Hari ketiga pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih berlangsung dengan cepat. Pihak Basarnas dan tim SAR lainnya terus melakukan evakuasi jenazah yang terjebak di bawah longsor. Sampai hari ini telah berhasil dievakuasi 25 kantong jenazah.
Seluruh korban hilang masih dinyatakan hilang, dengan sekitar 80 titik yang menjadi fokus pencarian. Operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyisiran manual oleh tim di lapangan, penggunaan pompa air atau alkon untuk menyibak timbunan lumpur, serta pemanfaatan alat berat seperti sembilan ekskavator.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S, mengatakan bahwa operasi SAR ini dilakukan dengan menggunakan semua sumber daya yang tersedia. Ia juga menyebutkan bahwa tim SAR telah mendapat dukungan tambahan dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, dan Kantor SAR Cilacap.
Sementara itu, Pemprov Jabar memastikan bahwa dukungan alat berat terus tersedia di lokasi bencana longsor. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan bahwa koordinasi lintas instansi telah diperkuat untuk penanganan bencana ini dengan efektif dan efisien.
Seluruh korban hilang masih dinyatakan hilang, dengan sekitar 80 titik yang menjadi fokus pencarian. Operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyisiran manual oleh tim di lapangan, penggunaan pompa air atau alkon untuk menyibak timbunan lumpur, serta pemanfaatan alat berat seperti sembilan ekskavator.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S, mengatakan bahwa operasi SAR ini dilakukan dengan menggunakan semua sumber daya yang tersedia. Ia juga menyebutkan bahwa tim SAR telah mendapat dukungan tambahan dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, dan Kantor SAR Cilacap.
Sementara itu, Pemprov Jabar memastikan bahwa dukungan alat berat terus tersedia di lokasi bencana longsor. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan bahwa koordinasi lintas instansi telah diperkuat untuk penanganan bencana ini dengan efektif dan efisien.