2 Eks Bos PT PP Didakwa Korupsi Proyek Fiktif, Rugikan Rp46,8 M

Dua mantan petinggi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, atau PT PP, Didik Mardiyanto dan Herry Nurdy Nasution, didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek fiktif yang menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 46,8 miliar. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan smelter nikel di Kolaka, Sulawesi Tenggara; Mines of Bahodopi Blok 2 dan 3 di Kabupaten Morowali; serta pembangunan Sulut-1 Coal Fired Steam Power Plant di Manado.

Dalam pelaksanaannya, pembayaran proyek-proyek tersebut disalurkan melalui Divisi EPC PT PP. Namun, jaksa menyebut kedua terdakwa menyalahgunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Didik dan Herry dianggap bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta untuk merealisasikan pengadaan fiktif tersebut.

Perbuatan tersebut diduga memperkaya sejumlah pihak, yakni Didik Mardiyanto sebesar Rp 35,3 miliar, Herry Nurdy Nasution sebesar Rp 10,8 miliar, serta Imam Ristianto sebesar Rp 7 juta. Keduanya diadili melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
 
😕 apa lagi kabar korupsi di Indonesia? ini seperti ngeluhin dengan mata tertutup, tapi belom ada tindakan yang diambil. gimana caranya kalau kita biarkan semuanya berjalan tanpa sanksi? 🤔 didik dan herry harus dihukum benar-benar, jangan hanya sekedar dibawa ke pengadilan aja. korupsi ini seperti gigitan ular, pasti akan menyebar ke tempat lain kalau tidak dihentikan dengan tegas. 😡
 
Wah, korupsi yang bikin rasa penasaran sih... Semoga diadili dengan adil, dan tidak mau ngeluh karna kurang waktu ya 😒. Kalau perlu tahu, aku pikir kalau ini gampang aja buat proyek-proyek fiktif sih, karena banyak orang yang terima uang tanpa ngerti apa itu 🤑. Dan kalau dihitung, Rp 46,8 miliar itu cukup besar banget! 🤯. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi mereka yang mau berburu kekayaan dengan cara yang benar 🙏.
 
Aku rasa ini masalah besar deh... korupsi gampang banget, kan? siapa yang sibuk dengar kasusnya? aku pikir ini kesempatan untuk memperbaiki sistem ya, tapi kalau punya pelaku, malah menunjukkan bahwa sistem korupsi di Indonesia masih cukup baik... kayaknya harus ada perubahan yang lebih besar lagi. tapi apa salahnya kita mulai dari sini juga, biar orang-orang yang jujur saja bisa berbuat apa-apa yang baik deh.
 
Wah, jangan percaya sama korupsi itu di Indonesia aja 🤣. Kalau seperti ini, berarti Didik dan Herry sih lebih suka 'membangun' kekayaan pribadi mereka daripada proyek-proyek yang seharusnya menjadi manfaat bagi negara aja. Smelter nikel di Kolaka, Mines of Bahodopi, dan coal fired steam power plant... semuanya jadi proyek fiktif? Ngomong-ngomong, bagaimana bisa itu mungkin? 🤔

Dan kalau sekarang ini, siapa yang bayar tabungan pribadi mereka? Mereka sendiri aja, dengan uang negara yang berasal dari kita semua. Itu tidak adil sama sekali. Saya rasa ada yang harus diubah, tapi saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan dulu... 🤷‍♂️
 
Gue pikir kalau korupsi gak pernah ada sejarah... kenapa lagi korupsi yang terjadi di PP itu bisa jadi salah satu contoh dari hal ini. Si Didik dan Herry bikin proyek fiktif, tapi siapa tahu apa benarnya? Gue rasa kalau korupsi gak pernah berakhir jika kita jangan belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu...
 
Hai banget gini... korupsi yang berkepanjangan, nggak ada yang terhindar. Didik Mardiyanto dan Herry Nurdy Nasution, mantan petinggi PT PP, ternyata memiliki skema korupsi yang cerdas, tapi hasilnya hanyalah kerugian negara yang bisa saja menjadi sumber kekayaan bagi mereka. Sementara itu, proyek-proyek tersebut yang dijadikan alibi, sepertinya hanya sebuah penipuan besar. Menurut saya, ini bukan pertama kalinya terjadi korupsi yang berkepanjangan, tapi apa yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita bisa mencegah hal ini terjadi lagi... 🤔 1/9 korupsi di Indonesia mencapai Rp 33 triliun pada tahun 2024, sedangkan jumlah proyek fiktif tersebut mencapai 23.
 
kembali
Top