2 Eks Bos PT PP Didakwa Korupsi Proyek Fiktif, Rugikan Rp46,8 M

Dua mantan pejabat PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Didik Mardiyanto dan Herry Nurdy Nasution, dituntut melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek fiktif yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp46,8 miliar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuduh kedua terdakwa menyalahgunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Pengadaan proyek-proyek tersebut dilakukan oleh PT PP selama periode 2019-2023, termasuk pembangunan smelter nikel di Kolaka, Sulawesi Tenggara; pembangunan Mines of Bahodopi Blok 2 dan 3 di Kabupaten Morowali; serta pembangunan Sulut-1 Coal Fired Steam Power Plant di Manado.

Menurut Jaksa, Didik dan Herry bekerja sama untuk mengelola dana perusahaan untuk kepentingan pribadi, dengan cara mengeluarkan dana PT PP menggunakan pengadaan barang dan jasa yang tidak didukung adanya transaksi dasar atau fiktif. Mereka juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta, salah satunya PT Adipati Wijaya.

Imbalan dari proyek-proyek tersebut diberikan kepada Direktur PT Adipati Wijaya, Imam Ristianto, agar bersedia membantu pembuatan proyek fiktif. Perbuangan tersebut diduga memperkaya sejumlah pihak, termasuk Didik Mardiyanto sebesar Rp35,325,672,032; Herry Nurdy Nasution sebesar Rp10,801,303,343; dan Imam Ristianto sebesar Rp707 juta.

Didakwa dengan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
 
Maksudnya apa dengan proyek-proyek yang dibuat di Sulawesi? aku suka makan sate, tapi aku punya rasa bahwa sate yang terbuat dari nikel itu tidak enak 🀣. dan siapa bilang nikel bisa digunakan sebagai bahan bakar? tolong cari tahu tentang itu. apakah benar-benar tidak ada yang melihat hal ini sebelumnya? aku pikir itu seperti cerita rakyat, tapi tanpa akhir cerita πŸ˜‚.
 
aku rasa korupsi di Indonesia masih banyak banget, ini lagi satu proof bahwa ada orang-orang yang tidak jujur dengan uang negara πŸ€‘. aku pikir pengadaan proyek-proyek seperti ini harus lebih transparan dan terbuka, sehingga kita bisa lihat siapa-siapa yang mendapatkan manfaat dari dana perusahaan tersebut πŸ€”.

saya rasa JPU KPK sudah lakukan yang cukup baik dengan menuntut dua mantan pejabat ini, tapi aku berharap agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan, sehingga kita bisa fokus pada pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat 🌟.
 
Aku pikir ini sedikit terburu-buru kan? Mereka harus juga mempertimbangkan bagaimana proyek-proyek tersebut bisa membawa manfaat bagi masyarakat, padahal banyak yang sudah finish dan tidak dimanfaatkan. Misalnya, smelter nikel di Kolaka itu bisa memberikan kerajinan baru untuk penduduk setempat. Dan pembangunan Mines of Bahodopi Blok 2 dan 3 bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga Morowali. Mungkin ada yang salah dengan cara pengelolaan dana, tapi kita harus juga lihat dari perspektif yang lebih luas ya?
 
"Korupsi bukan hanya membahayakan negara, tapi juga membahayakan masyarakat" 🚨. Kalau kita tidak berhati-hati, korupsi bisa menyebar ke mana-mana dan membuat banyak orang kalah. Saya harap kedua terdakwa bisa menjadi contoh bagi mereka yang ingin melakukan hal yang benar dan jujur.
 
Mau ngira aja siapa yang sering ngeliat-ngeliat di balik proyek-proyek korupsi yang nggak pernah selesai? Nanti gini aja, dua mantan pejabat dari PT PP dituntut melakukan tindak pidana korupsi, tapi ngapain sih dengan hal ini? Mungkin kalau kita lihat dari sudut pandang mereka, apa salahnya ngeliat-ngeliat duit yang berlimpah itu? Mungkin bukan karena mau ber Korupsi, tapi karena ingin memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Tapi gak apa-apa sih kalau kita semua bisa memiliki kebebasan untuk menentukan bagaimana kita ingin menggunakan duit yang kita miliki sendiri?
 
Maksudnya kalau korupsi seperti ini terus berlanjut, rasanya Indonesia akan selalu kalah dalam proyek-proyek pembangunan... πŸ€¦β€β™‚οΈ

Kalau gini, bagaimana dia bisa tidak tahu siapa yang menerima dana itu? πŸ€‘
 
Duh, apa lagi kekejaman korupsi di Indonesia πŸ€¦β€β™‚οΈ. Kalau gini berkelanjutan nanti kita semua jadi korbannya πŸ€‘. Saya pikir kalau gini harus ada konsekuensi yang lebih keras dari penuntutan hukum, misalnya penangguhan dan pembubaran perusahaan tersebut πŸ’Ό. Dan tentu saja, penegakan hukum yang efektif dengan memastikan tidak ada korban baru nanti πŸš”.
 
Gue pikir kasus ini bikin jujur sih, kalau si mantan pejabat itu benar-benar melanggar undang-undang. Mereka bikin proyek fiktif yang ngelamun negara Rp46,8 miliar? Itu bikin gue marah sih! Dan mereka bekerja sama dengan perusahaan swasta lainnya? Makanya harus dihukum benar-benar keras. Gue rasa hukuman ini tidak cukup, gue yakin mereka harus menggantung diri di penjara beberapa tahun. Jangan biarkan kasus ini terjadi lagi sih, kita harus lebih waspada dengan korupsi!
 
Saya pikir ini sangat parah banget bro!! πŸ’” Selama ini korupsi masih bisa terjadi begitu saja di Indonesia, dan yang paling memalukan adalah ada korban yang harus menghadapi kerugian karena itu. Proyek-proyek yang dilakukan oleh PT PP selama 4 tahun itu seharusnya menjadi contoh bagaimana sistem kerja perusahaan yang baik, tapi ternyata korupsi bisa terjadi di mana-mana. Saya harap kedua terdakwa bisa mengakui kesalahan mereka dan membayar hukuman yang sesuai. Kami semua harus waspada dengan korupsi ini, jangan biarkan semacam ini terulang lagi! πŸ’ͺ
 
Gue jadi pikir kalau korupsi gue tahu, tapi apa yang kita lakukan kalau korupsi itu sudah terjadi? Kita harus belajar dari kesalahan itu dan jangan biarkan itu terulang lagi di masa depan. Perusahaan-perusahaan besar seperti PT PP pasti perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan negara. Jangan sampai kita semua terjebak dalam siklus korupsi yang tidak berhenti. Kita harus lebih bijak dalam mengelola sumber daya, jadi nanti gue tidak perlu baca berita tentang korupsi lagi πŸ˜•
 
Kasus ini jelas kalau-apa ada yang salah. Mereka buat proyek fiktif, bikin kerugian negara senaun, dan kemudian dibawa ke KPK. Saya pikir kalau perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana proyek-proyek ini dilakukan, tapi saya rasa sudah cukup jelas. Yang penting adalah mereka bisa dituntut karena melakukan tindak pidana korupsi yang cukup parah. Saya harap KPK bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil 😊
 
Kasus korupsi ini membuat aku pikir bagaimana kalau kita fokus lebih pada dampaknya terhadap negara dan rakyat, bukan hanya menuntut kasih denda. Proyek-proyek tersebut yang dibangun dengan biaya besar-besaran ini ternyata tidak pernah selesai, padahal uang negara itu sudah banyak. Apa yang harus dilakukan oleh kita semua untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi? πŸ€”πŸ’Έ
 
Saya pikir ini super bikin bingung, kan? Proyek-proyek yang dilakukan PT PP itu ternyata jadi proyek fiktif, ya? Mereka bikin proyek-proyek itu dengan cara yang tidak jelas, dan kemudian mereka berbagi keuntungan dari proyek-proyek itu di antara diri mereka sendiri. Itu bikin jujur sih, kita harus punya akunabilitas dalam pengelolaan dana negara. Proyek-proyek yang seharusnya membantu kemajuan negara ternyata jadi cara untuk memperkaya sejumlah pihak. Ini bikin saya curiga, kan? Bagaimana jika kita tidak punya transparansi dalam pengelolaan dana perusahaan, maka bisa saja terjadi seperti ini...
 
Oohhh, kabar korupsi lagi banget 🀯! Saya pikir ini salah satu kasus yang paling serius banget, karena banyak dana negara yang habis ke mana? 😱 Proyek-proyek tersebut dijalankan oleh PT PP, tapi ternyata hanya untuk kepentingan pribadi aja. Mereka bekerja sama dengan perusahaan swasta lainnya, sehingga tidak ada transaksi dasar pun! πŸ€₯ Ini bukan hanya korupsi, tapi juga sangat melanggar etika sebagai pejabat publik.

Saya berpikir bahwa ini adalah contoh yang baik bagaimana pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan dana negara. Jangan sampai kita biarkan korupsi seperti ini terus berlanjut dan memperkaya beberapa pihak, tapi tidak ada manfaat untuk masyarakat umum πŸ€‘.
 
πŸ™ Proyek-proyek yang salah itu jelas-jelas buatan kembarnya, siapa yang punya uang dari nol? πŸ€‘ Tapi apa yang membuatku sedih adalah korban yang terkena, yaitu negara kita sendiri yang kehilangan uangnya sebesar Rp46,8 miliar. Kenapa tidak ada transparansi dalam pengelolaan dana? πŸ€” Kita harus lebih berhati-hati dan memantau agar tidak ada lagi proyek fiktif seperti ini.
 
Maaf nih, aku sedang pikir tentang proyek-smelter di Kolaka... Aku rasa itu salah tempat cari nasi, kan? Semua biaya yang ditetapkan untuk proyek tersebut pasti bisa diinvestasikan ke tanah air kita yang memiliki potensi ekonomi begitu besar! Bayangin aja, kalau kita gunakan semua uang yang digunakan untuk smelter di Kolaka untuk membangun sekolah-sekolah di seluruh Indonesia... aku rasa itu gak salah, kan?
 
Aku pikir ini sangat absurd πŸ˜‚. Apa yang salah dengan proyek-proyek tersebut? Aku rasa ini seperti teka-teki, siapa yang salah sebenarnya? πŸ€” Ternyata ada dua mantan pejabat yang dituntut karena melakukan sesuatu yang ternyata tidak salah. Aku pikir ini lebih serupa dengan permainan teka-teki daripada kasus korupsi sebenarnya. Dan siapa yang mengawasi agar tidak terjadi kesalahan seperti ini? πŸ˜’ Aku rasa aku tidak setuju dengan proses ini, tapi karena aku tidak punya jawabannya, aku jadi penyangka πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
kembali
Top