Dewan Pertahanan Nasional dilantik 12 orang, termasuk anak Cak Nun. Kementerian Pertahanan menyambutkan 12 orang baru yang akan bergabung dengan Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Antara nama mereka adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, vokalis band Letto.
Berdasarkan informasi yang diberikan Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa 12 orang tenaga ahli tersebut akan memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahlian mereka untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPN.
Menurutnya, dalam mekanisme kerjanya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja DPN sesuai struktur yang berlaku. Pemikiran strategis yang di hasilkan oleh mereka akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan termasuk Menteri Pertahanan.
Selain Noe Letto, nama-nama tenaga ahli lainnya juga disebutkan. Salah satunya adalah Frank Alexander Hutapea, anak sulung dari pengacara Hotman Paris Hutapea. Pemilihan mereka diharapkan dapat meningkat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
"Kita memastikan bahwa pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia," kata Rico.
Berdasarkan informasi yang diberikan Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa 12 orang tenaga ahli tersebut akan memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahlian mereka untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPN.
Menurutnya, dalam mekanisme kerjanya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja DPN sesuai struktur yang berlaku. Pemikiran strategis yang di hasilkan oleh mereka akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan termasuk Menteri Pertahanan.
Selain Noe Letto, nama-nama tenaga ahli lainnya juga disebutkan. Salah satunya adalah Frank Alexander Hutapea, anak sulung dari pengacara Hotman Paris Hutapea. Pemilihan mereka diharapkan dapat meningkat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
"Kita memastikan bahwa pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia," kata Rico.