tunai sebesar Rp96,2152 per saham.
Unilever Indonesia memiliki kebijakan pembagian laba yang sangat luas kepada pemegang saham dan merupakan salah satu emiten dengan dividend payout ratio tertinggi. Perusahaan ini telah melakukan beberapa kali stock split untuk menjaga likuiditas saham. Pada tahun 2025, Unilever Indonesia membagikan dividen tunai sebesar Rp47 per saham.
Dua perusahaan lain yang memiliki rekam jejak panjang dalam memberikan dividen adalah Astra International dan H.M. Sampoerna Tbk. Meskipun mereka sempat menghentikan pembagian laba pada masa Krisis Moneter 1998, keduanya telah berbalik dan menjadi penyumbang dividen terbesar di pasar modal Indonesia.
Astra memiliki kebijakan dividen yang sangat royal kepada pemegang saham dan membagikan laba dua kali setahun. Meskipun demikian, perusahaan ini sempat mengalami beban utang besar-besaran akibat nilai tukar Rupiah yang anjlok drastis.
H.M. Sampoerna Tbk memiliki stabilitas distribusi dividen yang solid, namun sempat terganggu pada masa krisis ekonomi di akhir tahun 1990-an. Setelah melewati masa sulit tersebut, perusahaan ini berubah menjadi sangat agresif dalam memberikan dividen.
Selamat Sempurna memiliki frekuensi pembagian dividennya yang di atas rata-rata emiten lain dan merupakan salah satu perusahaan dengan dividen terbesar di pasar modal Indonesia. Meskipun memiliki rekam jejak pertumbuhan dividen yang solid, manajemen juga pernah mengambil langkah untuk menahan laba saat krisis 1998 demi mengamankan modal kerja.
Dalam keseluruhan, dua perusahaan tersebut adalah contoh dari perusahaan yang konsisten membagikan dividen tunai setiap tahunnya dan memiliki reputasi yang baik dalam industri mereka.