Banyak Siswa di Kota Bandung Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
Dalam waktu sekitar 10 ribu siswa di wilayah Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental, menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pengukuran ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dan melibatkan sekolah-sekolah dasar hingga menengah atas. Hasil survei tersebut akan menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menyusun program untuk menguatkan kapasitas guru bimbingan konseling di sekolah.
"10.000 siswa alami masalah kesehatan mental," kata Farhan saat berkunjung ke SMP Negeri 70 Kota Bandung pada Jumat lalu. Dinas Pendidikan Kota Bandung akan merespons hal ini dengan membuat program untuk meningkatkan kapasitas guru BK di sekolah.
Namun, pihaknya belum dapat mengidentifikasi klasifikasi siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental. Walaupun demikian, Farhan berharap program Pemerintah Kota Bandung dapat membantu meningkatkan kesadaran dan penanganan masalah kesehatan mental di sekolah.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya peran guru bimbingan konseling dalam mendeteksi persoalan psikologis siswa. Ia berharap para guru dapat menjadi pihak pertama yang mendeteksi masalah anak-anak.
"Karena selama ini di sekolah guru kurang cepat mendeteksi persoalan anak-anak," kata Fajar. Dengan memperkuat peran konseling guru BK, kami ingin para guru menjadi pihak pertama yang bisa mendeteksi persoalan anak."
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah merevitalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai penghubung antara sekolah dan puskesmas dalam menangani persoalan kesehatan fisik maupun mental siswa.
Dalam waktu sekitar 10 ribu siswa di wilayah Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental, menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pengukuran ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dan melibatkan sekolah-sekolah dasar hingga menengah atas. Hasil survei tersebut akan menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menyusun program untuk menguatkan kapasitas guru bimbingan konseling di sekolah.
"10.000 siswa alami masalah kesehatan mental," kata Farhan saat berkunjung ke SMP Negeri 70 Kota Bandung pada Jumat lalu. Dinas Pendidikan Kota Bandung akan merespons hal ini dengan membuat program untuk meningkatkan kapasitas guru BK di sekolah.
Namun, pihaknya belum dapat mengidentifikasi klasifikasi siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental. Walaupun demikian, Farhan berharap program Pemerintah Kota Bandung dapat membantu meningkatkan kesadaran dan penanganan masalah kesehatan mental di sekolah.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya peran guru bimbingan konseling dalam mendeteksi persoalan psikologis siswa. Ia berharap para guru dapat menjadi pihak pertama yang mendeteksi masalah anak-anak.
"Karena selama ini di sekolah guru kurang cepat mendeteksi persoalan anak-anak," kata Fajar. Dengan memperkuat peran konseling guru BK, kami ingin para guru menjadi pihak pertama yang bisa mendeteksi persoalan anak."
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah merevitalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai penghubung antara sekolah dan puskesmas dalam menangani persoalan kesehatan fisik maupun mental siswa.