Pembunuhan Keluarga di Situbondo, 15 Orang Dimintai Keterangan
Kasus pembunuhan keluarga yang dilaporkan di Situbondo, Jawa Timur, saat ini sedang diinvestigasi oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Situbondo. Pihaknya telah meminta keterangan 15 orang saksi untuk membantu mengungkap keseluruhan kasus tersebut.
Ketiga korban yang dugaan dibunuh adalah Muhammad Hasim, Suningsih, dan Umi Rahmania. Menurut Kepala Satreskrim Polres Situbondo, Ajun Komisaris Polisi Agung Hartawan, ketiganya meninggal dunia di rumah mereka di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, pada Minggu, 28 Desember 2025. Korban- korban tersebut ditemukan dengan kondisi leher terluka akibat sayatan senjata tajam.
"Hasil autopsi dari rumah sakit, ketiganya meninggal karena kekurangan darah terlalu banyak dari luka akibat senjata tajam di leher," kata Agung Hartawan. Pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Identifikasi Sidik Jari Sistem Otomatis Indonesia (Inafis) serta hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur beberapa hari lalu.
Selain itu, polisi juga mengamankan sebilah pisau yang berada di dalam bak kamar mandi dan lima unit telepon genggam. Polres Situbondo masih menunggu saksi-saksi lain untuk ditemui untuk membantu menyelidiki kasus ini.
Kasus pembunuhan keluarga yang dilaporkan di Situbondo, Jawa Timur, saat ini sedang diinvestigasi oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Situbondo. Pihaknya telah meminta keterangan 15 orang saksi untuk membantu mengungkap keseluruhan kasus tersebut.
Ketiga korban yang dugaan dibunuh adalah Muhammad Hasim, Suningsih, dan Umi Rahmania. Menurut Kepala Satreskrim Polres Situbondo, Ajun Komisaris Polisi Agung Hartawan, ketiganya meninggal dunia di rumah mereka di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, pada Minggu, 28 Desember 2025. Korban- korban tersebut ditemukan dengan kondisi leher terluka akibat sayatan senjata tajam.
"Hasil autopsi dari rumah sakit, ketiganya meninggal karena kekurangan darah terlalu banyak dari luka akibat senjata tajam di leher," kata Agung Hartawan. Pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Identifikasi Sidik Jari Sistem Otomatis Indonesia (Inafis) serta hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur beberapa hari lalu.
Selain itu, polisi juga mengamankan sebilah pisau yang berada di dalam bak kamar mandi dan lima unit telepon genggam. Polres Situbondo masih menunggu saksi-saksi lain untuk ditemui untuk membantu menyelidiki kasus ini.